Bincang Hangat pada Dinginnya Kota Bandung

3.4K 353 14
                                        

"Mau nitip apaan?" tanya Dimas saat mendekat ke arah aku dan Abrar.

"Kopi aja. Kopi pahit," ucap Abrar yang langsung diangguki oleh Dimas.

Mana pria itu beralih menatapku. "Lo mau apaan, Gi?"

"Cokelat panas aja."

"Kalau enggak ada?"

"Teh manis hangat." Dimas mengangguk lalu berlalu dari hadapan kami.

Mataku menyapu ke berbagai sudut tempat ini. Teman-teman timku yang lain sedang berbincang-bincang entah membicarakan apa, sedangkan saat ini Abrar berada di sebelahku dengan keadaan kami berdua yang sama-sama terdiam.

"Yang tadi kita omongin di mobil. Kalau emang lo keberatan dengan rumor yang beredar, gue bisa klarifikasi kok kalau kita itu enggak ada apa-apa. Cuma sebatas teman dalam tim," Abrar membuka suara, mungkin dia merasakan kecanggungan di antara kami.

"Gue enggak boleh egois. Kalau dari sisi gue, gue enggak keberatan, tapi kan rumor ini bukan hanya tentang gue. Tentang lo juga, jadinya kenyamanan lo perlu gue perhatikan," ucapnya lagi.

"Gue sama sekali enggak keberatan. Mau lo klarifikasi atau enggak, ya enggak jadi masalah."

Abrar menatapku lekat lalu menyungging seulas senyum. Setelah itu kami terdiam, kembali tenggelam dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya Dimas datang, membawakan pesanan kami.

Aku menyeruput cokelat panas. Pikiranku langsung teringat tentang Pak Kastara dengan segala perlakuan dan sifatnya selama ini. Tentang segala kesempurnaan yang yang dia tuntut.

Aku menoleh menatap Abrar, pria itu baru saja meletakan kopi pahitnya di samping. "Bar," panggilku. Pandangan pria itu langsung beralih menatapku, "menurut lo, apa definisi sebuah kesempurnaan? Terutama kesempurnaan bagi wanita," tanyaku penasaran. Aku ingin tahu saja pandangan dia mengenai topik ini.

Abrar terdiam cukup lama, seakan pertanyaan ini begitu sulit baginya. "Definisi kesempurnaan?" tanyanya mengulang. Aku mengangguk, "definisinya enggak ada."

Kedua alisku mengerut. Tidak paham dengan maksudnya. "Kesempurnaan itu enggak ada. Enggak ada yang sempurna. Perempuan pun begitu. Kalau dipaksa nyari perempuan yang sempurna, sampai kapan pun enggak bakal ketemu."

Aku menatapnya tanpa berkedip. Ini yang ngomong adiknya Raina loh. Adik dari perempuan yang selama ini aku anggap sempurna.

"Tapi gue lihat kakak lo sempurna. Dia cantik, pintar, baik, terkenal, dan masih banyak lagi."

"Kak Raina maksud lo?" tanyanya yang langsung aku angguki.

Dia tersenyum miring. "Lo ngeliat di mana? Sosial media?" aku mengangguk lagi, "yang lo lihat di sana, bukan sepenuhnya benar. Manusia memang begitu, berusaha menampilkan kelebihannya dan berusaha keras menutupi kekurangannya. Biar apa? Ya, biar ada yang percaya kalau dia sempurna. Padahal mah, emang dasarnya manusia enggak ada yang sempurna."

Aku menunduk sambil memaknai ucapan itu.

"Lo kenapa sih, Gi? Selalu membandingkan diri lo dengan orang lain. Lo spesial dengan tampil apa adanya. Jadi diri lo sendiri. Semua orang pasti punya kekurangan, cuma ya ditutup-tutupi."

Aku tersenyum tipis lalu menatapnya dengan lekat. "Abrar, gue cantik nggak?" tanyaku tiba-tiba. Tanpa berpikir panjang Abrar langsung mengangguk.

"Meskipun gue enggak langsing dan dan kulit gue enggak putih?"

Pria itu mengangguk lagi. "Cukup jadi Gia yang apa adanya. Itu udah cantik."

Aku tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.

Terharu.

Bersambung
Full e-book dan podcast Mr. Controller and Me sudah tersedia di Karyakarsa

 Controller and Me sudah tersedia di Karyakarsa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hanya dengan Rp 29

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hanya dengan Rp 29.000 kalian sudah bisa akses Full ebook dan podcastnya.

Rp 29.000 langsung dapat paket lengkap, tanpa menunggu.

Kalian bisa langsung ke Karyakarsa

Atau

Juga bisa WA admin aku (085810258853) nanti bisa menggunakannya metode transfer bank dan file akan dikirimkan lewat WA.

Mr. Controller and MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang