Chapter 2: Berharap Terlalu Berlebihan Itu Tidak Baik

53 5 2
                                        

HAPPY READING✨

Jangan lupa meninggalkan jejak. Terimakasih❤
_

_______________________________
________________________________

Alea duduk di kantin bersama Lena. Sedangkan Sean, Putra dan Devan tengah berkumpul di ruangan Pak Yoga untuk membicarakan soal pertandingan bola basket. Sean Putra dan Devan memang ikut tim basket di sekolah.

Alea dan Lena seperti biasa memesan Soto ayam Bu Ratna dan segelas es teh manis. "Kapan lo mau jujur soal perasaan lo ke Sean?" 

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Alea tersedak setelah Lena melontarkan pertanyaan itu padanya. "Gatau dan mungkin gue gak bakal jujur soal perasaan gue ke dia"

Lena menghela nafas, sebenarnya Lena sudah dari lama mendengar curahan hati dari Alea soal perasaannya ke Sean. Lena juga sudah berulang kali menyuruh Alea untuk jujur akan perasaannya, namun Alea tetap menolak.

Alasannya adalah Alea tidak mau hubungan persahabatannya dengan Sean menjadi canggung atau pun renggang.

"Lo bakal trus kayak gini? Gimana kalo ntar ada yang suka sama Sean? Secara Sean itu termasuk cowok populer"

"Ya gapapa asal jangan sampek Seannya yang suka"

"Trus kalo nanti Sean suka sama orang lain gimana?" Alea terdiam. Selama ini yang ditakuti Alea adalah Sean yang jatuh cinta pada orang lain. "Nah diem kan lo, makanya jujur!"

"Gue.. Gamau. Gue takut, bener-bener takut.."

"Takut apa?" Alea menengok dan melihat Sean yang datang bersama Devan dan Putra. Kemudian Sean duduk di samping Alea diikuti oleh Devan dan Putra yang duduk di samping Lena.

"Tadi ngomongin apa? Sampek bilang takut" Tanya Sean. Alea dan Lena saling bertukar pandangan. "Engg-.... "Tadi kata Lea dia naksir sama seseorang" Alea terkejut dengan ucapan Lena yang megatakan jika dirinya menyukai seseorang.

"Wah siapa yang lo suka?? Kasi tau dong" ujar Putra. Alea menelan ludah, ia tidak tau harus menjawab apa. "Gue tau siapa yang lo suka.." Alea melotot, orang yang tau jika ia menyukai Sean hanyalah Lena. Kemudian Alea melirik ke arah Lena dan Lena mengisyaratkan kalimat'Gue juga gatau' 

"Siapa??? Kok lo bisa tau??" tanya Putra yang sedari tadi penasaran. "Tau lah. Gue kan hebat" Devan menyombong. Alea berkeringat dingin, ia sangat takut bila Devan mengungkap siapa orang yang ia sukai, terlebih lagi ekspresi Sean yang serius menatap ke arah Devan.

"Orang yang di taksir Lea itu...."

"Park Chanyeol! Iya kan? Hahahaha" Teriak Devan cukup keras.

"Iya tau aja lo" Alea menghela nafas, ia pikir hari ini rahasianya yang diam-diam menyukai Sean ketahuan.

"Park Chanyeol Nct??" Tanya Putra

"Nct².. Exo kali!!" Jawab Lena

"Ya maap gue kan gatau"

***

Alea dan Sean tengah berjalan keluar sekolah. Sedari tadi Alea terus melirik ke arah Sean, karna sejak kejadian di kantin tadi Sean terus diam.

"Kamu laper?"

"Hah? Apa?" Sean tersenyum dan langsung mengusap rambut Alea. "Aku tadi nanya, kamu laper gak? Kalo laper gimana kalo kita makan mie ayam?" Alea tersenyum lalu berjalan duluan.

"Oke tapi kamu yang traktir ya!" teriak Alea.

Alea bersama Sean duduk di sebuah warung pinggir jalan dan tengah menunggu pesanan mereka. Yaitu Mie ayam telur dan Es teh manis. "Sean" panggil Alea
"Kenapa hm?" 

"Itu.. Soal yang di kantin tadi, kenapa kamu gak berkomentar?" Alea menghela nafas, ia sangat ingin tau apa komentar Sean tentang dirinya yang menyukai seseorang.

"Menurut aku, aku gak perlu berkomentar. Karna suka sama seseorang itu wajar" Alea masih belum puas mendegar jawaban Sean.

Alea kembali bertanya "Tapi apa kamu gak penasaran siapa yang aku suka?"

"Enggak. Karna aku tau dari raut wajah kamu kalo kamu sama sekali gamau orang-orang tau siapa yang kamu suka. Aku juga gabakal maksa kamu bilang sama aku siapa orang yang kamu suka itu. Kalau kamu udah siap, pasti kamu bakal ngasi tau aku. Ya kan?"

Alea mengangguk pelan, yang dikatakan Sean ada benarnya. Namun jawaban Sean sangat berbeda dari yang Alea pikirkan. Alea berpikir Sean akan penasaran lalu memaksanya untuk memberitahu siapa seseorang yang disukai Alea.

'Ternyata berharap terlalu berlebihan kepada seseorang itu tidak baik. Apalagi yang di harapkan tidak sesuai dengan kenyataan'

A L E ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang