HAI, CHAPTER INI AKHIR DARI KISAH MEREKA. YUK, SIAPIN TISU SEBANYAK MUNGKIN, SIAPA TAHU KALIAN NANGIS HEHE.
Happy Reading
.
.
"Nesa!" Pekik Randi. Laki-laki itu segera berlari menghampiri Nesa yang sudah dalam keadaan tubuh yang basah kuyup.
Tinggal satu langkah lagi Randi dekat dengan Nesa, suara tembakan itu langsung menghentikan langkah Randi. Kedua manusia itu dibuat terkejut.
Ali datang dengan tawa yang begitu riang menghampiri Nesa dan juga Randi. Tangan kanannya memegang pistol yang sedikit berasap, efek dari peluru yang dikeluarkan nya tadi. Sedangkan tangan kirinya dimasukan pada saku celana.
"Akhirnya, sang pangeran datang untuk menyelamatkan sang putri raja." Ucapnya dengan sedikit bernada.
Laki-laki itu tiba-tiba bertepuk tangan dengan heboh.
"Mau lo apasih Li. Gak kapok apa Lo tinggal dipenjara?" Ucap Randi dengan emosi. Ia kesal dengan laki-laki itu. Untung saja Nesa masih baik-baik saja. Jika saja dia sampai terluka, Randi tak bisa tinggal diam. Sudah pasti ia langsung membunuh Ali tanpa ampun.
"Gausah buru-buru, santai aja kawan."
Ali kemudian mendekati Nesa. Ia menodongkan pistol itu pada kepala gadis itu.
"Kalo peluru ini masuk ke dalam kepala cewek Lo, hal apa yang bakalan Lo lakuin ke gue?"
Randi menatap tajam Ali.
"Jangan coba-coba Lo nyakitin Nesa! Gue gak bakalan tinggal diam!"
"Mau liat dong marahnya seorang kekasih kalo ceweknya terluka." Laki-laki itu terus saja memancing emosi Randi.
Tanpa perasaan apapun, Ali langsung memukul kepala Nesa hingga gadis itu meringis.
"GUE BILANG JANGAN SENTUH DIA!" teriak Randi.
"Hahahahah, gue gak denger apapun."
Randi kini sudah geram. Laki-laki itu kemudian berlari mendekati Ali lalu memukulnya.
Bugh
Bugh
Bugh
Pertengkaran kini terjadi diantara Ali dan juga Randi. Nesa panik. Gadis itu kemudian bangkit. Ia terus berusaha melepaskan ikatan tali itu dengan cara menggesekkan nya ke ujung meja yang terbuat dari kaca.
"Stop!" Teriak gadis itu, Namun Randi dan Ali tidak mendengarkannya.
"Ran, udah lepasin ran!" Nesa kembali menjerit. Kedua laki-laki itu sudah penuh dengan darah di kepalanya.
Nesa memegang bahu Randi agar mau lepas, sayangnya gadis itu malah terhempas ke belakang hingga punggungnya terkena kursi. Gadis itu meringis pelan. Merasakan sakitnya.
Randi yang mendengar ringisan dari Nesa pun segera menghentikan perkelahian itu. Ia menghampiri Nesa.
"Sayang, kamu gapapa kan?" Tanya laki-laki itu khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Departure✓
Jugendliteratur[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA] ⚠️TYPO BERTEBARAN⚠️ ______ Ini kisah tentang seorang gadis yang memiliki seorang tetangga baru yang bersebelahan dengan rumahnya dan kini menjadi kekasihnya. Hubungan keduanya memang mulus, Namun tragedi pembunuh...
