tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
•••
"Ish Jova! Tadi katanya lo mau curhat, tapi sampe gue kelar mandi belum juga telfon!" gerutu Serafina kesal dengan tingkah laku Jovanna yang malah mengantung dirinya sembari mengusap rambut basah karena sehabis keramas dengan handuk kecil.
Kemudian melempar iPhone 12 pro max kesayangan ke kasur dan perlahan mulai membaringkan tubuh lelahnya di sana.
"Huh.... akhirnya rebahan juga...." ucap Serafina sembari menatap langit-langit kamar.
Namun, baru saja lima menit tubuh Sera bermanja ria di atas ranjang empuk, tiba-tiba suara bel apartemennya berbunyi.
Menandakan bahwa ada yang bertamu. Lantas kaki Serafina langsung bergegas berjalan santai menuju pintu.
Hati kecilnya juga bertanya-tanya tentang siapa yang datang untuk bertamu tengah malam seperti ini?
"Lea?!" ucap Serafina sesaat setelah Ia membukakan pintu. "Lo ngapain jam 12 malem ke apartemen gue?!"
Gadis bernama Lea itu cengengesan. Menampilkan deretan gigi rapinya.
Iya. Dia adalah Lea Zeline. Teman SMA sekaligus teman kantor Serafina Rain.
"Hehehe gue boleh masuk dulu nggak?" pinta Lea penuh harap dengan senyum manisnya.
Sementara Serafina hanya menatap bingung ke arah teman satu kantornya itu dengan handuk yang masih menempel di kepala.
"Masuk aja," kata Serafina lembut. Dengan cepat Lea langsung mengikuti apa kata si tuan rumah. "Thank you, gue masuk ya..." balas Lea dengan wajah riang gembira.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( Lea Zeline malam itu dengan outfitnya )
"Lo mau ngapain?" tanya Sera yang masih menggosok-gosok rambutnya dengan handuk. "Ini mignight gila!"
"Sera sera sera please bantu gue..." rengek Lea berulang kali memohon sembari terus memegangi lengan Serafina dengan mata yang sudah haru membiru.
"Eh kenapa?!" tanya Sera kebingungan. "Duduk dulu sana," suruhnya. Meminta Lea untuk duduk di kursi meja makan terlebih dahulu.
"Kenapa lagi..." tanya Serafina yang sedang mengambil air putih dingin di kulkasnya. Kemudian menuangkan segelas untuk Lea yang sudah duduk manis di tempat.
Karena Serafina tahu, kalau Lea itu tidak menyukai coffee apalagi alkohol seperti dirinya. That's why air putih menjadi pilihan utama setiap kali Lea datang bertamu.