"Tapi ada satu hal yang perlu gue tanyakan" ujar Andrean.
"Silahkan. Lo boleh tanya apa aja sama gue"
"Nama lo siapa?" Alea terbelalak, ia sudah berbicara panjang lebar kepada Andrean, namun Andren tidak tau namanya?
"Gue kan udah pernah ngasi tau nama gue" Alea mendengus kesal.
"Gue gak inget. Lagipula gue susah buat inget sama orang asing"
Ingin rasanya Alea memukul lelaki didepannya ini. Lelaki di depannya ini sangat amat MENYEBALKAN.
"Oke kita kenalan lagi. Kenalin nama gue Alea Adhiwitama" Alea mengulurkan tangannya, dengan perlahan Andrean menjabat uluran tangan Alea.
"Andrean Adi Winata"
***
Jam pelajaran terakhir, banyak kelas yang mendapatkan jam kosong sama seperti kelas Alea dan Andrean. Mereka memakai kesempatan itu untuk menyusun rencana.
"Oke misi yang pertama yaitu, lo deketin Anna trus anter dia pulang"
"Kalo dianya mau"
"Pasti mau! Lo halusin aja ngomong. Nih ya gue ajarin caranya" kemudian Alea mulai menatap Andrean "Anggap gue lo, dan lo itu Anna" Alea tersenyum ke arah Andrean.
"Hai Anna" ujar Alea
"Hai"
"Lo pulang bareng siapa hm?"
"Sendiri.." Alea kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Andrean. Wajah Andrean yanh di dekati itu langsung memerah "Mau pulang bareng gue gak? Hm?" ujar Alea sambil mengedipkan satu matanya.
Andrean menjauhkan wajah Alea dari wajahnya dengan mendorong jidat Alea pelan dengan jarinya. "Lo ngerti kan sekarang?"
"Ya ngerti. Tapi gue gamau nyosor-nyosor kaya lo. Dan lagi gue gamau ngedipin mata kaya gitu"
"Itu bukan nyosor tapi mendekat. Udah pokoknya lo harus ngelakuin itu. Ngerti kan?" Andrean mengangguk mau tidak mau ia harus setuju dengan rekan satu perjuangannya itu.
"Lea?"
Terdengar suara yang tidak asing memanggil namanya, Alea menoleh dan melihat Sean yang datang menghampirinya.
"Kamu ternyata disini, aku nyari kamu loh daritadi" Sean tersenyum ke arah Alea dan langsung menatap ke arah Andrean.
"Dia.."
"Dia Andrean, anak IPS 1. Andrean kenalin ini Sean sahabat gue" Alea memperkenalkan Sean ke Andrean.
"Sean"
"Andrean"
Alea yang berada di tengah Sean dan Andrean merasakan hawa dingin yang mencekam. Mereka berdua saling menatap sinis dan tajam ke satu sama lain.
Tiba-tiba bel pulang sekolah berbunyi. "Haha Sean ayo pulang, udah bel. Andrean kita duluan ya" Alea menarik tangan Sean untuk pergi.
Setelah Alea dan Sean pergi, Andrean tersenyum miring "Kalo di lihat-lihat ternyata masih gantengan gue".
Alea dan Sean kini berjalan menuju parkiran, sejak perkenalan dengan Andrean tadi Sean tidak berkata apa-apa.
"Se-..
"Kenapa kamu bisa kenal sama dia?"
"Dia? Maksudnya Andrean?" Sean mengangguk.
'Kenapa Sean nanya gini? Apa dia cemburu?'
"Ya kenal aja" Sean mengehela nafas, ia menghentikan jalannya "Jangan temenan sama dia" Sean memasang wajah serius.
"Kenapa gitu?"
"Aku denger dia di sekolahnya dulu suka ngebolos dan suka ngelanggar aturan. Aku gamau kamu ikut-ikutan nanti"
"Yaampun Sean aku itu bukan orang bodoh. Aku tau kok yang mana yang baik dan yang buruk"
"Ya tetap aja aku khawatir" Alea tersenyum, hal yang paling ia sukai adalah disaat Sean menghawatirkannya. "Udah gausah khawatir" Sean ikut tersenyum dan seperti biasa mengelus rambut Alea lembut.
Di parkiran, Alea tidak sengaja melihat Andrean yang mendekati Anna. Dengan cepat Alea menghentikan langkah Sean.
"Kenapa Lea?"
"Emm itu.. Buku catatan aku ketinggalan di kelas. Bisa tolong ambilin gak? Aku mager hehe" Sean tersenyum "Yaudah aku ambilin, tunggu disini" Sean kembali pergi kelas, sedangkan Alea mengintip Andrean dan Anna.
"H-hai Anna" Andrean mulai menyapa Anna walaupun dengan nada gugup.
"Ohh hai Andre" Anna tersenyun ke arahnya.
Andrean melihat ke sekitar dan melihat Alea yang melambai pelan ke arahnya. Alea mengisyaratkan sesuatu kepada Andrean yaitu 'Lakuin sesuai rencana kita!' Andrean mengangguk pelan.
"Lo.. Pulang bareng.. Siapa?"
"Sendiri sih. Kenapa?"
"Ma.. Ohh gitu"
"Yaudah gue pulang dulu ya. Bye andre" Anna pergi. Setelah Anna pergi Alea langsung menghampiri Andrean.
"Lo gimana si? Kan gue udah bilangin cara ngomongnya tadi" Andrean menggaruk kepalanya yang tak gatal "Gue gugup" Alea menepuk jidat, mungkin keputusan Alea untuk mengajak Andrean kerja sama adalah SALAH. Namun Alea akan bersabar, karna cuma Andrean lah orang yang bisa membantunya.

KAMU SEDANG MEMBACA
A L E A
Teen FictionSelama 12 tahun menjalani persahabatan dengan Sean, Alea diam-diam menyukai Sean. Namun Sean malah menyukai seorang murid baru yang bernama Anna. Kemudian Alea bertemu dengan Andrean, ia juga sudah lama menyukai Anna. Mereka pun sepakat bekerja sam...