tolong untuk dibaca dengan bijak setiap part yang ada di llf. terima kasih, happy reading temen-temen semua, please jangan skip part karna part llf itu seperti puzzle ♡
semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa dan latar dalam loveless fiction hanyalah fiksi.
•••
"Bang Kala pulang," ucap Kala. Sesaat setelah memasuki kosan kesayangannya.
Wajah tampannya tampak basah dipenuhi oleh sedikit tetesan air hujan begitu juga dengan jaket miliknya. Sepertinya pria itu terkena hujan lebat saat di perjalanan pulang dari apartemen Jovanna tadi.
"Ghie? Chie? Kalian udah tidur?" tanyanya ketika Ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Kala terlihat kebingungan ketika melihat seisi kosannya sepi tak ada suara. Baik Arghie maupun Archie sama-sama belum menunjukkan diri dihadapan Kala.
Kedua adik kecilnya itu kemana?
"Arghie? Archie?" Kala terus mengulangi panggilannya. Ia juga berjalan membuka pintu kamar adik-adik kesayangannya itu. Takut-takut kalau keduanya sudah tidur malam ini. Berhubung cuaca juga sedang mendukung untuk tidur lebih cepat.
Dan ternyata benar saja
Arghie dan Archie ada di sana. Namun keduanya tidak sedang tidur, melainkan tengah duduk terdiam di atas ranjang sembari menatap kosong ke depan.
Mereka melamun.
"Ghie? Chie?" panggil Kala lalu mengelus kepala adik-adiknya penuh kasih sayang. "Kenapa kalian ngelamun? Ini Bang Kala bawain sesuatu, 2 martabak telor favorit kalian," jelas Kala bahagia. Kemudian Ia meletakkan dua bungkus plastik putih berisi martabak tadi di atas kasur.
"Ghie? Chie? Kok pada diem-dieman aja dari tadi. Bang Kala pulang nih," lanjutnya.
Hening masih tak ada jawaban. Sampai akhirnya, "Bang Kala minta maaf, malem ini pulang agak telat,"
"Bang Kala dari mana?" potong Arghie yang langsung menoleh ke arah Kala.
"Dari rumah temen," jawab Kala bahagia.
"Enggak mau sekalian tinggal di sana aja, Bang?" ucap Arghie. Sontak Kala langsung mengerutkan kedua alisnya. Kebingungan. "Maksud Arghie apa? Gimana?" tanyanya.
"Arghie kecewa sama Bang Kala." balas adiknya Arghie. Kemudian Ia melangkah pergi dari kamar berukuran kecilnya itu.
"GHIE?" panggil Kala. Kala mencoba untuk menahan kepergian Arghie. Namun sia-sia.
Jujur saja, hatinya tak kuasa ketika harus melihat Arghie melintas di hadapannya. "Arghie?!" panggilnya lagi.
Baru saja mau mengejar Arghie tiba-tiba Archie mulai memanggil namanya. Dan badan Arghie sudah menghilang.
"Bang Kala..." lirih Archie malu-malu.
"Chie, Arghie kenapa?" tanya Kala to the point pada Archie yang masih duduk di sampingnya. "Archie juga kecewa sama Bang Kala? Bang Kala buat kalian kecewa kenapa? Bang Kala buat salah hari ini ya?"
Kala terus bertanya dengan lembut di sana. Kala meminta penjelasan mengapa kedua adiknya itu malam ini lebih memilih untuk menjauh darinya. Terlebih Arghie yang sudah berjalan lebih dulu keluar.
"Hm..."
"Bicara aja, nggak perlu takut," rayu Kala lalu mengusap kembali rambut adiknya.
"Bang Arghie itu kecewa karna Bang Kala seharian ini lebih pilih ketemu sama Kak Jovanna. Apalagi pulang sampe malem," jelas Archie akhirnya membuka suara.
KAMU SEDANG MEMBACA
97z LOVELESS ✓
Fiksi Penggemar❝We've Lost Something Once, But We Have Each Other Now.❞ [END] ㅡ a wattpad story by dearsoftpeach, July 2021
