tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua. please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
•••
<<<
Jakarta, beberapa hari yang lalu...
"Adrian?" sapa Grace yang baru saja tiba di dapur kantor milik divisi mereka. Sore itu, Grace terlihat berwibawa dengan blazzer hitam dan jeans yang dikenakannya.
"Iya, Bu?" sahut Adrian menoleh ke arah suara wanita yang sudah ada di dekatnya.
"Nggak usah panggil Ibu terus dong, jam kantor juga kan udah abis," pinta Grace.
"Hehehe saya harus panggil Ibu apa?"
"SAYANG!" sungut Grace emosi, "Ya Grace aja, kita kan seumuran? Tuaan lo malah!"
Adrian terkekeh. "Ibu mau kopi?" tawarnya.
"Boleh,"
"Sebentar, biar saya buat. Mau pake ice? Atau kopi hangat seperti saya?" katanya.
"Ice coffee," ucap Grace yakin.
"Oke," balas Adrian tersenyum ganteng.
"Kalau gitu, gue tunggu lo di rooftop,"
Adrian mengangguk mengerti. Selang menit berlalu, Ia sudah membawa dua gelas kopi di tangannya. Berjalan menghampiri Grace yang tengah asik memandangi luasnya kota Jakarta dari atas gedung pencakar langit.
"Kalau saya panggil Alicia mau?" tanya Adrian sembari memberi ice coffee untuk Grace. Ia juga tak ragu untuk menatap wajah wanita yang ada di sampingnya.
"Thank you ya!" balas Grace saat ice coffee sudah di tangannya. "Hm duh gue trauma! Jangan panggil itu. Panggil Grace aja atau Gresy. Hm tapi terserah lo deh, senyaman lo aja. Cuma ya jangan panggil Ibu kalau di luar kantor gini, okay?" pinta Grace lalu menyeruput ice coffee miliknya. "Enak,"
"Namanya juga kopi instan, Bu,"
"Eh tapi jangan salah, nggak semua orang tau bisa buat kopi jadi enak meski itu kopi instan. Tapi lo bisa nih. Ternyata lo ahli di semua bidang ya," puji Grace tertawa geli.
"Ibu lebih suka ice coffee berarti?"
"Sore-sore gini emang lebih enak ice coffee daripada kopi panas. Menurut gue lho ya,"
"Iya, enak."
"Lho?! Punya lo ice coffee juga?" tanya Grace sembari melihat ke gelas milik Adrian.
"Iya. Saya mau ikut Ibu," kata Adrian polos.
Grace tertawa. "Tuh kan! Kalau gue sih jam kantor habis tuh malah mumet minum kopi panas. Enggak ke charge energi gue, kecuali kalau pagi ya. Karena kadang cuaca masih dingin. Apalagi kita ada di ruangan ber-ac," jelas Grace panjang lebar lalu meminum lagi ice coffee miliknya. "Makasih ya, Adri!"
"Tadi Ibu bilang trauma kalau dipanggil Alicia? Trauma kenapa?" tanya Adrian.
Grace tersenyum kaku. "Ada lah! Udah dong jangan panggil Ibu terus! Liat udah jam 5 sore. Udah abis jam kantor kita!"
KAMU SEDANG MEMBACA
97z LOVELESS ✓
Fanfiction❝We've Lost Something Once, But We Have Each Other Now.❞ [END] ㅡ a wattpad story by dearsoftpeach, July 2021
