18 ; What Should I Do?

408 65 13
                                        

tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡

semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.

•••

Setelah cukup lama memandangi wajah tampan Kala, perlahan lamunan milik Jovanna langsung pecah kembali.

Membuat gadis itu tersadar bahwa tak mungkin rasanya jika suatu saat Kala dapat membuatnya jatuh hati. Kalau pun memang bisa pasti akan sulit sekali.

Karena hati Jovanna itu terkunci dan untuk membukanya tentu tidak akan mudah jika tak ada kemauan besar dari si pemilik hati itu sendiri.

Terlebih untuk saat ini, hatinya masih milik Adam. Jovanna masih mencintai Adam dengan setulus jiwanya. Wanita cantik itu masih belum bisa melupakan Adam.

Walau hubungannya selalu saja terhalang restu Dareen sahabatnya sendiri, namun tak bisa dipungkiri bahwa Jova memang masih benar-benar menginginkan Adam dalam hidupnya. Entah apa yang sudah Adam buat. Jovanna hanya mencintainya.

Adam memang sempurna. Tapi cinta yang Adam beri untuk Jovanna tidak pernah sempurna. Iya. Cinta Adam tak pernah sesempurna cinta yang Jovanna beri.

"Lo udah berapa lama ngekost di Jakarta?" tanya Jovanna untuk kembali mencairkan suasana.

"Lama sekali. Dari adik-adik masih kecil," jawab Kala. Yang sudah meletakkan ponsel miliknya kembali di dalam kantung jaket.

Di sana Jovanna mengangguk paham. Kemudian membuka pertanyaan lagi. Karena memang sifat keingintahuannya begitu banyak. "Adik-adik lo kerja juga?"

Kala Noah menggeleng. "Enggak kalau untuk itu. Mereka berdua nggak bisa saya biarin kerja dulu karena masih harus kuliah. Nanti fokus mereka terganggu."

"Jadi semua lo yang bayarin?! Biaya hidup plus biaya kuliah mereka juga?!" pekik Jovanna kaget. Tak percaya.

Baru pertama kali juga rasanya Jovanna melihat ada pria segigih dan sekuat Kala. Karena biasanya yang berhasil Jovanna kenal hanyalah laki-laki manja dari keluarga kaya raya dengan semua fasilitas yang sudah terpenuhi.

"Iya, saya sendiri." jawab Kala santai.

"Gue speechless..." lirih Jova masih dengan menatap wajah polos Kala. Terlihat sekali dari wajah pria itu bahwa Kala memang benar-benar seorang tulang punggung keluarga.

Keringat di lehernya, debu halus di wajahnya, rambut yang tak selalu rapi menunjukkan kalau Kala itu memang seorang pekerja keras sejati.

"Tapi, kalau untuk biaya kuliah, mereka berdua sudah dapat beasiswa," jelas Kala. Mencoba untuk meyakinkan Jovanna agar tidak perlu repot-repot mengakhawatirkan keadaan keluarganya.

Jova tersenyum tipis. "Aduh tapi tetep aja pasti berat," balasnya. Senyuman tipis itu juga menjadi senyuman canggung karena perasaan iba yang hadir dari dalam diri seorang Jovanna untuk Kala.

"Nggak berat. Kalau dijalani dengan senyum dan semangat untuk mereka." jawab Kala. Tidak lupa menampilkan lagi senyumannya pada Jovanna. Sebuah senyuman tegar yang terpatri jelas sekali.

"Duh jadi mellow gini deh obrolan kita. By the way Kala, lo mau nggak gue ajarin jadi bad boy?"

"Bad boy?"

"Iya. Cowok nakal. Masa lo nggak tau?"

"Jadi Bad boy gimana maksud kamu?"

"Ya biar lo nggak polos-polos amat jadi cowok,"

97z LOVELESS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang