" 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚍𝚒𝚒𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊 𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛 𝚔𝚊𝚖𝚞 " -𝙽𝙲𝚃
-
kelanjutan cerita [ the story with nct ]
kalo mau nyambung ya baca ^ dulu.
kisah absurdmu bersama 23 laki-laki yang menjabat sebagai pacarmu.
⚠️ !
tidak ada sangk...
"ayo" ajak Kun saat kamu sedang merapikan rambut yang sedikit acak-acakan karena terpaan angin dalu, bercanda. angin yang dilewati waktu mau ke basecamp.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"ihh lucu ada bakpaunya" Kun terkekeh kecil menatap rambut kamu.
kamu dan Kun sedang berada didalam lift, lift naik menuju basecamp yang sudah dikatakan kalau letaknya ada di atas kayangan.
"rame enggak?" tanya kamu, Kun menoleh kemudian tersenyum.
"enggak sayang, tadi banyak yang ga bisa kesini, ya sebenernya kita kesini juga cuma buat nongkrong sih kalo ga ada kerjaan hehe"
kamu mengangguk angguk paham, kamu sudah mengabari Jhonny kalau kamu akan ke base camp dan cowok itu ternyata sedang sibuk nugas yang bejibun.
.💚.
kalian sudah sampai di kayangan, setelah keluar lift kamu disuguhkan pemandangan cowok cowok yang sedang bertarung. bukan bertarung pukul-pukulan, ataupun bacok-bacokan namun ini bertarung tabok-tabokan bantal.
swetdrop.
"KYAAAAAA!" "APESI LU ALAI" "GUA JAMBAK LO" "ANJIR LO"
teriak kan Haechan serta Renjun menggelegar, Jeno sama Jaemin juga.
"lo pada ngapain sih?" Kun cengo.
sontak semuanya menghentikan kegiatannya kemudian menoleh ke arah Kun. Jeno yang tadi sedang mengangkat bantal siap dipukulkan kepada Jaemin terhenti.
Jaemin yang tepar di sofa langsung melotot.
serta Renjun dan Haechan yang lagi tarik-tarikan bantal yang udah innalilahi langsung berlari ke arah kamu.
"pacar gua kok disini?" tanya Renjun.
"Yn pacar gua moon maaf" Haechan sinis.
"apesi pacar gua" Jeno serta Jaemin berucap bareng.
"berisik, dateng kesini eh ternyata isinya bocah semua" Kun geleng-geleng.
"dih sotau" "gebukin kuy" "kuykuykuykuyyyyyy"
"dimari cuma lo berempat nih?" Kun bersuara sembari berjalan ke arah sofa.
kamu masih stuk didepan pintu. "ada banyak dimari"
"mana?" "yang ga bisa kita lihat" "maksud?"
damn.
"makksud nya sejenis mereka nih" Jaemin menunjuk Haechan, Jeno, serta Renjun bergantian.
"idh setan ngatain setan" kesal Renjun.
"gua kan setan yang sudah tobat, lo pada masih tersesat" Jaemin bangga.