"Maksud kamu apa ngajak taruhan kayak gitu?"
Alea menatap Sean dengan serius, kini keduanya tengah berada di taman dekat kompleks rumah mereka. Sean tidak menyangka kalau Andrean memberitahu Alea soal pertaruhan mereka.
"Dia ngadu?"
"Ga ngadu, cuma ngasi tau. Apa sih yang kamu pikirin? Bisa-bisanya kamu buat taruhan kayak gini"
"Aku mau dia ngejauh dari kamu Lea. Dia bukan orang baik"
Alea kesal, Sean masih saja merasa kalau Andrean adalah orang yang tidak baik. Padahal menurut Alea, Andrean adalah orang yang sangat baik dengan kisah hidup yang masih menjadi rahasia.
"Andrean itu orang yang baik. Kamu cuma belum kenal dia aja. Karna dia sering bermasalah dulu, kamu jadi menyimpulkan kalau dia orang yang ga baik?"
"Emang itu kenyataannya"
Sean masih kekeh, ia menganggap Andrean adalah orang yang tidak baik dan akan membawa pengaruh buruk untuk Alea nantinya.
"Dia bisa aja jadi pengaruh buruk buat kamu. Dan aku gamau sampai itu terjadi. Di depan guru aja dia berani mukul aku, dia juga perokok aktif. Temen-temen dia juga kayak preman. Dan keluarganya juga gajelas. Kamu yakin mau deket sama orang kayak gitu?"
"Sean stop"
Alea benar-benar dibuat kesal dengan Sean. Menurutnya kini Sean sudah sangat keterlaluan. Ucapannya barusan bisa saja membuat Andrean tersinggung jika Andrean mendengarnya langsung.
"Aku tegasin lagi ke kamu. Andrean itu orang baik. Dia ga sejahat yang kamu pikir"
"Aku mohon stop untuk bicara hal-hal buruk lagi tentang Andrean. Aku gasuka"
Sean bungkam, Alea begitu membela Andrean. Ternyata rasa suka Alea lebih besar di banding rasa percayanya kepada Sean. Sean mengepalkan tangan, kini ia tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Mau seberapa banyak pun ia berbicara buruk tentang Andrean, Alea tidak akan perduli.
"Kamu beneran udah pacaran sama Andrean?"
Alea mengangguk, Sean tersenyum miring. Sean pikir kalau selama ini berita tentang Alea dan Andrean itu hanya sebuah gosip belaka, tapi ternyata semua itu benar adanya.
"Terus tentang perasaan kamu ke aku itu gimana? Kamu bilang kamu suka kan sama aku?"
"Aku emang pernah ngerasain suka sama kamu. Tapi setelah aku jalani ini semua, aku jadi paham kalau perasaan aku ke kamu itu cuma sekedar perasaan nyaman. Nyaman sebagai sahabat"
"Sebenarnya waktu kamu deket sama Anna itu aku ga pernah cemburu. Aku cuma kesel, karna aku ngerasa kamu di ambil sama Anna. Karna selama ini cuma kamu yang selalu sama aku, cuma kamu yang selalu nemenin aku. Aku cuma ga terbiasa kamu perhatian ke cewe lain. Aku ngerasa perhatian kamu ke aku berkurang saat itu. Aku ngerasa egois banget saat itu, maaf"
"Jangan minta maaf, kamu ga salah"
"Aku ngerasa salah, makanya aku minta maaf" ujar Alea dengan senyumannya.
Sean menatap lekat Alea. Ia benar-benar sangat merindukan gadis di depannya ini. Ia merindukan saat dimana dirinya sering bersama Alea dulu. Sering menghabiskan waktu bersama Alea, senang-sedih bersama Alea, hampir setengah hidupnya ia habiskan bersama Alea.
"Lea, aku gasuka kita yang sekarang. Rasanya asing, semuanya asing"
"Kamu pikir aku suka? Engga Sean. Rasanya sedih ngeliat kita yang sekarang, benar-benar asing"
Sean menggenggam kedua telapak tangan Alea. Ia ingin memperbaiki semuanya, memperbaiki hubungannya dengan Alea. Ia tau hal yang ia lakukan adalah bodoh. Ia sangat ingin kembali seperti dulu lagi.
"Lea, kita ulang dari awal lagi ya? Aku mau menebus semua kesalahan yang pernah aku buat ke kamu. Aku mau kita seperti dulu lagi"
"Sean, aku udah maafin kamu dan aku juga masih menganggap kamu sahabat aku. Tapi kalau untuk memulai lagi hubungan kita yang seperti dulu kayaknya gabisa. Semua terlalu sakit untuk aku, apalagi aku selalu inget tamparan keras yang kamu kasi ke aku. Itu bener-bener hal yang paling membekas di benak aku"
Alea melepas genggaman tangan Sean pelan. Sulit rasanya untuk Alea memulai kembali hubungannya dengan Sean. Alea kini hanya bisa berteman baik dengan Sean, tapi untuk melakukan hal-hal seperti dulu rasanya itu mustahil sekarang.
***
"Jadi lo nolak bersahabat sama Sean lagi?"
Alea bersama Andrean tengah menunggu bus untuk pergi ke sekolah. Alea menceritakan semua percakapan yang ia lakukan bersama dengan Sean kemarin malam.
"Gue masih mau bersahabat sama Sean kok, cuma gabisa kayak dulu lagi"
Alea berbicara sambil melipat kedua tangannya kedepan. Andrean mendengarkan dengan seksama.
"Tapi kalau pun hubungan lo sama Sean gaada masalah, lo sama Sean juga gabisa kayak dulu lagi sih"
"Emang kenapa?"
"Kan kalian masing-masing udah punya pacar. Sean pacarnya Anna, sedangkan lo pacar gue. Jadinya kan mana enak sama pasangan masing-masing"
Alea mengerutkan alis "Emang kita pacaran ya?"
"Kan emang?"
Alea yang melihat ekspresi Andrean yang lucu langsung menahan tawanya. Ia berencana untuk menjahili Andrean sedikit.
"Emang lo pernah nembak gue? Engga kan"
"Tapi kan lo udah setuju gue jadiin pacar. Bahkan lo ga nolak saat gue bilang lo pacar gue"
"Ga pernah tuh gue bilang gitu"
"Pernah, Lea"
"Engga"
Andrean merasa panik, ia langsung berpikir apakah perasaan Alea ke Sean kembali lagi gara-gara kemarin mereka mengobrol? Andrean menarik Alea agar bicara berhadapan dengannya.
"Lea, jangan bilang lo suka lagi sama Sean?"
Alea terkejut, ia tidak menyangka kalau Andrean bisa berpikir seperti ini. Terlihat dari tatapan Andrean kalau ia sangat khawatir, Alea langsung berpikir apakah Andrean takut jika dirinya kembali bersama Sean lagi?
Alea memegang kedua bahu Andrean, Alea tersenyum ke arah Andrean. Ia mencoba menjelaskan kepada laki-laki di depannya ini.
"Hey, kenapa bisa mikir gini sih Dean? Mana mungkin gue suka lagi sama Sean. Tadi gue cuma bercanda, maaf ya"
Andrean langsung memeluk Alea, ia sangat takut kehilangan Alea. Sekarang cuma Alea dan seseorang spesial itu yang Andrean punya di hidupnya.
"Tunggu hasil ujian gue, gue yakin kalau gue bisa ngalahin Sean. Gue bakal buktiin kalau gue pantas untuk lo, Lea"

KAMU SEDANG MEMBACA
A L E A
Fiksi RemajaSelama 12 tahun menjalani persahabatan dengan Sean, Alea diam-diam menyukai Sean. Namun Sean malah menyukai seorang murid baru yang bernama Anna. Kemudian Alea bertemu dengan Andrean, ia juga sudah lama menyukai Anna. Mereka pun sepakat bekerja sam...