tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
•••
focus : temen-temen tolong fokus karena ini panjang banget huhu plus ada spoiler juga di bawah nanti hehe~~~ enjoy!
•••
<<
Malang, 9 tahun yang lalu... Sabtu, 05:33 pm, 21 Januari 2012 Hari keberangkatan Thea ke Kota Jakarta.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dareen terlihat asik memotret Thea Aily yang baru saja resmi menjadi kekasihnya. Akhirnya setelah tiga tahun lamanya pendekatan dengan Thea, gadis manis itu mau menerima cinta Dareen.
Masa-masa Sekolah Menengah Pertama mereka memang dihiasi dengan begitu banyak kenangan indah berwarna-warni. Sampai-sampai keduanya tak menyadari bahwa cinta sudah benar-benar hadir di hati.
Mengetahui dengan hal itu sudah pasti akan terjadi, Dareen pun cepat-cepat mengambil keputusan untuk menjadikan Thea sebagai kekasihsejati.
Kisah cinta pertama mereka benar-benar nyata karena terbalas satu sama lain.Romantis dan terasa indah sekali.
Thea juga begitu, merasa senang karena akhirnya bisa dimiliki Dareen seutuhnya. Walaupun pada hari ke-tujuh Thea harus segera berangkat ke Kota Jakarta untuk melanjutkan pendidikan SMA-nya di sana.
Karena tuntutan pekerjaan sang Papa sebagai seorang TNI Angkatan Udara yang mengharuskan seluruh keluarganya untuk pindah bersama dari Malang ke Jakarta.
Dareen sebenarnya cukup sedih karena Ia masih ingin berlama-lama dengan Thea, namun harus segera menghadapi perpisahan.
LDR.
Tapi apa boleh buat? Dareen juga harus mengerti keadaan keluarga Thea.Takdir memang tak ada yang tahu.
"Udah pilih kuenya?" tanya Dareen pada Thea yang sudah menghampiri dirinya.
Thea mengangguk lalu tersenyum manis, "Nih," serunya lalu menunjukkan bingkisan berisi kue pada Dareen.
Sebuah hal sederhana yang dilakukan Thea yang selalu berhasil membuat Dareen langsung tersipu malu di tempat.
"Yuk! Kita udah harus lanjut berangkat ke stasiun. Nanti kereta kamu keburu pergi," kata Dareen penuh perhatian. "Itu bunga yang kamu bawa biar ditaruh di depan motor aja sini," usul Dareen.
Namun mendapat penolakan dari Thea, "Nggak perlu aku masih bisa pegang kok. Lagi pula ini bunga dari kamu. Aku harus jaga baik-baik," ucap Thea tersenyum lagi.