tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di LLF. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle hehe ♡
semua nama, karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam llf hanyalah fiksi.
•••
"Di setiap keputusan pasti akan selalu ada tanggungjawab. Termasuk rela bertanggungjawab atas kehilangan."
•••
Malam itu sekitar pukul 22:30, suasana di dalam apartemen terlihat cukup ramai dari malam-malam biasanya. Karena saat ini, ruang tamu terlihat padat dan penuh.
Menampilkan tiga orang gadis cantik yang tengah duduk di sofanya masing-masing.
Apartemen minimalis itu milik salah seorang gadis yang tengah berjalan ke arah dapur untuk sekedar mengambil gelas wine demi menyambut kehadiran sahabat baiknya yang baru saja sampai.
Iya.
Apartemen mewah bergaya modern itu milik Grace Alicia dan yang baru saja tiba di sana adalah Jovanna Adhitama, dengan wajah yang sudah kusut, semeraut tak karuan.
Entahlah sedang kenapa gadis itu.
Serafina dan Valentine yang sedari tadi sudah duduk di atas sofa lembut hanya bisa menatap wajah Jovanna penuh tanda tanya. Saling melirik untuk satu sama lain sembari terus memberi tatapan bingung pada sahabatnya.
Seolah, ini anak lagi kenapa?!
Sesekali Valentine juga memberi sepotong pizza untuk Jovanna yang masih terlihat murung itu. "Ini," tawar Valentine pelan.
"Kenapa sih?! What's wrong?!" sambung Valentine lagi ketika potongan pizza malah kembali mendarat di tangannya.
Iya. Jovanna menolaknya.
Menolak memakan makanan yang begitu dirinya sukai. Aneh memang. Tapi, itulah Jovanna Adhitama.
Jika mood sudah hancur. Makanan apapun akan sulit masuk ke dalam mulut apalagi perut mungilnya.
"Oh my god! Jovanna nolak pizza! Grace look! Jova nggak mau makan pizza!" seru Valentine kemudian ia tertawa terbahak-bahak. Diikuti suara tawa Serafina yang mengiringinya.
Sementara ledekkan tawa barusan hanya dipandang sebelah mata oleh Jovanna.
"Girls please, i'm full," bantah Jovanna masih dengan wajah kusutnya. Hal itu tentu membuat Valentine mengangguk dan meletakkan pizza kembali ke tempatnya.
"Kenyang atau lagi galau?" tebak Grace to the point lalu duduk di samping Jovanna dan meletakkan gelas wine di meja.
Sontak pertanyaan Grace barusan langsung mendapat tatapan tajam dari kedua mata bulat milik Jovanna.
Seolah, What?!
"Siapa yang galau sih? Gue?" ucap Jovanna balik bertanya. "Ya kali? Seorang Jovanna Adhitama galau! Enggak worth it banget!" lanjutnya mengangkat kedua bahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
97z LOVELESS ✓
Fanfiction❝We've Lost Something Once, But We Have Each Other Now.❞ [END] ㅡ a wattpad story by dearsoftpeach, July 2021
