34 ; The Truth Between Us

318 52 24
                                        

tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡

semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.

•••

"JAWAB GUE LO SIAPA?!" teriak Valentine histeris. Tak lama gadis itu langsung jatuh ambruk. Valent jatuh tersungkur. Tubuhnya lemas tak berdaya. Tenaganya juga habis.

Dareen yang melihat semua itu dengan mata kepalanya sendiri langsung memeluk tubuh Valentine. Karena Valentine menangis keras. Wajah cantiknya basah penuh air mata. Gadis itu tahu bahwa ini adalah pertengkaran hebat pertamanya dengan sang Mommy. Valentine terus menangis di pelukan Dareen. Memeluk Dareen, membiarkan teman prianya itu untuk menenangkan dirinya yang sedang kacau ini.

"Dareen, gue takut..." lirih Valentine. Menangis. Karena untuk pertama kalinya Valent benar-benar mengungkapkan segalanya di depan orang tuanya sendiri.

Dareen mengangguk paham. Kemudian mulai mengelus pelan rambut Valentㅡ penuh kasih sayang dari seorang sahabat. Lalu membawa tubuh wanita itu untuk masuk ke dalam kamar milik Lily terlebih dahulu.

Adrian yang bisa melihat bagaimana Valent menangis histeris juga semakin gelisah di sana. Adrian hanya bisa menahan segala kekesalan yang hadir menghantam dirinya.

"Duduk di sini bentar," kata Dareen berlutut di hadapan Valentine yang sudah duduk di atas ranjang. "Gua mau bicara sama Adrian," kata Dareen lagi. Pamit. Kemudian pergi beranjak meninggalkan Valentine di dalam kamar.

•••

"IBUUUUUU" rengek Serafina kesal. "Serafina nggak mau kalau harus kerja di sini!" ucapnya.

"Cuma tiga bulan aja, sayang," balas sang Ibu. "Om kamu lagi nggak bisa urus manajemen restoran hotel karna harus cuti pengobatan,"

"Tapi kenapa harus Sera?! Kenapa nggak Kak Sean aja?!" sungut Serafina menolak keras.

"Sean masih ada urusan di yayasan Rumah Sakit. Kamu memang mau kalau Ayah suruh kamu untuk menggantikan Sean?" ucap Ayah Serafina menatap kedua bola mata putrinya.

"Kenapa nggak rekrut karyawan baru aja sih?!" timpal Serafina. Siang itu Sera begitu terkejut ketika Ayahnya meminta wanita itu untuk ikut ambil andil dalam mengelola bisnis keluarga.

Serafina diminta untuk menjadi penanggung jawab restoran hotel milik keluarga besarnya. Tentu saat Evans sudah pergi dari pandangan kedua bola matanya tadi. Dan itu juga yang menjadi penyebab mengapa Serafina semakin tidak ingin mengabulkan permintaan Ayahnya.

Serafina bayanginnya aja udah nggak bisa, apalagi setiap hari HARUS ketemu Evans.

SERA BENER-BENER NGGAK SANGGUP. ARGH.

"Om kita nggak bisa kasih percayaan ke orang lain, Ra." jelas Sean dari samping kanan Sera penuh kesabaran. "Lagi pula cuma tiga bulan, lumayan buat isi waktu luang kamu. Enggak akan ganggu kerjaan kamu sebagai pengisi radio juga, Dek." lanjut Sean bijak sekali.

"Kakㅡ" gerutu Serafina. Menoleh pada Sean.

"Tugasmu itu hanya menilai kinerja Chef dan para pegawai yang ada di sini aja, Nak." ucap sang Ayah kembali meyakinkan putrinya.

97z LOVELESS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang