Adit memincingkan matanya saat sinar matahari pagi dengan kejamnya menyerang wajahnya tanpa henti. Dia mengangkat kepalanya dari bantal dan melihat ke sekeliling ruangan. Tapi gerakan itu justru membuat kepalanya pusing dan seperti sedang dihantam berkali-kali.
"Dimana kita? Kenapa kau tak mengantarkan aku ke rumah?" protesnya saat melihat Susan yang sedang berdiri di depan kaca besar dan memeriksa penampilannya.
"Kau pikir gampang memindahkanmu kemarin. Kau jatuh begitu saja di ruang pesta. Butuh sampai empat orang sampai bisa menggotongmu ke tempat ini. Lagipula pak Jimmy yang menyuruh, mana mungkin aku membantah!"
Adit memijit keningnya yang terasa berdenyut-denyut dan bangkit dari tempat tidur untuk mengambil ponselnya. "Waduh celaka... Moza pasti nyariin aku semalaman! Diam dulu ya jangan sampai anakku tau kau ada di sini! Dia paling tak suka aku bergaul denganmu," seru Adit dan segera menghubungi ponsel Mbak Saroh. Dia bahkan tak menghiraukan wajah cemberut Susan yang diperlihatkan ke arahnya.
"Mbak... Moza uda bangun? Tolong kasihkan ponselnya sama dia. Saya mau bicara!" perintah Adit ketika Mbak Saroh menerima telponnya.
"Anaknya nangis terus dari tadi malam pak nyariin sampeyan. Jam empat tadi barusan tertidur karna kecapean nangis." Mbak Saroh menghela nafas kuatir.
"Lho... oke... oke... saya pulang sekarang juga!" Adit langsung menutup telponnya dan keluar dari kamar dengan tergesa-gesa, seperti orang yang baru saja dikejar-kejar setan. Dia bahkan lupa memakai jaketnya dan tak sadar kalau kemejanya terbuka sampai ke tengah perutnya.
Saking terburu-burunya, dia tak melihat ke depan dan langsung menabrak seseorang, seketika dia keluar dari kamar.
Dia menoleh untuk meminta maaf, tapi betapa kagetnya dia saat melihat wajah Rina dan Sam di depannya.
Matanya berkilat-kilat penuh amarah saat melihat tangan Sam yang merangkul bahu wanita itu dengan mesra. Ditambah lagi, Rina tampak gembira dan berpakaian jauh lebih modern dibanding waktu dia di rumah Adit dan juga jauhh... lebih pendek. Dia yakin pasti baju itu didapat Rina dari Sam. Entah apa yang sudah dilakukan mereka berdua semalam sampai harus berganti baju? Ingin sekali dia menarik tangan Rina dan menguliahinya tentang bagaimana wanita baik-baik harusnya bersikap.
Tapi sebelum dia dapat berkata apa-apa, Rina malah memandangnya jijik dan langsung mencelos pergi. Ada sesuatu pertanyaan besar yang ada di benaknya saat melihat ekspresi pengasuhnya tadi. Memang apa salahnya? Bukannya perempuan itu yang sudah melakukan banyak masalah sepanjang hari kemarin! Belum lagi tingkahnya yang mencumbu Sam di muka umum kemarin, membuat gempar banyak tamu yang datang. Harusnya dia yang memarahi wanita itu dan bukannya malah dipandangi dengan ekspresi jijik seperti ini.
Setelah Rina dan Adit pergi, barulah dia sadar jasnya terlepas dan kancing kemejanya hilang semua, copot dari kemejanya. Dia rasa Moza akan curiga kalau melihatnya dengan keadaan seperti ini, maka cepat-cepat dia mengambil jasnya dari Susan dan lari ke kamar mandi.
Dia merapikan kemejanya walaupun kancingnya sudah tak ada. Dia memasukkan kemejanya ke dalam celana dan memakai jasnya. Dikancingkannya jasnya untuk menutupi kemejanya yang sudah tak berkancing.
Setelah semua terlihat rapi, Adit menyisir rambutnya ke belakang dan mencuci mukanya, agar terlihat lebih segar.
"Kau lihat kemarin cewek keponakan pak Jimmy itu. Gila ya... uda aduhai gitu bodynya... eh... ganas banget lagi! Beruntung banget si Sam memang," seru seorang pria pada temannya saat mereka memasuki toilet.
Adit yang sedang mengelap wajahnya yang basah dengan tisu, berhenti dan mengawasi dua pria yang baru masuk itu. Salah satu dari kedua pria itu, dia kenali sebagai anak pejabat yang baru saja dilantik. Anak pejabat yang bernama Bobby itu, terkenal suka main wanita dan membuat keonaran.

KAMU SEDANG MEMBACA
MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
RomanceApa yang akan terjadi jika cinta dan benci dari masa lalu menyapa kembali setelah sepuluh tahun berlalu? Rina Wibowo sungguh tak menyangka dia akan kembali bertemu dengan Aditya Harsono, pria yang pernah menjadi mantan pacarnya sekaligus mimpi buruk...