39. nana

376 76 45
                                        

"kek gini bang?" tanya Sungchan menunjukkan hasil menanamnya kepada Taeyong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"kek gini bang?" tanya Sungchan menunjukkan hasil menanamnya kepada Taeyong.

"nah hooh, tinggal lu rapiin aja tanahnya. lo padatin, tapi jangan padat banget ntar kaga bisa napas tanamannya"

Sungchan mengangguk. cowok itu kembali melanjutkan kegiatannya.

"oh tanaman bisa napas?" Shotaro yang ga tau.

"ya bisa, tanah aja juga bisa nafas" jawab Taeyong.

"baru tau, makasih bang" Shotaro mengacungkan jempolnya.

"bubu, suka bertanam?" kamu yang berada di samping Taeyong bertanya.

"suka, kalo mau besok kita berkebun ya"

kamu tersenyum. "iya, aku mau"

"ah capek banget" Haechan merenggangkan tubuhnya, lelah kelamaan jongkok.

"lo capek ngapain?" tanya Yangyang.

"ga liat lo daritadi gua ngapain?"

"perasaan cuma jongkok sambil liatin doang deh" Jisung memasang wajah jengkel.

"nah betul" Yangyang menyambar.

"nah eta maneh nyaho, naha tanya lagi?" tukas Haechan.

"gitu doang capek? capek?" Jeno yang sudah menyelesaikan banyak tanaman, geram.

"iyalah capek, mengamati orang itu juga capek tau" Haechan melipat kedua tangannya di depan dada.

"autis" Doyoung merinding.

"oke anak-anak waktu tidak terasa dan sekarang sudah jam 11 ternyata. karna cuaca juga sudah mulai mendung. mari kita sudahi kegiatan go hijau ini. silahkan kalian bebersih kemudian berkumpul di aula untuk memberitahukan acara yang akan dilaksanakan minggu depan" jelas pak Sooman sekali napas.

"π6∆₱41π |461 |)4|–|" bingung Ten.

belum sempat bubar, hujan sudah turun duluan. segera pada makhluk yang berada di sana langsung berhamburan.

"ayo neduh" Jaemin sudah berdiri di samping kamu, ia mengajak kamu berlari. dengan tangannya menutupi kepala kamu.

"ayo" karena ramai, Taeyong serta yang lain pasti tidak akan ngeh kalau kamu hilang.

sesampainya di aula, kamu dan Jaemin duduk di pojok kanan ruangan. baju kamu sedikit basah tak jauh berbeda dengan Jaemin.

"bakalan hujan deres ini" celetuk Jaemin menatap jendela, kecil di bagian atap aula.

"iya, dingin" sahutmu mengusap baju yang terdapat rintikan air hujan.

"kamu kedinginan ya?" Jaemin menatap lekat kamu.

"iya, but it's okay"

"kamu tunggu di sini sebentar ya" ucap Jaemin beranjak dari samping kamu.

 𝟐 ▸ 𝟐𝟑 ʟᴏᴠᴇ ғᴏʀ ʏᴏᴜ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang