Ini tentang Allya, si gadis aneh bertubuh mungil dengan tatapan matanya yang tajam dan dalam.
Bertemu dengan teman teman baru di SMA, membuatnya semakin berdeda dan tampak aneh. Pesonanyanya memang tak bisa dipungkiri lagi, dia manis dengan memilik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ALLYA MEMBUAT makan malam untuk teman temannya, sebagai tuan rumah yang baik tentunya, ia akan menyediakan kebutuhan makanan mereka semua pada malam hari ini. Ya walaupun hanya sederhana, sebuah nasi goreng dengan beberapa toping, semoga tema temannya suka.
Allya juga sudah mandi, tak lama kemudian kedua orang tuanya datang.
Hanya geleng geleng kepala melihat kerusuhan yang dibuat teman teman Allya.
"Itu Ma, makanannya sudah jadi, tinggal makan, Allya mau lanjut bantuin temen temen dulu ya?" ujar Allya.
Ayah dan Ibunya hanya mengangguk, lalu beberes dan menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian.
"Alah gampang, nanti biar si Ari yang jadi peraganya," ujar Cendo.
"Maksudnya?" tanya Ari bingung.
"Ya lo yang peragain jadi manusia purbanya," ujar Didi sambil memakan kacang.
"Nah Didi aja paham, masa lo enggak?" ujar Cendo.
"Ish menyebalkan, ganteng ganteng gini disuruh peragain jadi monyet,"
"Ih, kalo manusia purba itu monyet, berarti kita monyet juga dong!"
"Matamu, ya engga anjir, cuman di gambar mirip monyet!" ujar Ari.
"Yaudah biar adil lo berdua aja yang jadi manusia purba!" ujar Cindy.
"Asyik, ditemenin akang Cendo tercintahhh" ujar Ari heboh.
Allya hanya geleng geleng kepalanya. Ia meminta ijin teman temannya untuk naik sebentar, bermaksud untuk menyetak makalahnya dengan printer yang ada di kamarnya.
Allya naik keatas sambil membawa laptopnya, ia juga mengecek apakah Rere sudah mandi atau belum, sambil menunggu printernya Allya berganti pakaian, karena setelah mandi tadi ia belum sempat, ia mengambil setelan hodie berserta celananya. Hodie itu adalah kodie kesayangan Allya karena bentuknya lucu, seperti kelinci.