tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
•••
<<
"Mending lo nangisin Adrian sana di bath-up sambil play Ku Tetap Menanti by Nikita Willy, lo juga dulu menjiwai banget nyanyi lagu itu." ungkap Valentine berdasarkan kenangan yang tersimpan di memorinya.
"Bacot!" ucap Grace keras lalu mematikan sambungan telfon. Meninggalkan Valent yang sepertinya sedang tertawa karena berhasil membalas ledekan sahabatnya.
Sesekali Grace juga merenungi kenangan penuh rahasia yang sudah amat sangat tak bernilai itu. Ternyata banyak sekali yang sudah dirinya tutupi hingga detik ini.
Kesedihan yang selalu identik dengan warna biru seperti apa kata Serafina memang cocok sekali untuk menyelimutinya.
Malam ini Grace juga sesekali kembali mengingat kenangan indahnya bersama Dewa. Sejak Dewa pergi bahkan pulang dari US, Grace memang sudah tak ingin bertemu lagi dengannya. Namun, tetap saja, rasa rindu pasti hadir menghampiri. Bagaimanapun juga Grace lama sekali menjalin hubungan dengan pria berpostur tinggi itu. Hatinya memang sudah mati untuk Dewa, namun siapa yang dapat menyalahkan rindu jika sudah hadir?!
Terlebih saat Olivia menanyakan tentang sebuah pajangan di ruang tamunya. Itu memang hanya sebuah lirik lagu. Tapi, tetap saja ada kenangan Grace bersama Dewa di dalamnya.
Malam ini terasa amat dingin, kakinya juga masih terasa perih. Terlebih luka gores di kulit akibat heelsnya yang patah tadi. Saat masih bersama Dewa dulu, biasanya Grace memang sering menghubungi Dewa dini hari seperti ini. Dan Dewa pasti selalu hadir untuk menemaninya.
"Alicia, can you stay here for me, please,"
"Why did you have to leave me alone again?"
ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Dewa kembali terdengar lembut di telinganya. Melihat Dewa kacau seperti tadi memang sedikit membuat hatinya gelisah.
Tak biasanya Dewa mabuk sampai seperti itu. Grace tahu bagaimana Dewa dengan Alkohol. Apa yang sebenarnya membuat Dewa sampai mabuk sekali? Grace juga tak mengerti.
Di malam yang dingin ini dirinya hanya bisa mengkhawatirkan Dewa. Tentang bagaimana hubungannya dengan Adrian sepertinya keputusan Grace sudah bulat.
Ditambah dengan perasaannya yang selalu merasa kalau Ia sudah terlalu jahat pada Dewa sejak hari dimana mereka putus dulu.
Hubungan manis itu memang masih bisa dipertahankan kalau saja keduanya masih sama-sama mau. Namun, saat itu Grace lebih memilih untuk tidak melanjutkan bahkan sebelum sempat Dewa mengemis cintanya dan sekarang Grace sedang merindukan mantan kekasihnya itu.
"I miss you..." lirih Grace lalu menangis. Ia menangis bukanlah tanpa alasan. Sudah berulang kali Grace menjauh dan mencoba membenci Dewa. Namun, pria itu malah sama sekali tidak ingin jauh darinya.
Saat Grace hampir dilecehkan oleh bos Bar tempatnya bekerja dulu itu adalah hari di mana Dewa pulang dari US.
Dewa ada bahkan sampai rela berkelahi dengan pemilik Bar. Valentine yang ada di tempat kejadian juga sampai berteriak saat Dewa memukul wajah laki-laki yang berusaha melecehkannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
97z LOVELESS ✓
Fanfiction❝We've Lost Something Once, But We Have Each Other Now.❞ [END] ㅡ a wattpad story by dearsoftpeach, July 2021
