Chapter 13: Sore hari bersama Andrean.

33 6 1
                                        

HAI UDAH CHAPTER 13 AJA NIH.

JANGAN LUPA VOTE SAMA COMMENNYA YA.

TERIMAKASIH✨

________________________________

Alea berada di taman belakang sekolah sambil menggambar di buku kecil miliknya. Suasana hatinya sedang bagus karna janji Sean yang akan mengajaknya untuk makan mie ayam seperti dulu.

"Ohh lo disini" Alea menengok, terdapat Andrean yang datang lalu duduk di sampingnya. "Lagi ngapain lo?" tanya Andrean.

"Gak liat? Gue lagi ngegambar"

"Emang bisa?"

Alea tersenyum miring "Bisa lah! Denger ya gue ini juaranya menggambar" Ujar Alea menyombong.

"Sahabat lo itu lagi ngajarin Anna lagi?"

"Iya. Seperti biasa"

"Tumben banget lo gak marah-marah seperti biasa"

Alea menatap Andrean sambil mengibaskan rambutnya pelan. Senyum manis nampak di bibir mungilnya "Iya dong! Soalnya nanti gue ada janji sama Sean buat makan mie ayam"

"Di ajak makan mie ayam aja seneng"

"Seneng lah! Mie ayam itu ibaratkan suatu cinta yang di berikan Sean untuk gue" Alea kembali tersenyum sambil membayangkan betapa menyenangkannya nanti makan bersama Sean.

"Alay lu" Andrean beranjak dari duduknya lalu berjalan pergi. "Mau kemana lo?" tanya Alea.

"Ke rooftop"

"Ikutttt"

Sean berada di kelas bersama Anna. Seperti biasa Sean mengajari Anna beberapa materi pelajaran. "Ntar pulang sekolah belajar lagi?" tanya Anna.

"Jangan dulu ya. Soalnya aku udah janji sama Lea buat makan mie ayam. Waktu itu aku udah batalin karna ngajarin kamu"

"Ohh. Aku boleh ikut?" Anna tersenyum.

"Gimana ya..."

"Plis.. Aku juga suka mie ayam. Boleh ya sean" Anna memasang wajah memelasnya, yang membuat Sean tidak tega untuk menolaknya.

"Yaudah"

"Thank you,Sean" Anna tersenyum.

*

Di rooftop, Alea duduk di pinggir balkon sedangkan Andrean berdiri sambil mengeluarkan rokok dari sakunya.

"Lo ngerokok?!"

"Iya"

Alea baru teringat kata-kata Sean yang mengatakan kalau Andrean adalah salah satu siswa yang bermasalah.

"Lo tau kan kalo ngerokok itu bahaya untuk kesehatan?"

"Iya gue tau"

"Trus kenapa lo masih ngerokok?"

"Karna suka aja"

Alea bangun lalu merampas rokok di tangan Andrean, kemudian rokok itu ia patahkan menjadi dua "Pokoknya gue gamau lo ngerokok lagi!" Andrean tersenyum miring, ternyata gadis di depannya ini juga punya kepedulian.

"Hm iya"

Mereka kemudian duduk berdampingan sambil menikmati angin yang berhembus. Alea melirik ke arah Andrean, Andrean menatap lurus ke depan. Alea baru sadar kalau bulu mata Andrean sangat lentik, hidungnya juga lumayan mancung. Bibir mungil yang merah itu dan juga kumis tipisnya membuat ketampanan Andrean meningkat. Pantas saja jika banyak siswa perempuan yang tertarik padanya.

A L E ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang