tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
•••
"Kala?"
"Ya?"
"Lo nggak punya pertanyaan apa gitu buat gue? Masa dari tadi gue yang tanya terus..." ucap Jova bibirnya mengkerut ke bawah.
"Hm..." Kala mengusap dagunya kasar. Pria itu sedang mencari topik pembicaraan.
"Ayok gue tungguin nih," lanjut Jovanna. Excited. Gadis itu memang selalu punya segala cara untuk memancing Kala bicara.
"Rumah kamu bagus. Ah apartemen kamu maksud saya," kata Kala. Saking gugupnya Kala sampai salah sebut.
Ya iya lah siapa yang nggak grogi ditatap pujaan hati? Kala sedang ada di posisi itu.
Jovanna cekikikan ketika mendengar apa yang barusan keluar dari mulut laki-laki pekerja keras itu. Masa iya topik yang Kala dapat hanya sebatas ini?! Pantas saja Jova geli. Geli sekali malah.
Karena Kala benar-benar berbeda dari semua pria yang pernah Jovanna temui sebelumnya. Ada sesuatu di matanya.
"Ya tuhan Kala! Lo polos banget sih!" seru Jova masih terkekeh geli, "Emangnya lo nggak pernah deketin cewek gitu? Pdkt?"
Melihat Jova tertawa membuat Kala juga ikut tersenyum bahagia. Telinga Kala Noah sudah hampir merah teman-teman. Malu
"Jovanna cantik sekali kalau sudah ketawa seperti ini." ucap Kala dalam hati.
Mata Kala seperti tidak ingin berkedip saat sudah menatap Jovanna. Jovanna benar-benar mampu menyihir Kala dengan segala sihir yang dirinya punya.
"Iya. Belum pernah. Ini pertama kali," kata Kala tersenyum sembari mengusap kedua pahanya kasar. Kala benar-benar gugup.
Jova mengangguk mengerti. "Lucu deh!" katanya lalu tersenyum manis pada Kala. Kala ya sudah pasti semakin jatuh hati.
"Jovanna lebih lucu hehehe," batin Kala.
"Gue mau tanya sesuatu boleh?"
"Tanya aja,"
"Tapi sorry banget sebelumnya. Karna gue tau ini privacy lo."
"Nggak papa, Jova. Tanya aja. Saya pasti jawab," balas Kala lembut masih dengan senyuman andalannya.
"Lo serius tinggal di Jakarta sama dua adik lo dengan gaji maaf tiga juta perbulan?!"
Kala sempat terdiam. Memang benar ini privasinya tapi Kala juga tahu kalau Jova sudah menanyakannya dengan sopan.
"Iya, betul. Kenapa memangnya?"
"Gue kagum aja. Kok bisa gitu..."
"Aneh ya buat kamu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
97z LOVELESS ✓
Fiksyen Peminat❝We've Lost Something Once, But We Have Each Other Now.❞ [END] ㅡ a wattpad story by dearsoftpeach, July 2021
