Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
R U I
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rui menatap tenang wajah Claire yang tertidur dalam pelukannya. Sudah satu jam lama nya gadis itu tertidur dalam dekapan Rui, bahkan semakin mengeratkan pelukan. Rui pun tidak bergerak dari posisi nya, karena tidak ingin membuat Claire terbangun dari tidur nyenyak nya.
Rui tersenyum tipis saat melihat kelopak mata Claire perlahan terbuka. "Pagi cantik," sapa Rui lembut.
Claire masih menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mata nya. Kemudian berdehem. "Masih ngantuk?" tanya Rui dengan mengelus kening Claire yang mengerut karena terangnya ruangan di kamar nya.
Claire menggeleng namun, tangan nya semakin melingkar di pinggang Rui dengan kepalanya yang bersandar pada dada bidang cowok itu. "Ada apa, hm?" tanya Rui yang langsung paham akan sikap Claire.
"Mau...cerita," jawab Claire dengan suara seraknya.
Rui menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Claire dengan perlahan. "Cerita apa?"
Claire mendongakkan kepala untuk menatap Rui, kemudian mengelus rahang tegas Rui. "Kenapa semalam aku mabuk."
Rui mengangguk. "Aku bakal dengerin," balas nya tenang.
Claire kembali memeluk pinggang Rui. "Kemarin siang...bunda dateng ke kampus," ucap Claire mulai bercerita.
"Iya, terus?" Rui mendengarkan Claire dengan sabar.
Jari telunjuk Claire bergerak di dada bidang Rui dengan membentuk lingkaran. Rui yang melihat tingkah Claire hanya tersenyum tipis. "Aku ada jadwal kuliah siang tapi, karena kedatangan bunda jadi terpaksa bolos. Bunda maksa aku buat ikut dengannya dan aku mengalah."
Rui kembali mengangguk. "Aku di ajak ke tempat makan. Awalnya nya canggung banget saat di ajak sama bunda yang udah bertahun-tahun pergi menjauh. Tapi aku berusaha untuk tidak membencinya dan menerima dia walaupun terpaksa."