29 ; Who Are You?!

304 50 7
                                        

tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡

semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.

•••

"Ck," decak Serafina. Sontak detik itu juga Evans langsung menatap tajam wajah Sera dari tempat duduknya dan berkata, "Tidak sopan sekali, Serafina Rain Soediutomo!"

"Iya! Saya nggak sopan sama orang yang tepat! Terus kenapa?! Anda yang mulai duluan! Buruk ya? Apa yang buruk dari seorang anak perempuan yang sedang mengambil cuti demi menjenguk orang tuanya?! Ucapan anda itu bukan hanya sekedar pendapat! Tapi juga penghinaan terhadap sahabat saya! Juga saya sebagai seorang perempuan! Sebenarnya anda ada masalah apa sih?!" omel Serafina panjang lebar. Sesekali ia mengibaskan rambut panjangnya.

"Hm sangat tidak jelas." sahut Evans geleng-geleng kepala.

Seolah pria itu memang tak mau peduli dengan celotehan milik Serafina. Bahkan Evans masih sempat-sempatnya menyeruput ice coffee yang sudah dirinya pesan tadi dengan ekspresi santai.

"Ternyata saya sudah buang-buang waktu berharga di tempat seperti ini. Cih, dasar gadis aneh! Lipstickmu terlalu mencolok. Lebih baik hapus saja!" sambung Evans.

"Hah?" Serafina mengerutkan alisnya. "Maksud anda apa? Kenapa jadi bahas warna lipstick saya!" timpal Sera tidak terima. Kedua lengan juga masih ada di dada. Pagi itu, Serafina Rain kesal sekali.

"Warnanya aneh. Mengganggu," balas Evans lalu bangkit dari duduknya dan melangkah pergi dari hadapan Sera.

"Asal anda tahu! Aura anda juga aneh!" celetuk Serafina. Membuat Evans secara otomatis menghentikan langkah kakinya untuk kembali ke tempat dan langsung menatap kedua bola mata Serafina tajam.

"Apa? Berani lo sama gue?! Iya?!" sungut Serafina ketika mendapat tatapan tajam dari Evans. Kali ini gadis kelahiran kota Surabaya itu sudah tidak memperdulikan tatak rama dalam berbicara dengan rekan kerja. Karena Serafina tahu harus bersikap seperti apa dengan orang seperti Evans

"Kenapa?! Warna lipstick gue ingetin lo sama mantan pacar lo? Hah Iya?!"

Evans masih diam dengan kedua bola mata yang masih terus menatap tajam Serafina. Seolah memang ada maksud terselubung dibalik tatapan maut milik laki-laki itu.

Sementara Sera masih terus melampiaskan ekspresi penuh kekesalan juga emosi pada pria yang berprofesi sebagai Chef ini.

Serafina sama sekali tidak takut untuk membalas tatapan tajam Evans dengan tatapan tajam miliknya juga. Kini, kedua kaula muda itu tengah beradu pandang.

Mereka juga sama sekali tidak peduli dengan pandangan pengunjung Café.

Sebenarnya sebelum berangkat tadi, mood dan perasaan Serafina bisa dibilang sangat bagus. Bahkan Sera sempat berjoget ria di dalam kamar mandinya karena saking senangnya ia akan bertemu seorang pria dengan profesi Chef yang bisa dibilang sudah sangat handal.

Sejak usianya 17 tahun, Serafina memang memiliki cita-cita untuk memiliki kekasih dengan profesi tersebut. Sudah sejak lama Serafina mengharapkan juga memimpikan halnya. Di khayalan Sera itu manis sekali.

97z LOVELESS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang