SELAMAT MEMBACA
Kelicikan Lean
28 August 2021
"Nara sakitttttttt."
"Aku harus gimana, Bara?" bingung sudah Nara menghadapi Bara dalam mode manja seperti ini, selepas mereka sampai di rumah Nara, cowok itu memilih untuk beristirahat di kamar Nara, tidak mau pulang, karna kalau dia pulang katanya, "Gamau nanti kalo Bara pulang, Bara gak bisa manjaan sama Nara!"
Nara menghembuskan nafas nya lelah, "Mau makan gak? Mau aku suapin?" tanya gadis dengan seragam lengkap di tubuhnya itu lembut. Nara memang tidak sempat mengganti baju nya, karna sibuk dengan rengekan dari Bara.
Posisi Bara saat ini sedang tidur di pangkuan Nara, dia sibuk memainkan tangan Nara untuk sekedar di jilati, "Bara jijik ih!" Gadis manis itu menarik tangannya cepat.
Namun cowok manja di pangkuannya ini kembali menarik tangan Nara, lalu memasukkan jempol Nara ke dalam mulutnya, "Bara! Tangan aku kotor!"
Bara mengeluarkan tangan Nara, "Enak, manis."
"Ih gamau ahh, jijik. Kamu kalo laper ayo Nara buatin makanan aja ya, kalo enggak kita delivery mau?" tawar Nara padanya.
Dia menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak mau, aku mau ini aja," lalu kembali memasukkan jempol Nara ke dalam mulutnya.
Nara menghela nafas panjang, memilih pasrah membiarkan Bara melakukan apa yang dia mau. Sambil sebelah tangannya mengusap kepala Bara dengan lembut, mencoba untuk membuatnya tertidur, dan ya perlahan matanya mulai menutup.
Dia damai, mata nya indah dengan luka darah di pelipisnya, Nara pikir, kalau dulu Lean tidak lebih dulu menembak nya dengan paksa, mungkin Nara akan bahagia bersama Bara, memanjakan dia seperti sekarang.
Flashback (Nara Pov)
"Lo culik Bara, jangan sampek dia sampek ke sekolah!" itu suara Lean, aku mendengarnya di balik tembok yang tak terlalu tebal ini, mereka ada di gudang, nggak ku lihat berapa banyak orangnya yang ku tau hanya ada suara Lean.
Lalu mereka tiba-tiba keluar, aku berlari kesamping tong sampah yang ada di dekat ku, bersembunyi di sana dengan rasa khawatir tentang Bara, kenapa dia mau nyulik adiknya? Pertanyaan itu tak henti-hentinya keluar dari pikiran ku.
Hingga saat ku rasa mereka semua sudah keluar, aku berlari kembali ke kelas, mencoba untuk menghubungi Bara.
Lama aku menunggu, Bara tidak mengangkat telfon ku, "Bar angkat dong!"
Tak lama akhirnya Bara mengangkat telfon ku, "Halo Nara."
"Bara kamu dimana?"
"Ini udah mau jalan kok, kenapa emangnya?"
"Bara kamu hari ini gak usah ke sekolah dulu bisa nggak?"
"Loh kenapa?"
"Panjang kalo harus dijelasin, nanti pulang sekolah aku kerum-"
"AAAAA TOLONG SIAPA LO!"
"HALO! BARAAA! BARA KENAPA?"
"Halo, Anna."
"Le-Lean? Lean plis! Lean jangan apa-apain Bara!"
"Dateng ke alamat yang gue kirim Anna, gue tunggu lo disana. Kalo lo ga dateng, Bara mati."
Tutt!
KAMU SEDANG MEMBACA
LEANDRO (untuk Nara) NEW VERSION
Fiksyen Remaja"NARA CUMAN PUNYA GUE ANJING!" Sentak Bara. "BACOT BANGSAT!" Mereka tetap saling pukul satu sama lain, wajah mereka juga sudah babak belur, hingga pelukan seorang gadis di salah satu punggung mereka, membuat jeda di antaranya, "Bara, udah Bara. St...
