08 ; Bubble Gum

459 75 23
                                        

tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡

semua nama, karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam llf hanyalah fiksi.

•••

Valentine berlari panik menuju lift dengan tas selempang yang masih digenggaman dan juga cardigan yang belum sempat dirinya pakai kembali.

Perempuan itu panik karena apa yang Ia lakukan pada Dareen tadi adalah hal yang amat sangat memalukan. Tetapi sekali lagi, hanya itu satu-satunya cara agar pikiran Dareen tentang sang Papa teralihkan.

Valentine hanya takut jika suatu saat nanti terjadi perkelahian lagi diantara mereka. Karena Valentine benar-benar tidak mau jika Dareen sudah harus berkelahi dengan Papanya.

Valentine sangat takut sahabatnya terluka. Karena bagaimanapun juga, Papa tirinya adalah seorang mantan atlet tinju professional yang kalian pasti sudah bisa membayangkan bagaimana sakitnya jika satu pukulan sudah diberi.

Ya.

Tubuh cantik Valentine sudah menjadi saksi bisu tentang bagaimana sakitnya pukulan demi pukulan keras itu.

Walaupun Valentine sendiri juga tak bisa menjamin sepenuhnya hal itu tidak akan terjadi karena sikap Dareen yang juga keras. Tetapi setidaknya untuk saat ini Valentine berhasil mencegah Dareen.

"Mati gue! Kenapa malah pilih cium pipi Dareen!" gerutu Valentine saat pintu lift mulai terbuka. "Dasar bodoh! Valentine bodoh!" rengeknya di dalam lift.

Menahan malu.

Karena isi kepalanya terus saja memutar kembali momen yang sempat terjadi untuk sepersekian detik itu.

"Bibir gue kenapa bodoh banget!" umpat Valentine memukul-mukul pelan bibirnya. "Sial! Kenapa pake out of control segala!"

"Nggak seharusnya ya gue lakuin itu kalau gue inget kejadian kita bertiga dulu. Tapi emang gue lagi nggak waras aja kayaknya. Plus guenya lupa sama masa lalu kita! Duh Val! Please control yourself dong. Lo itu bukan untuk Dareen! Kalian nggak bisa lebih dari sahabat!" Valentine terus berucap pada dirinya sendiri di lift yang kosong.

Enam bulan terakhir sang Papa memang sudah tidak pernah melakukan kekerasan lagi terhadap Valentine. Namun entah mengapa dua hari yang lalu, sikap keras Papa tirinya itu kembali.

Valentine benar-benar takut.

Itu juga yang menjadi alasan mengapa Valentine memilih untuk menginap di Apartemen Grace sahabatnya semalam.

•••

"Selamat pagi, Bu." sapa pria tampan bernama lengkap Adrian Nugraha yang sudah rapi dengan kemeja kesayangan di hadapan Grace Alicia selaku atasannya di Kantor.

Grace tersenyum tipis lalu berucap, "Pagi juga. Ada apa ya? Pagi-pagi kok sudah ada di depan ruangan saya?" tanyanya curiga.

Sesekali Grace juga tersenyum kepada setiap orang yang baru saja melewati ruangannya. Grace terpaksa santun di depan Adrian karena pagi ini suasana Kantor masih cukup ramai.

Iya. Grace hanya akting.

"Tumben hari ini Bu Grace nggak marahin saya," celetuk Adrian polos. Memandangi wajah Grace penuh harap-harap cemas.

Grace langsung mengerutkan alisnya dan berucap dalam hati, "Masih jam Kantor astaga! Ya kali gue marahin lo di depan orang banyak! Mau ditaro di mana muka glowing gue!"

97z LOVELESS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang