07 ; Just Like This!

512 78 37
                                        

tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡

semua nama, karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam llf hanyalah fiksi.



•••

"Dareen, pelan-pelan. Sakit," rintih Valentine. Raut wajahnya kesakitan. Sesekali menarik sedikit ke bawah bagian lengan bajunya agar Dareen bisa lebih mudah melakukan aktivitasnya.

"Iya iya ini gua pelan-pelan," balas Dareen. Sembari membenarkan posisinya. "Sakit banget?" tanyanya penasaran.

"Perih. Agak sih,"

Valentine terduduk di kursi meja makan. Dengan posisi membelakangi Dareen. Sementara Dareen sendiri mengambil posisi berdiri untuk mengobati luka Valentine.

Dareen sempat melamun dan menelan air liurnya jelas-jelas sesaat setelah melihat bagian punggung Valentine yang terlihat begitu nyata di hadapannya.

Ya. Bahu, punggung, dan leher. Semua itu kini menjadi pemandangan indah untuk Dareen.

Bagaimanapun Dareen juga seorang pria dewasa. Tentu, dia bisa saja tergoda jika dihadapkan dengan bahu dan punggung Valentine yang bisa dibilang cukup cantik.

'Inget, Ren. Cuma temen lu! Sadar!' ucap Dareen dalam hatinya. Dareen mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri agar tidak melewati batas dengan Valentine.

"Iya bentar ya, dikit lagi. Lima menit lagi selesai nih gua kompres lukanya," balas Dareen penuh perhatian.

"Pelan-pelan," pinta Valentine. "Masih perih,"

"Iya, tenang aja." jawab Dareen. "Ini lu sengaja lepas cardigan dari parkiran tadi biar gua bisa liat luka memarnya?" tanya Dareen spontan. Tentu hal itu langsung membuat Valentine mati kutu dan membeku di tempat.

'DAMNㅡ mati gue' umpat Valentine dalam hati. 'He knows? What the fck Valentine!'

Tentang luka memarnya, Valentine memang sudah menyembunyikan itu dari kemarin. Dari saat mereka berlima sudah mulai berkumpul bersama di Apartemen milik Grace.

Sebenarnya semalam Valentine juga sempat merintih kesakitan saat Dareen merangkul tubuh langsing miliknya semalam. Hanya saja, gadis itu terus menahan agar suara rintihannya tidak terdengar jelas.

Karena Valentine sedang mencoba menutupi rasa sakit akibat luka memar dari semua sahabatnya. Perempuan itu juga sengaja memakai baju dengan lengan panjang agar dapat melancarkan aksinya.

Agar Jovanna, Grace, Serafina dan Dareen tidak mengetahuinya terlebih dahulu. Karena Valentine tidak ingin membuat sahabatnya khawatir. Lagi pula malam itu, Valentine hanya ingin bersenang-senang tanpa harus mengkhawatirkan sesuatu.

Ya.

Tanpa harus mengkhawatirkan dirinya sendiri. Karena Valentine sudah sangat tahu bagaimana cara untuk menangani hal ini.

Valentine hanya ingin menghabiskan wine miliknya. Valentine hanya ingin bercanda dan tertawa sesuka hatinya. Valentine juga hanya ingin dirangkul dan dimanja oleh Dareen sepuasnya.

Yeah. That's all and that's why she lies.

Lagi pula itu memang cara Valentine untuk menghibur dan membahagiakan dirinya. Valentine juga tak sepenuhnya berbohong.

97z LOVELESS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang