Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam kuliah telah selesai, Claire membereskan barang-barangnya
"Nanti jadi sama kak Nio ?" tanya Azura
"Jadi, tapi sama Rui juga" balas Claire
Azura menaikan alisnya
"Rui ?"
"Hmm,"
"Cemburu kali tuh, Rui. Makannya dia minta ikut" Sambung Kania menggoda
Senyum tipis tercetak di bibir Claire
"Apaan sih," balas Claire
"Ciee...udah ada pawangnya mah beda. Kemana-mana harus sama dia," sambung Lunka
Claire menghela nafas, temannya ini mulai jahil
"Gue pergi duluan ya" pamit Claire
"Iyaa hati-hati. Jangan sampai berantem karena cemburu" ceplos Azura dengan kekehannya
Claire hanya geleng-geleng kepala sambil melangkah keluar kelas
"Udah"
"Ehh?" terkejut Claire, di samping pintu ada Rui yang sedang bersender di dinding dengan kedua tangannya di lipat di depan dada
Rui tersenyum tipis dan mengusak surai hitam Claire pelan
"Kaget gitu, mikirin apa. Hm ?" tanya Rui lembut
"Eng-enggak kok" balas Claire mengalihkan tatapannya ke arah lain. Masalahnya wajah Rui dengannya sangat dekat dan itu gak baik buat jantung Claire
"Ayoo, kak Nio pasti udah nungguin" ucap Claire jalan duluan
Rui mendengus dan mengejar Claire
"Seberapa dekat kamu sama si Nio ?" tanya Rui, merangkul leher Claire
"Ru, le-lepas. Lihat mereka pada perhatiin kita" bisik Claire, ia dan Rui menjadi pusat perhatian
Rui tersenyum tipis, bukannya melepaskan malah semakin mempererat rangkulannya
"Biarin aja, gak usah peduliin mereka. Kamu sekarang udah jadi milik aku, kalau ada satu aja yang gangguin kamu, bakal berurusan sama aku" balas Rui santai namun di setiap kalimatnya ada penekanan
Wajah Claire berubah menjadi merah merona. Ia tersipu malu pada ucapan Rui
"Jawab pertanyaan aku, seberapa dekat kamu sama Nio ?" tanya Rui lagi
"Deket banget. Kenapa emang ?" balik tanya Claire, Ia tau Rui pasti akan cemburu mendengar jawabannya
"Jangan terlalu dekat mulai sekarang" pinta Rui
"Kenapa ?"
"Ya...ya aku gak suka aja. Nanti kamu malah suka sama dia lagi" balas Rui dengan nada lucu