Beberapa hari ini Alea sering menghabiskan waktu bersama dengan Sean. Sama halnya seperti dulu. Anna tidak lagi mengganggu Sean karna ia sibuk belajar, di karenakan ujian sekolah sudah hampir dekat. Anna tidak mau jika nilainya rendah nanti.
Alea tidak pernah melihat Andrean belakangan ini. Di sekolah pun ia jarang melihat Andrean. Alea naik ke rooftop dan benar saja ada Andrean yang sedang nongkrong sendirian di rooftop.
Andrean seperti memakan sesuatu, Alea mendekatinya dan ternyata Andrean tengah memakan permen bahkan sebungkus.
"Astaga Andrean" Ujar Alea.
Andrean menoleh, lalu tersenyum tipis. Andrean kembali tersenyum begitu, padahal saat itu ia sudah menampakkan sebuah senyuman manis.
"Lo lagi makan permen ya?"
"Iya"
"Maaf ya gue lupa ngasi lo permen setiap hari. Habisnya gue jarang ketemu lo"
"Iya gapapa"
Alea merasa tidak puas dengan jawaban-jawaban Andrean, Andrean hanya menjawab singkat padanya. Alea memperhatikan Andrean, lelah dan lesu terlihat di wajah Andrean. Andrean seperti orang yang tidak pernah tidur.
"Lo.. Gapapa kan?" tanya Alea, entah kenapa ia sangat khawatir pada Andrean.
"Gapapa. Oh ya mungkin beberapa hari ini gue gabisa ikut buat love mission bareng lo. Soalnya gue sibuk"
"Sibuk apa?"
"Kerja"
Alea terkejut, ia baru tau kalau Andrean bekerja. Tapi pertanyaan yang tersirat di kepalanya adalah untuk apa Andrean bekerja?
"Lo kerja dimana?"
"Di Coffee Shop. Gue jadi barista disana"
"Barista?!" Alea semakin terkejut, ternyata Andrean adalah barista Coffee.
"Kapan-kapan apa gue boleh kesana?" Alea tersenyum dengan mata yang berbinar-binar, ia ingin sekali mencicipi coffe buatan Andrean.
"Boleh banget" Andrean ikut tersenyum, kini ia memperlihatkan senyuman manisnya.
Sean duduk di bangkunya sembari membaca buku pelajaran. Di kelas hanya ada beberapa siswa saja. Lalu datang Anna yang menghampiri Sean lalu duduk di sebelahnya.
"Hai Sean" sapa lembut Anna. Sean yang melihat Anna duduk di sampingnya merasa senang. Karna belakangan ini Anna tidak pernah bersamanya lagi. Ia sedikit merindukan gadis di sampingnya ini.
"Maaf ya belakangan ini aku gak pernah sama kamu lagi" ujar Anna lagi.
Sean tersenyum "Iya gapapa. Toh kamu juga lagi sibuk belajar kan?" Anna mengangguk pelan.
"Tapi sekarang udah selesai kok. Aku capek, mau istirahat dulu"
"Gimana kalo kita jalan-jalan. Mau gak?" tawar Sean. Anna yang mendengar itu langsung mengiyakan, ia juga sangat rindu dengan Sean.
***
Alea masuk ke Coffee Shop yang di katakan Andrean. Saat masuk, suasana caffe sangatlah tenang, terlebih lagi musik yang di putar adalah musik jazz. Kemudian Alea duduk di meja nomor 7, ia melihat kesana-kemari mencari keberadaan Andrean.
Lalu datang seorang pelayan menghampiri Alea "Hallo, selamat datang di Coffee Shop kami. Disini banyak berbagai jenis coffee dari Americano, Latte, dan lain-lain. Nona juga bisa lihat di menu. Disini juga menyediakan cake strawberry, keju, dll juga. Jadi nona mau pesan apa?" Pelayan itu berbicara ramah.
Alea melihat di tag namanya tertulis nama Jeffri . Semua mata pelanggan wanita menuju ke arah pelayan yang bernama Jeffri tersebut. Alea akui bahwa Jeffri ini juga termasuk orang tampan.
"Hm maaf apa Andrean ada disini?" tanya Alea. Jeffri tersenyum "Ternyata fans Andrean juga ya?" Alea mengerutkan alisnya, Fans? Apakah Andrean se-populer itu?
"Andrean ada tapi, kayaknya lo gabisa ketemu dia deh"
"Kenapa gitu?"
Kemudian Jeffri sedikit mendekat ke telinga Alea "Soalnya cewe-cewe disini juga nunggu Andrean" ujarnya lalu kembali menjauh.
Alea kembali memperhatikan ke setiap sudut Caffe, memang banyak pelanggan wanita yang ada.
"Alea?" Alea menoleh begitu juga dengan Jeffri.
Andrean tersenyum ke arah Alea yang membuat Jeffri melotot.
"Lo jadi kesini?" Andrean datang lalu duduk berhadapan dengan Alea.
"Iya. Kan gue bilang mau kesini"
"Thanks ya udah mau dateng" Alea dan Andrean saling tersenyum satu sama lain. Jeffri yang melihat itu merasa kebingungan dan heran, karna biasanya Andrean sangat dingin dengan wanita manapun.
"Kalian saling kenal?" tanya Jeffri penasaran.
"Iya kita satu sekolah" jawab Andrean.
"Wah kenapa gak bilang daritadi sih? Kalo gitu lo aja yang ngelayanin ya, gue ke belakang dulu" ujar Jeffri lalu pergi.
"Oh ya, tunggu disini ya" Andrean berdiri lalu pergi. Tak lama ia datang sambil membawa secangkir coffe latte dan cake cokelat .
"Ini buat gue?" Andrean mengangguk.
Alea sangat terkejut, kenapa Andrean bisa tau kalau coffee latte dan cake cokelat adalah menu yang selalu ia pesan di caffe langgannya.
"Kenapa lo bisa tau kalo gue suka sama semua ini?"
"Karna menurut gue coffee latte dan cake cokelat cocok sama lo"
"Kok bisa?"
"Iya soalnya sama-sama manis"
Wajah Alea seketika merona, mendengar ucapan dari Andrean. Ia menatap wajah Andrean, Andrean tersenyum ke arahnya. Entah kenapa Andrean terlihat sangat manis sekarang.
"A-apaan sih" Alea memalingkan wajahnya.
"Emang bener kok lo manis" Andrean kembali tersenyum yang membuat Alea semakin merona.
"Ish udah! Jangan ngomong lagi"
Entah kenapa Alea merasakan hawa mencekam di sekitarnya, ternyata wanita-wanita yang menunggu Andrean tengah menatap tajam ke arah Alea.
"Tuh liat fans lo, natap gue tajem bgt" Andrean langsung menatap ke arah wanita-wanita tadi dengan tatapan tajam yang membuat mereka menunduk.
"Udah gausah di perduliin. Mending cobain coffee sama cake nya"
Alea pun miminum coffe dan mencicipi cake yang di berikan Andrean tadi. Setelah mencoba, Alea merasakan rasa manis dan juga sedikit pahit.
"Gimana? Enak?" Alea mengangguk sambil tersenyum, Andrean yang melihat itu ikut tersenyum.
"Andrean, apa gue boleh nunggu lo disini sampek lo selesai kerja?"
"Ya boleh aja sih, tapi gue kerjanya sampek malem. Emang lo mau nunggu gue sampek malem?"
Rasa kecewa Alea rasakan, padahal ia ingin menghabiskan waktu bersama Andrean. Tapi apalah daya, Andrean harus bekerja sampai larut malam. Sebenarnya Alea sangat merindukan kehadiran Andrean, karna Andrean lah yang selalu menghiburnya jika ia bercerita soal Sean.
"Lea, tunggu sebentar okey?" Andrean kembali berdiri lalu masuk ke dapur.
Tak lama Andrean kembali sambil membawa tasnya "Yuk pulang" ujarnya.
"Hah? Tapi ini kan baru jam 7. Katanya lo kerjanya sampek malem"
"Gue udah ijin. Gue gamau lo pulang sendirian" Alea tersenyum senang, entah kenapa ia sangat bahagia jika bersama Andrean. Kepedulian dan perhatian Andrean membuat rasa nyaman buatnya.
☕🥧
KAMU SEDANG MEMBACA
A L E A
Teen FictionSelama 12 tahun menjalani persahabatan dengan Sean, Alea diam-diam menyukai Sean. Namun Sean malah menyukai seorang murid baru yang bernama Anna. Kemudian Alea bertemu dengan Andrean, ia juga sudah lama menyukai Anna. Mereka pun sepakat bekerja sam...
