Diantar pulang

279 28 25
                                        

Typo✌

Happy reading

=======🌻🌻🌻🌻🌻

Jennie yang heran melihat mobil Yoongi terparkir didepan gedung Lapas itu pun segera berjalan menghampirinya.

'Tuk! Tuk! Tuk!" Jennie mengetuk pintu kaca mobil bagian samping.

Yoongi yang ternyata sedang tidur didalam mobilnya itu pun terbangun, dan sambil menggeliatkan tubuhnya ia melihat kearah Jennie yang sedang menatapnya dari luar.

Kemudian ia pun menurunkan jendela kaca mobilnya itu.

"Sedang apa kau disini?" tanya Jennie saat siempunya mobil telah menunjukan muka bantalnya itu.

"Menunggumu," jawabnya singkat.

"Hah? Menungguku?" Jennie bingung.

"Kau sudah selesai mengunjungi Ayahmu, kan?"

"Eum."

"Cepat masuk!" Yoongi memberi isyarat dengan tangannya agar Jennie masuk kedalam mobilnya.

"Untuk apa aku harus masuk kedalam mobilmu?"

"Aku antar kau pulang!"

"Eh? T-Tidak perlu. Kau tak perlu mengantarku pulang, aku bisa pulang sendiri menggunakan bus," jawab Jennie.

"Aku bilang cepat masuk!!" ucap Yoongi lagi dengan nada tinggi.

"I-Iya, baiklah!" entah kenapa Jennie merasa takut dan menurut begitu saja.

Jennie pun duduk disamping Yoongi dengan wajah cemberut. "Dasar udah sombong, suka nyuruh-nyuruh, suka maksa pula! nyebelin!!" batin Jennie.

"Kau tinggal dimana?"

"Dibumi," jawab Jennie.

Yoongi memutar bola matanya jengah sambil menghela napas. "Ck, iya aku tahu kalau kau itu mahluk bumi sama sepertiku. Tapi dibumi sebelah mana rumahmu?" ucap Yoongi geregetan.

"Aku tinggal dijalan Apgujeong."

"Oke!" Yoongi pun segera menyalakan mesin mobilnya dan menuju alamat yang disebutkan Jennie tadi.

***

Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Yoongi pun telah berada disekitar jalan Apgujeong.

Namun tiba-tiba...

"Tuan muda, tolong turunkan aku dihalte didepan sana saja, ya!" pinta Jennie.

"Loh, kenapa? Kita kan belum sampai?"

"Iya, aku tahu. Tapi rumahku sudah dekat dari sini. Jadi aku akan berjalan kaki saja."

"Aku antar sampai depan rumahmu saja, jadi kau tidak perlu berjalan kaki!" bujuk Yoongi.

"T-Tidak perlu, jangan! Aku mohon turunkan aku dihalte itu saja!" Jennie memohon dengan sangat, karena ia takut Taehyung akan memergokinya.

"Aneh, kenapa dia tidak mau kuantar sampai depan rumahnya? Apa dia tidak ingin aku mengetahui dimana letak rumahnya?" batin Yoongi heran.

Dengan terpaksa Yoongi pun meminggirkan mobilnya didepan halte yang ditunjuk Jennie tadi.

"Terimakasih sudah mengantarku, tuan muda," ucap Jennie kali ini dengan nada sopan.

"Eum," sahut Yoongi dengan nada datar.

"O ya, Ayahku tadi mengucapkan banyak terimakasih atas makanan titipanmu," lanjut Jennie.

"Ah, iya sama-sama," kali ini Yoongi melihat kearah Jennie dengan sedikit tersenyum tipis.

"Kalau begitu aku pamit!"

Cinta dan Kebohongan (YoonNie) END☑Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang