HAPPY READING✨
JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK.
TERIMAKASIH❤
_________________________________
_________________________________
Jam istirahat, semua siswa berhamburan keluar kelas. Ada yang ke kantin, ke lapangan, ke perpustakaan dan lain-lain. Alea masih sibuk dengan gambaran miliknya, sedangkan Lena menyandarkan kepalanya ke bangku.
"Coba lo pikir, tiga hari yang lalu Devan bilang kalau dia naksir sama adik kelas yang namanya Amanda itu. Dan kemarin Devan jalan sama tu cewek! Kenapa bisa gitu sih!" Lena sejak tadi terus membicarakn Devan kepada Alea. Alea mendengarkan dengan masih sibuk menggambar.
"Kayak lo gatau Devan aja. Cewek manapun yang dia suka pasti bisa dia dapetin" ujar Alea.
"Trus kapan dia suka sama gue?" Alea menatap sahabatnya itu, Alea tau pasti perasaan Lena sekarang.
"Permisi.." Anna datang sambil tersenyum ke arah Alea dan Lena. "Kenalin nama aku Anna" Ucapnya sambil masih tersenyum.
"Alea"
"Lena"
"Kalian kenal Sean kan? Kalian tau dimana Sean?" Alea dan Lena saling melirik. Untuk apa Anna menanyakan keberadaan Sean. Rasa kesal pun Alea rasakan sekarang.
"Kenapa nanya kita?" ketus Lena.
"Hehe maaf. Aku kira kalian tau"
Alea dan Lena tidak memperdulikan Anna, mereka kembali berbincang seperti keberadaan Anna tidak ada disana.
"Maaf, apa kalian punya nomornya Sean? Kalau punya apa aku boleh minta?" mendengar ucapan Anna tadi membuat rasa kesal Alea bertambah. Jelas sekali jika gadis yang bernama Anna ini tertarik pada Sean.
"Kenapa minta ke kita? Kenapa gak ke Seannya langsung?" Alea tersenyum sinis ke arah Anna.
"Daritadi aku nyari Sean gak ketemu. Jadi aku minta sama kalian deh. Karna aku lihat kayaknya kalian deket sama Sean"
"Maaf tapi gue gabisa ngasi nomor Sean ke SEMBARANG orang" Alea menunjukkan senyum smirk miliknya. Lena yang melihat itu kemudian berbisik ke arah Alea "Bagus, lanjutkan nak"
Namun tiba-tiba Sean datang bersama Devan. Alea yang melihat itu berdecak kesal, mengapa Sean harus muncul sekarang? Arghh.
"Sean" panggil Anna. Anna langsung menghampiri Sean yang datang. "Kenapa?" tanya Sean. Anna tersenyum ke arah Sean yang lagi-lagi membuat Alea merasa sangat kesal.
"Kemarin aku lupa minta nomor kamu. Boleh minta kan?" Anna menyodorkan ponsel miliknya. Sean mengambil ponsel Anna dan memasukkan nomor miliknya.
"Udah"
"Thanks ya" Anna tersenyum lalu pergi.
"Lumayan tuh" ujar Devan. Sean tak menghiraukan ucapan Devan, ia menghampiri Alea. "Lea gue pergi ya. Lo ngomong dulu sama Sean" Lena berbisik lalu pergi dan diikuti oleh Devan.
Sean duduk di samping Alea dan menyandarkan kepalanya di bahu Alea. "Aku kecewa banget" ujar Sean sembari menghela nafas.
"Kecewa kenapa?"
"Anak kelas 12 dilarang ikut pertandingan. Katanya disuruh fokus untuk ujian" lanjut Sean, "Padahal aku udah punya persiapan matang. Tapi malah gak di bolehin"
"Ya bagus lah. Kamu kan jadi bisa fokus belajar".
"Mana bisa gitu Lea. Maksudnya kenapa gak dikasi tau dari awal aja?" Alea mendorong sedikit kepala Sean agar menjauh darinya.
"Kenapa Anna minta nomor kamu?" Alea menatap Sean, ia sangat ingin tau kenapa Anna meminta nomor Sean, dan sejak kapan mereka kenal?
"Mungkin buat gampang ngehubungin aku"
"Kenapa dia harus ngehubungin kamu?"
"Iya soalnya pak Angga nyuruh aku buat ngajarin materi sebelumnya ke Anna. Soalnya kan dia baru pindah, jadi pasti banyak materi yang lewat"
Alea melotot, kini rasa keselnya memuncak. Ia tidak bisa melarang Sean untuk tidak mengajari Anna. Ia tidak bisa apa-apa sekarang.
Lena berjalan dengan masih diikuti oleh Devan dari belakang. Lena yang mengetahui itu langsung menghentikan jalannya "Ngapain lo ngikutin gue?"
"Lo kenapa Len? Dari kemarin gue liat kayaknya lo kesel ya sama gue?" Lena mengehela nafas, lelaki di depannya ini membuatnya gemas. Apakah sedikit saja Devan tidak bisa peka?
"Udah tau kenapa nanya? Mending lo jauh-jauh deh dari gue. Gue males ngelit muka lo" Lena kembali berjalan namun tangannya di tahan Devan.
"Apa alasannya? Gue gak ngerasa pernah buat salah sama lo" lanjut Devan, "Atau.. Lo cemburu ngeliat gue sama Amanda kemarin?" Akhirnya Devan peka, namun ucapannya membuat Lena terdiam.
"Jadi bener itu alasannya?" Devan tersenyum miring, ia sama sekali tidak bisa menyukai gadis di depannya itu. Lena menghempaskan pegangan tangan Devan lalu kembali berjalan
"Lena gue udah pernah bilang sama lo kalau gue gak akan pernah punya perasaan sama lo. Jadi please lupain gue!" Devan berteriak, membuat semua orang yang ada disana menatap mereka berdua.
Lena mengepalkan tangannya, ingin sekali dia bersembunyi di lubang agar tidak ada siapapun mengetahui keberadaannya. Namun kakinya seakan membeku, kini semua orang di sekolah mengetahui rahasianya, yaitu menyukai Devan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A L E A
Novela JuvenilSelama 12 tahun menjalani persahabatan dengan Sean, Alea diam-diam menyukai Sean. Namun Sean malah menyukai seorang murid baru yang bernama Anna. Kemudian Alea bertemu dengan Andrean, ia juga sudah lama menyukai Anna. Mereka pun sepakat bekerja sam...
