"Pak Kastara, aku kira Bapak cuma mengontrol urusan kantor doang, tapi ternyata setelah kita memiliki yang hubungan serius. Bapak juga mengontrol kehidupan aku."
"Saya seperti ini, demi kebaikan kamu."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Blurb:
"Nanti kalau aku udah gede, nikahin aku ya, Kak!" Baskara menggeleng. "Enggak! Kamu berisik. Moody-an. Ribet." Sora cemberut, dia yakin suatu hari nanti Kak Baskara akan jadi suaminya.
Beberapa tahun kemudian, tebakan Sora jadi kenyataan. "Dulu kamu ngasih cincin ini, minta Kakak jadi suamimu. Sekarang masih mau enggak, Dek?"
Sora yang masih kebucinan. Diajak nikah begitu, langsung gas!
Pertanyaannya, sanggupkah Baskara hidup berdampingan dengan mood Sora yang kadang bikin kesel, kadang bikin kangen?