HAPPY READING✨
JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK.
TERIMAKASIH❤__________________________________
__________________________________Perjalan pulang, Alea seperti biasa pulang bersama Sean. Namun sedari tadi Alea diam tidak bicara sedikit pun, itu membuat Sean sedikit kebingungan. "Dari tadi kok diem aja?" Sean heran karena biasanya Alea selalu banyak bacot di saat bersamanya.
"Gapapa. Lagi gak mood" Alea kesal karna kejadian Sean yang berjabat tangan dengan Anna.
Di depan rumah Alea, Alea turun dengan masih memasang muka kesalnya. "Ntar jadi kan dinnernya?"
"Iya, jadi"
"Ntar aku jemput ya. Harus udh siap"
"Ya"
Sean tersenyum lalu mengacak-acak rambut Alea pelan "Yaudah aku pulang dulu ya. Jangan lupa makan" Sean pun pergi dengan motornya.
Alea berbaring di kasurnya, ia sangat kesal pada dirinya sendiri, ia harusnya tidak marah seperti itu pada Sean. Sean yang tidak mengerti apa-apa pasti merasa bingung akan sikapnya tadi.
Sementara itu, Lena ada janji dengan Putra untuk belajar bahasa Inggris. Putra memang sangat pandai soal pelajaran bahasa Inggris, maka dari itu Lena meminta bantuan Putra untuk mengajarinya bahasa Inggris.
Lena duduk di salah satu kursi caffe sambil menunggu kedatangan Putra. Namun matanya secara tidak sengaja melihat Devan yang duduk di pojok caffe bersama seorang perempuan, yaitu Amanda.
Amanda adalah murid kelas 11 yang selama ini Devan taksir. Lena tidak menyangka bahwa Devan dengan cepat bisa mendekati gadis yang bernama Amanda tersebut.
"Lena" panggil Putra yang baru datang, namun Lena sama sekali tidak merespon dan masih memperhatikan Devan yang tertawa riang bersama Amanda. Putra yang ikut melihat itu langsung memegang wajah Lena "Udah jangan di lihat" Lena mengangguk pelan.
Putra duduk dan mulai memesan minuman. Lena menunduk, wajahnya mulai lesu. Putra yang melihat itu merasa khawatir "Mau pindah caffe?"
"Ngapain pindah?"
"Siapa tau lo gak nyaman"
"Gausah"
Tak lama minuman yang di pesan datang, dan mereka pun menuju tujuan awal yaitu belajar bahasa Inggris. Putra menjelaskan setiap detail cara pengucapan, cara penulisan dan lain-lain.
"Kalian disini?" Putra dan Lena menoleh, sudah ada Devan bersama Amanda yang berada di dekat mereka. Lena menatap sinis ke arah Devan dan melanjutkan aktivitasnya tanpa memperdulikan Devan.
"Iya. Kita lagi belajar bareng" jawab Putra. Devan kemudian menarik kursi lalu mempersilahkan Amanda duduk.
'brakk'
Lena menggebrak meja, matanya kini kembali menatap tajam ke arah Devan dan Amanda "Gaada tempat duduk lain ya? Sampek lo ikut duduk disini" Amanda mengurungkan niatnya untuk duduk dan kembali berdiri di samping Devan.
"Ada sih, tapi kan gue pengen duduk bareng sama sahabat-sabahat gue" ujar Devan.
Lena berdiri dan tersenyum sinis ke arah Devan "Silahkan duduk, biar kita aja yang pergi. Yuk put" Lena menarik tangan Putra dan pergi dari Caffe tersebut.
"Lena stop" ujar Putra, Lena melepas pegangan tengannya tadi "Sorry" ucap Lena lirih.
"Gapapa, lagipula minuman di caffe tadi gak enak"
"Masa sih? Bukannya itu caffe favorit lo?"
"Sekarang enggak. Yuk lanjut belajar"
***
Alea bersama Sean masuk ke sebuah restorant mewah yang sudah di pesankan oleh ayah Alea. Alea mencari keberadaan ayahnya itu dan melihat ayahnya yang melambaikan tangan ke arahnya.
"Papa" Alea memeluk ayahnya itu. Rasa rindu yang Alea rasakan akhirnya terbayarkan sudah. "Lea kangen" ucapnya lirih. Ayah Alea yang bernama Edy tersebut mengusap lembut wajah Alea "Papa juga kangen kamu sayang"
Mereka pun duduk, semua makanan sudah di siapkan di atas meja. "Gimana kabar kalian? Baik-baik aja kan?"
"Baik kok pa"
"Trus Sean?"
"Sean juga baik om"
Edy menghela nafas panjang, kini wajahnya nampak serius. "Lea, papa mau bilang suatu hal penting sama kamu" Alea menatap ayahnya "Papa mau nikah lagi"
'Deg'
Alea benar-benar terkejut dengan perkataan ayahnya tadi, sama halnya dengan Sean yang juga ikut terkejut.
"Rencananya papa mau nikah bulan depan" lanjut Edy. Alea menelan ludah, matanya kini memerah karna menahan air mata. Bagaimana tidak, ayahnya yang sangat amat ia sayangi akan menikah dengan orang asing. Dan artinya ayahnya bukan sepenuhnya milik ia lagi.
Sean menatap ke arah Alea, ia sangat tau bahwa Alea saat ini sangat amat sedih.
"Jadi ini alasan papa mau dinner sama Lea? Karna mau bilang hal ini? Apa papa sedikit pun gak kangen sama Lea?" Alea sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh. Karna Alea tidak mau terlihat lemah di depan ayahnya itu.
"Bukan gitu Lea. Papa juga kangen sama kamu. Papa tau kamu gak mudah buat nerima pernikahan papa lagi, tapi papa janji Lea papa gak akan lupain kamu. Meskipun nanti papa nikah lagi, kamu tetap anak papa"
"Udah pa stop! Lea gamau denger lagi" Alea bangun dari duduknya dan masih menatap ke arah ayahnya, Edy menunduk ia tau jika anak perempuannya kini marah dan kesal padanya.
"Papa lanjutin aja makannya, Lea udah gak nafsu makan. Selamat malam dan sampai jumpa lagi" Alea pergi dengan cepat dan diikuti oleh Sean.
Alea berjalan dengan tergesa-gesa tanpa mendengar penggilan dari Sean. "Lea stop jangan jalan lagi" Alea berhenti, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya keluar juga.
Sean menarik Alea ke dalam pelukannya. Alea masih tetap menangis, bahkan tangisannya bertambah keras. Selama ini Alea memang selalu menahan kesedihannya, dari semenjak ayah dan ibunya sering bertengkar, hingga bercerai. Dan ibunya yang selalu sibuk dan tidak punya waktu untuknya, semua itu ia tahan hingga puncaknya pada malam ini. Air matanya sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Alea melepas pelukan dari Sean, kini wajahnya di penuhi dengan air mata yang terus mengalir. "Apa aku memang bukan anak yang diinginkan? Apa seharusnya aku gak lahir ke dunia ini? Harusnya memang gitu kan Sean? Iya kan? Apa aku mati aja biar mereka ngerasa kehilangan aku"
Sean mengusap air mata Alea, ia benar-benar tidak tahan melihat gadis di depannya itu menangis. "Jangan berpikiran gitu, Lea. Kalau pun orang tua kamu gak menginginkan kamu, masih ada aku yang selalu ingin kamu ada. Jadi jangan pernah berpikiran untuk mati atau yang lainnya. Oke? Aku akan selalu ada untuk kamu Alea"
Sean kembali memeluk Alea, Alea merasakan kehangatan dari pelukan Sean tersebut. Rasa sedih dan kecewanya menghilang sedikit.
'Di saat aku merasa terpuruk dan sedih, kamu selalu hadir dan menenangkan aku. Nanti jika suatu saat nanti kamu menemukan seseorang yang kamu cintai, apakah kamu masih ada untuk menemaniku? Sama seperti sekarang ini'

KAMU SEDANG MEMBACA
A L E A
Novela JuvenilSelama 12 tahun menjalani persahabatan dengan Sean, Alea diam-diam menyukai Sean. Namun Sean malah menyukai seorang murid baru yang bernama Anna. Kemudian Alea bertemu dengan Andrean, ia juga sudah lama menyukai Anna. Mereka pun sepakat bekerja sam...