Alea berada di kamarnya, ia masih memikirkan cara agar Sean bisa menjauh dari Anna "Apa yang harus gue lakuin?" Alea berbaring di kasurnya dan menatap ke atas, melihat langit-langit kamarnya.
"Apa cowok yang namanya Andrean itu kenal Anna? Kayaknya kenal deh, mereka pindah sekolah aja barengan" Kemudian Alea memikirkan satu ide yaitu menghubungi Lena.
"Halo Len, gue boleh minta tolong?"
"minta tolong apaan?"
"Boleh atau enggak nih?"
"Boleh banget. Emangnya apa?"
"Tolong suruh Kevin buat nyelidikin yang namanya Andrean. Dia dari kelas XII IPS 1, dia siswa yang baru pindah"
"Ohh oke. Emang buat apaan lo nyelidikin dia?"
"Selidikin aja dulu. Besok gue kasi tau deh di sekolah"
"Oke"
Beberapa menit kemudian, Lena mengirim file lewat chat. File itu berisi data tentang Andrean. Kenapa Lena bisa menyelidiki Andrean? Karna adik laki-laki Lena yang bernama Kevin adalah seorang 'Hacker' andal.
Alea membuka file dan mulai membaca setiap informasi di dalamnya. File tersebut berisi nama, alamat, tgl lahir dll. Disana juga berisi tentang nama sekolah Andrean dulu dan juga alasan Andrean pindah sekolah. Setelah Alea membaca alasannya, ia sangat amat terkejut.
"Berarti gue gasalah. Andrean memang orang yang tepat untuk gue ajak kerja sama"
***
Alea berdiri di depan kelas XII IPS 1, yaitu kelas Andrean. Alea menunggu kedatangan Andrean, tak lama Andrean datang. Alea dengan persiapannya yang matang memulai rencanya.
"Hai" Sapa Alea, namun lelaki yang bernama Andrean ini sama sekali tidak menggubrisnya, malahan Andrean masuk ke kelasnya langsung dan melewati Alea, seakan Alea tidak ada disitu. Alea berdecak kesal, kalau bukan untuk Sean, ia sama sekali tidak mau berurusan dengan lelaki dingin yang bernama Andrean itu.
Alea kembali ke kelasnya, ia duduk dengan di temani Lena "Gue harus gimana Len? Cowok yang namanya Andrean itu bener-bener susah di deketin"
"Dan lagi ni ya, kalau bukan karna Sean, gue males banget berurusan sama dia!" lanjut Alea.
"Ya mau gimana lagi namanya aja lagi berjuang, pasti jalannya susah. Kalau gampang mah bukan berjuang namanya"
"Tapi kayanya emang ni cowok cinta banget deh sama Anna. Cuma karna Anna pindah dia malah ikut pindah juga" lanjut Lena.
Alasan Andrean pindah sekolah adalah karna Anna pindah. Andrean mengikuti Anna pindah sekolah.
"Itu dia makanya gue harus kerja sama bareng Andrean itu" Alea berdiri dengan kedua tangannya melingkar di pinggangnya "Gue gaboleh nyerah! Gue bakal memperjuangkan cinta gue!"
*
Alea mengikuti Andrean, bisa di katakan kalau Alea tengah memata-matai Andrean. Alea mengikuti Andrean kemana pun Andrean pergi, terkecuali jika Andrean ke toilet.
"Mau lo apa sih?!" Andrean mengetahui bahwa dirinya diikuti oleh Alea sejak tadi.
"Mau ngajak lo kerja sama"
"Sorry. Gak tertarik."
"Ikut gue sekarang" Alea menarik tangan Andrean. Alea membawa Andrean ke rooftop sekolah. Andrean menatap sinis ke Alea, ia berpikir gadis di depannya itu tidak waras.
"Ngapain lo ngajak gue kesini?" Alea tersenyum lalu duduk di teras rooftop. "Kan gue udah bilang, gue mau ngajak lo kerja sama" Andrean menghela nafas, ia sangat geram dengan gadis yang sok sombong di depannya itu.
"Gue gak tertarik"
"Yaelah gue kan belum bilang mau ngajak lo kerja sama apa"
"Lo mau ngajak gue kerja sama jadi pengedar kan?" Alea terbelalak, kenapa Andrean bisa berpikiran sampai ke situ. "Enggak Anj!"
"Dih kasar"
"Biarin! Masalah?" Andrean memutar bola matanya malas. "Gue pergi. Lo ngebuang waktu gue 5 menit"
"Bentar! Gue belum selesai ngomong" Alea menepuk-nepuk tempat duduk di sampingnya untuk mengisyaratkan Andrean duduk. "Gak usah, gue berdiri aja"
"Yaudah"
"Gue mau ngajak lo kerja sama, tapi sebelum itu gue mau nanya sama lo, apa lo kenal sama Anna?"
"Kenal"
"Lo suka sama Anna kan?" Tatapan dingin kembali terlihat di wajah Andrean, sepertinya Andrean tidak suka kalau ada yang menanyakan perasaannya ke Anna.
"Bukan urusan lo"
Alea menghela nafas "Tinggal jawab ya atau enggak. Gitu aja susah"
"Iya"
"Gitu kek dari tadi. Lo tau kan cowok yang sering bareng Anna belakangan ini?"
"Iya gue tau"
"Cowok itu sahabat gue! Dan gue udah lama suka sama dia. Tapi sejak Anna datang, semuanya berubah. Sean yang awalnya sama gue jadi jarang sama gue, dan itu semua gara-gara Anna!" Alea menatap tajam ke arah Andrean.
"Trus lo mau nyalahin gue gitu?"
"Iya! Harusnya itu lo pacarin Anna, biar Anna gak dket lagi sama Sean!" Alea melipat kedua tangannya dengan masih menatap tajam Andrean.
"Lo pikir gampang?"
"Nah maka dari itu gue mau ngajak lo kerja sama untuk mendapatkan cinta"
"Dih. Mendapatkan cinta? Gila ya?"
"Gue serius, kalau kita kerja sama gue yakin kita bakal ngedapetin cinta kita masing-masing. Gue dapet Sean, dan lo dapet Anna. Adil kan?"
Andrean berpikir sejenak, yang dikatakan Alea benar. Selama ini ia memang memendam perasaannya kepada Anna. Mungkin dengan bekerja sama dengan Alea ia bisa mendapatkan Anna.
"Jadi gimana? Lo setuju?"
"Oke. Gue setuju"
Alea tersenyum, kini peluangnya untuk mendapatkan Sean semakin di depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A L E A
JugendliteraturSelama 12 tahun menjalani persahabatan dengan Sean, Alea diam-diam menyukai Sean. Namun Sean malah menyukai seorang murid baru yang bernama Anna. Kemudian Alea bertemu dengan Andrean, ia juga sudah lama menyukai Anna. Mereka pun sepakat bekerja sam...
