28 ; First Meet

335 52 9
                                        

tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡

semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.

•••

"Dareen, are you okay?" tanya Valent saat Grace sudah meninggalkan ruangan. Saat itu suasana memang sempat hening untuk sepersekian menit. Keduanya masih sama-sama saling mencerna apa ucapan Grace.

"Lent, gua bener-bener nggak ngerti sama maksud omongan anak itu," kata Dareen di samping Valent. Valent sangat mengerti kegelisahan sahabatnya, karena wanita itu juga merasakannya. Grace memang bukan sosok yang mudah untuk ditebak apalagi diatur.

Baik Valent maupun Dareen sudah sangat paham dengan sifat yang dimilikinya. Terlebih Valentine yang sudah hampir 10 tahun ada di samping Grace Alicia.

Tujuh tahun bagi Dareen juga bukanlah waktu yang sebentar untuk memahami semua sifat dan karakter sahabat wanitanya.

Tujuh tahun sudah Dareen lewati dengan rasa yang tidak memberi harapan sama sekali. Seperti sudah mati, namun selalu hadir di hati. Tujuh tahun sudah Dareen menahan rindu dan berusaha melupakan Thea yang tak kunjung memberinya penjelasan tentang mengapa gadis itu lebih memilih untuk pergi darinya. Tujuh tahun Dareen menunggu alasan berarti itu. Dan sudah tujuh tahun pula Dareen merasakan luka di hatinya.

"Udah sarapannya?" tanya Valent mencoba mengalihkan pembicaraan. Valent tak mau Dareen terlalu mengkhawatirkan keadaan Grace untuk saat ini. Karena bagi Valent, keadaan Dareen sekali pun sudah jauh lebih mengkhawatirkan.

Grace juga memang tidak sekali dua kali mengambil keputusan seperti ini. Terlebih setiap keputusan yang sudah wanita itu ambil pasti tidak akan dapat diganggu gugat apalagi disentuh. Jika sudah A, maka akan tetap A. Jika sudah B, maka akan tetap B. Begitu seterusnya dan begitulah Grace Alicia.

"Ren?" panggil Valentine sekali lagi.

"Hm," Dareen hanya berdeham. "Gua sama sekali nggak nafsu makan," jawabnya lalu menuang air untuk sejenak menenangkan diri. "Alasan apa yang dia ambil juga masih belum masuk akal di pikiran gua. Imessage yang semalem dia kirim juga sama. Nggak jelas. Gua bener-bener nggak ngerti, Lent." lanjut Dareen menatap mata Valent sendu.

"It's Okay." kata Valent mengelus wajah tampan milik Dareen. "Itu emang Grace yang kita kenal selama ini. Yang lo kenal. Yang gue kenal. Yang Serafina kenal. Yang Jovanna kenal. Yang Thea kenal..." lanjut Valentine tersenyum manis pada Dareen.

Mendengar nama Thea yang keluar dari mulut Valentine barusan malah semakin membuat hati Dareen tak karuan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa sampai detik ini dirinya masih menantikan penjelasan dari sang mantan kekasih cantiknya itu.

"Hidup Grace udah paling ribet, gua nggak mau liat dia jatuh lagi." kata Dareen pelan. "Sesederhana itu, Lent, jalan pikiran gua."

"Gue tau. Kita semua juga tau." ucap Valent masih terus mengusap bagian pipi Dareen. "Gue tau lo juga peduli banget sama Grace. Gue tau lo peduli banget sama kita semua."

"Gua cuma mau liat kalian semua bahagia. Gua mau liat lu berempat bisa jadi cewek paling bahagia di dunia karnaㅡ"

"Iya, Ren. Gue ngerti. Kita ngerti kok kalau lo sayang banget sama kita." potong Valent.

97z LOVELESS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang