[41. Always try to look fine]

23.6K 2.2K 200
                                        

Spam love buat Eve dan Papa🖤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Spam love buat Eve dan Papa🖤

Sebelum lanjut baca, jangan lupa vote terlebih dahulu ya gengs.

Anyway, buat yang belum follow diharuskan follow dulu yaaa.

And last, spam komen sebanyak mungkin kalau pengen aku cepet update, okay?

Karena kuliahnya sudah memasuki semester akhir, Eza kini sedang sibuk-sibuknya skripsian, ditambah laki-laki itu juga sudah mulai membantu Erfian di perusahaan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Karena kuliahnya sudah memasuki semester akhir, Eza kini sedang sibuk-sibuknya skripsian, ditambah laki-laki itu juga sudah mulai membantu Erfian di perusahaan. Meski begitu, Eza tetap berusaha membagi waktu untuk Evellyin juga. Seperti hari ini, di sela-sela kesibukannya, Eza masih sempat-sempatnya mengajak Evellyin jalan-jalan di mall bersama Mona dan anaknya---Ravins Chandran.

"Papa, Whel al we going?" tanya Evellyin dalam bahasa Inggris. Jangan heran, bukankah sejak dalam kandungan Eza dan Fransiska lebih sering mengajak anak mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris? Apalagi garis keturunan membuat Evellyin sepertinya mudah menangkap bahasa asing tersebut.

"Timezone?"

Evellyin menggeleng sebagai jawaban dari tawaran Papa-nya. "Not, i need food."

Eza menyunggingkan senyum gemas sambil menciumi pipi gembul Evellyin, lalu dia menoleh pada Ravins yang berjalan bersisian dengan ibu-nya. "Ravins juga lapar?"

Anak laki-laki berusia dua tahun itu menoleh pada sang ibu sebentar sebelum menganggukkan kepalanya. Yang terjadi selanjutnya adalah mereka memutar arah untuk lalu menuju restorant yang ada di mall tersebut.

"Mas, maaf, ini kita gak papa makan bareng Mas Eza sama Non Eve?" tanya Mona tak enak hati.

Eza terkekeh. "Siapa yang bakal larang?" tanyanya bercanda. Mona hanya menunduk, berbicara seadanya saja ketika Eza menawarkan beberapa menu untuknya dan Ravins.

The Perfect Young Papa (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang