Halo, salam kenal

4.2K 549 23
                                        

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku sedari pagi sudah semangat untuk menyambut hari ini. Bangun dari tidurku lebih cepat daripada biasanya setelah itu langsung bergegas untuk bersiap-siap mengikuti turnamen itu.

Aku enggak sabar banget mau ketemu Abrar secara langsung. Kira-kira rupanya seperti apa ya. Apakah dia ganteng? Atau sebaliknya? Dia tinggi atau pendek ya? Aku semakin penasaran.

Aku buru-buru memakai kaus dan celana jeans berwarna hitam. Baju ini terlihat cocok untuk dipakai dalam turnamen nanti. Setelan baju yang simpel dan juga nyaman.

Aku berjalan ke arah lemari lalu mengambil tasku dan bergegas untuk turun. Namun, baru saja aku membuka pintu kamar, ponselku tiba-tiba berbunyi.

Abrar
Gue udah sampai di mallnya nih

Abrar
Lo di mana?

Tanganku bergerak untuk mengirimkannya balasan.

Anda
Lagi mau pesan ojek online

Anda
Sabar ya

Aku menutup aplikasi WhatsApp lantas membuka aplikasi ojek online. Menunggu pengemudi menerima pesananku. Bermenit-menit berlalu, tidak ada yang menerimanya.

Aku melirik ke arah jam, padahal saat ini sudah menjelang siang, tapi kenapa tidak ada juga pengemudi yang menerimanya. Aku mencoba tenang dan terus mencoba, sampai akhirnya ada salah satu pengemudi yang menerima pesananku.

Aku bergegas turun lalu menunggu di depan pagar. Berharap saat pengemudi datang nanti aku segera naik ke motornya. Meminimalisir waktu yang terbuang.

Driver
Mbak, bisa dibatalin aja g?

Tiba-tiba ada pesan masuk seperti itu. Aku buru-buru membalasnya.

Anda
Emangnya kenapa, Pak?

Driver
Jalan menuju ke sna
macet mba

Driver
Tadi saya g sengaja pencet trm, padahal sbnrnya saya g mau mba

Pantas saja sedari tadi enggak ada yang menerima pesananku, ternyata ini penyebabnya.

Anda
Saya buru-buru, Pak

Anda
Dari tadi enggak
ada yang nerima

Anda
Saya bayar dua kali
lipat dari harga normal

Driver
Saya mls mba

Driver
Panas, macet

Anda
Tiga kali lipat dari
harga normal

Driver
Gas!

Driver
Sy langsung ke rmh mba

Setelah melewati drama ojek online akhirnya aku sampai di sebuah mal yang menjadi acara digelarnya turnamen. Aku mengeratkan tasku lantas membayar seratus      ribu untuk pengemudi yang mengantarku.

"Kita masuk ke area parkir mal ini, tambahin lima ribu lagi, Mbak. Buat bayar parkir," ucap Mas Driver itu dengan tatapan memohon.

"Duit itu kan ada, Mas. Banyak."

Mas-mas Driver itu menggeleng. "Sayang Mbak kalau dipecahin uangnya."

Aku menarik napas lantas memberikan lagi selembar uang lima ribu. "Terima kasih Mbak cantik. Semoga kerja hari ini lancar," ucapnya lalu bergegas pergi.

Kerja hari ini? Dikira aku SPG kali ya.

Aku berusaha menyabarkan diriku setelah itu masuk ke dalam gedung. Mataku celingak-celinguk mencari keberadaan Abrar. Tadi dia memberikan informasi bahwa hari ini dipakai kaus hitam. Pasalnya di sini sangat banyak yang memakai kaus dengan warna itu.

Aku mengambil ponselku lalu menghubungi Abrar. Panggilanku langsung terhubung dengannya.

"Di mana?" tanyanya

"Di pintu masuk. Lo di mana?"

"Gue juga di pintu masuk. Persis di depan pintunya. Coba lo menoleh ke belakang."

Aku langsung mengikuti perintahnya dan seketika mataku terpaku menatap seorang pria di belakangku. Dia tersenyum lebar menampilkan gigi gingsul yang tampak terlihat manis di mataku.

"Abrar?" tanyaku memastikan.

Pria itu mengangguk lalu menyodorkan tangannya ke arahku. Aku terpaku beberapa saat sebelum akhirnya tangan kami saling berjabat tangan.

"Halo, salam kenal," ucapnya.

Bersambung

Mr. Controller and MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang