tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
•••
"Ghie?" panggil Kala saat sudah sampai di kosan. Pagi itu Kala Noah datang bersama wanita yang lebih tua enam tahun darinya.
"Iya Bang?" sahut Arghie masih linglung saat baru keluar dari kamar. Mata Arghie juga langssung melihat sosok wanita yang berdiri di samping Kala. Arghie mengenal betul siapa wanita cantik berambut hitam pajang se-dada itu.
Siapa lagi kalau Bella Nadine. Perempuan cantik kelahiran Bandung tahun 1991 itu terlihat sangat cantik dengan one-piecedress berwarna hitam yang tengah Ia kenakan kini.
"Kak Nadine!" seru Arghie tertawa. "Masuk dulu, Kak," tawar Arghie. Remaja itu ceria menyambut kedatangan Nadine di rumah. Sementara Nadine hanya tersenyum manis ke arah Arghie. Nadine juga tidak sungkan untuk merangkul Arghie karena keduanya memang sudah akrab sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Barusan ada tamu?" tanya Kala memulai pembicaraan. Membiarkan Nadine untuk ikut duduk di sana. Kala bertanya seperti itu bukanlah tanpa alasan. Mata tajamnya memang mendapati dua buah gelas kosong di atas meja ruang tamu miliknya. Hal itu yang amat membuat Kala penasaran.
"Siapa Bang? Nggak ada ah," jawab Arghie yakin. Karena Arghie memang merasa tidak menerima tamu.
"Terus ini ada dua gelas di sini bekas siapa, Ghie?" Tanya Kala yang semakin bingung. "Bang Kala juga baru sampe dari bengkel," sambung Kala yang wajahnya sudah lusuh padahal ini masih pagi.
Iya.
Karena tadi saat mau memulai aktivitas untuk mencari penumpang, tiba-tiba saja motor kesayangannya mogok. Maklum, motor matic keluaran tahun 2008 itu sudah lama sekali tidak diganti.
"Bekas Archie kali, Bang," jawab Arghie. Membuat Nadine tertawa. Tawa Nadine terdengar renyah kali. "Sini duduk!" ajak Nadine. "Archie minum dua gelas ya? Haus kayaknya dia," seru Nadine terkekeh geli.
"Nah bisa jadi, Kak!" timpal Arghie.
"Kalau gitu sekarang Archienya mana?" Kala terus saja melontarkan pertanyaan.
Arghie melihat sekeliling. Masih bingung. "Tadi mah ada di sini, Bang. Lagi ngerjain tugas." Lalu ikut duduk. "Kok sekarang sisa laptopnya doang yak? Anaknya kemana? Arghie juga nggak tau dah. Arghie baru bangun," jelas Arghie.
"Ghie..."
"Tadi mah ada di sini, Bang. Beneran dah!" katanya lagi. Arghie tetap berpegang teguh pada pendiriannya bahwa Arghie memang melihat Archie sedang mengerjakan tugas.