[END] See You When I See You

2.8K 334 93
                                        

"Mencintaimu adalah pilihan yang gak akan pernah aku sesali seumur hidupku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mencintaimu adalah pilihan yang gak akan pernah aku sesali seumur hidupku. Melepasmu laksanakan bakti pada dua manusia paling berjasa di hidupmu adalah pilihan yang aku yakini sudah benar.

Hanya masalah waktu, kan? Juga jarak, yang memisahkan kita. Harapku kita akan segera bertemu, entah kamu yang kembali datang ke sini atau aku yang pergi ke sana.

Apapun.

Asalkan itu bisa membuatku menemui pemuda favoritku kembali, kamu."

Tertanda, Dara.
;Yang baru aja buka lembar buku catatanmu, nangis, terus lancang isi bagian yang kosong. Aku serius beruntung punya kamu, Danuar.


•••


Mereka tak pernah menginginkan perpisahan.

Namun sebuah keharusan muncul, tentang tanggung jawab penuh yang sang pemuda emban semasa hidupnya. Kasih sebagai seorang anak—tunggal lelaki.

Taehyung Danuar Saka mungkin bukan orang yang mudah menunjukan rasa sayangnya. Bahkan niatnya datang ke kota metropolit ini adalah untuk menjauhi nada-nada omelan sang Ibu yang terkadang buatnya berpikir hingga malam; apa sanggup ia di masa depan menyejahterahkan kehidupan keluarganya? Maksudnya, Taehyung ini miliki kesan yang kurang baik di lingkungan sekitarnya. Berandal nama punggungnya. Sulit bagi Taehyung tuk menembus stigma buruk itu.

Hingga bermodal nekat; Taehyung ingin miliki dunia baru di sini, di Jakarta ini.

Namun, seburuk apapun tabiatnya, Taehyung tak pernah lupakan kedua orang tuanya. Karena alasan sukses yang Taehyung letakan dalam samar mimpi; tak lain hanya untuk mereka dan masa depan.

Maka bila mana rumah utamanya memintanya kembali, Taehyung patuh dan bersedia sepenuh hati.

Tawanya samar terdengar. Melihat Jennie yang kini tengah melipat beberapa pakaian yang belum dirinya letakan rapih ke dalam koper; buat jantung Taehyung berdesir.

Mengusak kepalanya yang basah dengan handuk, lantas meletakan benda itu di paku dinding—Taehyung menghampiri Jennie yang duduk bersila tepat didepan almarinya. "Fokus banget, eh."

Maka di sana Jennie menerjap, merenggut kecil namun jemarinya tak berhenti bekerja, "Apa, sih. Lagi rapihin baju-baju kamu juga."

"Iya, paham. Liat kok gue."

"Yaudah."

Menghela napas, Taehyung yang posisinya berdiri menarik jemari Jennie tuk bangkit, "Gue liat baju celana udah semuanya—makasih ya, udah dibantuin. Nasi goreng buatan lo nanti dingin. Ayo makan dulu. Perintilan kecil-kecilnya lanjut nanti aja. Gue tahu lo juga belum sarapan—di meja ada dua piring." Taehyung berujar lugas.

PANCARONACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang