"Ren."
Renjun yang tadinya akan pergi keluar rumah itu kembali berbalik karna sang bunda memanggil namanya.
"Iya, bun?"
Bunda nya mendekat dan mengelus kedua bahu Renjun, "Nak..."
"Kenapa bun?"
"Jeno mana?"
Renjun terdiam ketika sang bunda menanyakan seseorang yang tak pernah Renjun harapkan lagi kedatangan nya. Dia sedang menjalani proses melepaskan apa yang berhak dia lepaskan.
"Bunda..."
"Kemarin siapa?"
"Itu, Haechan."
"Kamu sama Jeno ada masalah?"
Renjun mengira bunda nya tidak akan pernah memperdulikan hubungan nya dengan Jeno. Tapi ternyata sang bunda diam-diam peduli dengan mereka.
"Ng-nggak." Renjun menggeleng.
Sang bunda menatap anak nya itu dengan lembut, "Cerita ya kalo ada apa-apa. Ren, Jeno baik. Bunda sayang sama dia. Bunda nggak mau kalo nanti nya kalian pisah, kamu jangan sakitin sama jangan tinggalin Jeno ya nak?"
Tapi justru itu lah Jeno yang menyakiti nya.
Remaja itu hanya tersenyum pada sang bunda, memeluk tubuh yang lebih pendek darinya.
"Renjun nggak janji, bunda. Tapi Renjun sayang kok sama Jeno."
"Bunda percaya sama kamu. Kalian harus bisa saling jaga ya?"
Renjun perlahan mengangguk.
"Pulang sekolah suruh Jeno kesini ya, bunda kangen."
Haruskah?
▪▪▪▪▪
Renjun yang sedang berjalan di koridor sekolah itu tiba-tiba dikejutkan oleh seseorang yang baru saja memeluk tubuhnya dari belakang.
"Ih Haechan! Ngagetin aja!"
Sang pelaku hanya terkekeh, "Kamu kenapa? Kayaknya lemes banget, mau aku gendong?"
"Hah? Ngapain? Nggak usah, kaki aku nggak lumpuh."
Haechan tersenyum, kedua tangan nya menangkup kedua pipi remaja di depan nya.
"Jangan cemberut gitu dong, makin jelek."
"Apaan sih! Lo tuh jelek!!" Renjun mendorong tubuh Haechan untuk menjauh.
"Eh kok gitu?"
Renjun tidak peduli dan memilih untuk lanjut berjalan, mengabaikan panggilan Haechan.
"Sayang!" ujar Haechan seraya merangkul bahu Renjun, "Nggak biasa nya. Ayo cerita cepet, nggak cerita kucium."
"Chan."
"Hm?" gumam Haechan ketika mereka berhenti dan Renjun menatap nya.
"Kamu beneran lagi perjuangin aku?" tanya Renjun.
"Jelas lah. Kenapa? Kamu kira aku bercanda ya? Aku serius kok. Aku bakal nunggu kamu sampe kamu bener-bener ngelepas Jeno, dan setelah itu... ayo pacaran!" jelas Haechan dengan semangat.
"Aku pasti bisa ngelepas Jeno, tapi... bunda."
"Hah? Bunda? Kenapa? Ada apa sama bunda kamu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
B.Y.S | Hyuckren
Fiksi Penggemar❝ I always by your side.❞ ft. Nomin • | bxb • | homophobic? left this ©niki, 2021
