SELAMAT MEMBACA
Lean dan Nia
30 August 2021
Saat ini Lean berada di sebuah bar, ia duduk di salah satu sofa dengan dikelilingi beberapa kupu-kupu nya. Musik terdengar sangat riuh, banyak orang berteriak-teriak, menyanyi atau hanya sekedar ingin menghabiskan suara.
"Ganteng, mau bobok sini malem ini?" tanya salah satu, kupu-kupu malam yang asik bergelayut manja di dada Lean.
Lean yang sudah sangat mabuk, karena terlalu banyak meminum minuman haram itu pun hanya membalasnya dengan anggukan.
"Dia mabok parah, kita pake rame-rame asik nih."
Mereka tertawa di sekeliling Lean, mungkin sudah menyusun rencana untuk menikmati hidangan nikmat yang ada di depan mereka. "Ayo bawa ke kamar!" ucap salah satunya.
Mereka berbondong-bondong, membantu Lean yang sudah lemas untuk berdiri, hingga sampailah mereka di sebuah kamar yang ada di dalam bar itu. Mereka melempar Lelan di tengah-tengah kasur, lalu mengelilingi Lean dengan tawa yang kembali renyah.
Brak!
"Kak Lean!" seseorang mendrobrak pintu yang memang belum sempat untuk dikunci itu.
"Naraaaaaa..." Lean bersenandung menyebut nama seseorang yang mungkin membuatnya menjadi kacau seperti ini.
"Lo siapa! Maen masuk-masuk aja, gak sopan banget!" wanita yang menjadi pelopor untuk membawa Lean ke kamar ini pun maju mendekati seseorang yang dengan sangat berani mendobrak pintu surga mereka.
"Maaf Tante, aku Agnia, anak Pak Mahika, kalo belum kenal sama beliau, Tante-tante sekalian bisa langsung tanya ke manager disini."
Ya, Nia adalah seseorang yang bisa dibilang telah menyelamatkan kehormatan Lean dari keganasan pada kupu-kupu ini.
"Hallo?" Nia melambaikan tangan di depan wajah wanita yang ada di depannya, "Tante kalo udah selesai bengongnya, saya bisa bawa pacar saya pulang kan?"
"O-oh iya-iya bolen Non. Silakan! Weh minggir!" tegurnya pada teman seperangkat nya untuk tidak lagi memegangi Lean yang sudah limbung kesana-kemari. Wanita itu memberi kode kepada temannya dengan tangan yang membuat garis ke lehernya sendiri, seperti ingin menggorok.
Salah satu temannya mendekat ke arahnya, lalu membisik, "Siapa sih beb?"
"Anak bos anjir. Mati kita kalo ga diturutin," jawabnya.
"Naraaa... ohhh Naraaaa..." Lean masih pada senandung nya, nadanya tidak beraturan, hanya dia yang bisa mengumandangkan nya.
Nia maju, lalu mencoba untuk mengangkat Lean, "Kak ayo bangun, pulang."
"Ehm?" Lean sedikit kaget, dia menatap wajah Nia dengan aneh, "Kamu Nara?" ucapnya.
"Iya," jawab Nia singkat, "Ayo pulang."
Nia berhasil untuk membopong Lean di bahunya, dia sedikit kewalahan menghadapi Lean yang sedang mabuk seperti ini.
"Nara Nara Nara... Ohhh Naraaaa," sekarang nadanya terdengar seperti sponsor, kacang telur Garuda. (yang kacang kacang kacang, telur telur telur, gitu deh)
Hingga sampailah mereka di depan bar, Nia memanggil supirnya untuk datang karena dia sudah tidak kuat membawa tubuh Lean yang sangat berat untuk porsi tubuhnya.
"Pakkk! Bantuin dong!" ucapnya setengah berteriak.
Supir Nia langsung membantu Nia untuk membawa Lean masuk ke dalam mobil. Nia menarik nafas lega, "Hufft, berat juga anjir!" keluh nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LEANDRO (untuk Nara) NEW VERSION
Teen Fiction"NARA CUMAN PUNYA GUE ANJING!" Sentak Bara. "BACOT BANGSAT!" Mereka tetap saling pukul satu sama lain, wajah mereka juga sudah babak belur, hingga pelukan seorang gadis di salah satu punggung mereka, membuat jeda di antaranya, "Bara, udah Bara. St...
