HAPPY READING✨
JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK.
TERIMAKASIH❤
__________________________________
__________________________________
Di sebuah kamar yang luas dimana hampir semua temboknya berisi banyak poster-poster idol, terbaring seorang gadis yang masih mengenakan baju seragamnya. Siapa lagi kalau bukan Alea.
Setelah pembicaraan yang cukup panjang bersama Sean di warung mie ayam tadi, mood Alea menjadi hancur. Yang Alea pikirkan sekarang adalah 'Apa Sean punya perasaan yang sama kayak gue?' Pertanyaan itu terus mengelilingi kepalanya.
Tak lama terdengar suara dari lantai bawah. Alea bangun dan langsung menghampiri suara itu. Di bawah, Alea turun dan melihat seorang wanita paruh baya yang tengah sibuk membawa banyak berkas-berkas kantor.
"Mama?" Wanita itu melihat ke arah Alea. "Oh kamu udah pulang, mama kira belum" wanita itu kembali sibuk dengan berkas-berkasnya. "Mama kok udah pulang? Biasanya kan pulangnya malem" Alea menghampiri Mamanya.
"Lagi ngambil berkas" Mama Alea yang bernama Yani tersebut berbicara tanpa menatap Alea "Ohh" ujar Alea. Semenjak ibunya bercerai, ibunya selalu sibuk dan tidak punya waktu untuk Alea sedikit pun.
"Mama mau ke kantor lagi. Kalo mau makan beli aja ya. Nih uangnya" Yani menaruh Selembar uang di meja lalu pergi. Alea berbaring di sofa, Alea merasa bahwa dirinya yang sekarang sangat jauh dari ibunya bahkan sangat jauh. Alea sampai lupa kapan terakhir kali menghabiskan waktu bersama sang ibu.
'Drtt.. Drtt.. Drtt..' ponsel milik Alea berbunyi, dan itu adalah sebuah panggilan masuk dari Ayahnya.
'Hallo Papa" ujar Alea lembut.
"Ini Lea kan?"
"Iyalah Lea siapa lagi!" Alea mendengus kesal.
"Hahaha maaf ya sayang, papa bercanda tadi. Gimana kabar kamu sayang? Baik-baik aja kan? Trus gimana sekolah kamu? Nilai kamu gak turun kan?"
"Papa stopp.. Alea bingung mau jawab yang mana dulu.."
"Papa terlalu cerewet ya?"
"Iya papa cerewet. Tapi Alea suka kalo papa lagi cerewet hahaha"
"Dasar.. Besok kita Dinner yuk? Sekalian ajak Sean juga ya. Mau?"
"Mau dong! Besok jam 7 ya pa"
"Oke sayang. Papa tutup dulu. Bye"
Telfon terputus. Mood Alea kembali naik setelah berbicara pada Ayah kesayangannya tersebut. Alea memang sangat dekat dengan ayahnya dan jarang bersama Ibunya.
***
Sore harinya, Alea buru-buru pergi karna hari ini ia ada janji mebuat tugas bersama Sean di taman dekat kompleks perumahannya. Namun Alea terlambat karna ketiduran dan kini ia terburu-buru.
Sampai disana, Alea melihat Sean yang sedang duduk sendirian di sebuah gazebo. Dengan cepat Alea langsung menghampirinya. "Sean.." Alea memanggil Sean dengan nafas yang terengah-engah.
"Duduk" ujar Sean, Alea pun duduk. Kini mereka berhadapan dan saling memandang satu sama lain. "Kamu terlambat 10 menit 15 detik" Sean berbicara sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Iya.. Maaf" ujar Alea lirih. "Tadi itu aku ketiduran trus saat aku bangun udah jam 4 sore" lanjut Alea. "Ohh jadi gitu. Oke sebagai hukumannya, kamu rangkum tugas punya aku. 5 lembar aja"
"L-lima lembar?" Alea menelan ludah, tugas miliknya masih ada 10 lembar, dan sekarang ditambah tugas Sean lagi 5 lembar jadinya tugas miliknya adalah 15 lembar.
"Pfff.. Hahahaha" Sean tertawa. "Aku cuma bercanda Lea. Mana aku tega sama kamu" Sean mengusap lembut rambut Alea. "Nih aku udah buatin 5 lembar tugas kamu. Biar kamu gak capek-capek buat lagi" Sean tersenyum dengan masih mengelus rambut Alea. Tulisan Sean dan Alea memang hampir mirip, bahkan sama persis.
Jantung Alea berdetak kencang. Kelembutan Sean benar-benar membuat Alea menjadi tambah menyukai Sean. "Lanjut gih buat lagi 5 lembar" ujar Sean. Alea kemudian melanjutkan membuat tugas miliknya.
'Kalau sikap kamu terus kayak gini, gaada salahnya kan kalau aku terus berharap?'
KAMU SEDANG MEMBACA
A L E A
Teen FictionSelama 12 tahun menjalani persahabatan dengan Sean, Alea diam-diam menyukai Sean. Namun Sean malah menyukai seorang murid baru yang bernama Anna. Kemudian Alea bertemu dengan Andrean, ia juga sudah lama menyukai Anna. Mereka pun sepakat bekerja sam...
