tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
mungkin ada yang bertanya "kak lyla berdiri untuk siapa di loveless fiction?" jawabannya sudah pasti aku berdiri untuk mereka semua. tanpa terkecuali. karena aku penulisnyaㅡ aku ada untuk mereka.
warning: penuh keuwuan dalam 12.097+ wordsㅡ pencetak rekor. siapkan hatimu.
•••
"Angkat dong..." lirih Olivia sembari terus menggigit-gigit kukunya. Gadis itu cemas karena sang kakak: Grace tak kunjung menjawab teleponnya.
/nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan. cobalah beberapa saat lagi/
"Angkat dong telfonnya..." lirihnya lagi.
/nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan. cobalah beberapa saat lagi/
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam tetapi Olivia masih duduk terdiam di depan pintu rumah Klara dengan ponsel yang terus dirinya taruh di telinga.
"Gue minta maaf karena nggak makan sarapan buatan lo tadi pagi..." ucapnya merasa bersalah. Olivia menangis lagi.
Perempuan itu kembali teringat perkataan menyakitkannya untuk Grace pagi tadi. Ia memaki Grace lebih keras dari biasanya.
<<
"Mau kemana berangkat pagi-pagi?" tanya Grace yang sedang menyiapkan sarapan di dapur apartemennya. "Sarapan dulu, Oliv. Nanti jam setengah tujuh kakak juga mau berangkat pagi. Ada acara sama temen,"
"Ya namanya juga weekend?! Terserah gue dong mau bangun pagi atau siang?" jawab Olivia ketus. "Lo pasti mau pacaran lagi!"
Grace tersenyum tipis. Satu bulan lalu dirinya memang sudah resmi berpacaran dengan Adrian. Tak bisa dipungkiri kalau adiknya juga mengetahui hal itu. Karena setelah jadian, Grace sudah cukup sering berangkat kerja bersama Adrian.
"Kok omongan gue udah nggak pernah lo bales sih?! Tumben, biasanya selalu balik ngomel, akhir-akhir ini lagi kenapa sih?!"
Grace hanya diam. Olivia Betul. Memang sudah cukup lama Grace tak lagi membalas celotehan asal penuh amarah dari mulut Olivia. Karena Grace menyadari jika sikap yang dimiliki adik perempuannya cukup keras. Jadi jika dibalas dengan sesuatu yang penuh amarah lagi, semua akan sia-sia.
Grace Alicia sudah menerima dan tahu bagaimana cara mendidik adiknya itu.
Dua bulan mereka sudah tinggal bersama. Hal itu sudah mampu membuat keduanya saling mengenal satu sama lain. Karakter Olivia yang mudah sekali marah membuat
Grace juga harus lebih berhati-hati dalam berbicara. Ia menyesali ucapannya dahulu yang selalu membalas ucapan kasar Olivia.
Dan...
Sudah dua bulan sejak kejadian malam itu, kini Jovanna, Valentine, Serafina, Dareen, tidak lagi menjadikan apartemen Grace sebagai tempat kumpul bersama. Hal itu juga yang membuat keempat sahabatnya belum bertemu sosok Olivia. Di dukung dengan Olivia yang sering kali bermain di luar dari pagi hingga larut. Hanya Adrian yang pernah sekali bertemu dengan Olivia.
Meski hanya sebentar, Grace akhirnya mau menceritakan tentang keberadaan adiknya itu pada Adrian. Jujur, Adrian juga sempat menyarankan kepada Grace untuk berlaku baik dan penuh perhatian pada Olivia.
KAMU SEDANG MEMBACA
97z LOVELESS ✓
Fanfiction❝We've Lost Something Once, But We Have Each Other Now.❞ [END] ㅡ a wattpad story by dearsoftpeach, July 2021
