Cerita pertama gan, maaf ya kalo ada typo. kalau ada kesamaan tokoh ataupun alur, baca dulu sampai abis baru nyimpulin ya, thank you manis.
***
"Al, lo beneran mau ambil tantangan queen?" Tanya Reno memastikan. Al sudah sangat lama tidak memacu adrenalinnya di garis balap sirquit membuat mereka cukup khawatir.
"Santai aja lagi, Queen kan bukan tipe curang kek anak geng sebelah." Balas Al meyakinkan para sahabatnya.
Selesai mandi tadi Al langsung meminta ijin pada bundanya untuk menginap di markas. Dan berhubung besok hari sabtu, maka dengan senang hati Al menerima ijin bundanya.
"Kalian kepo mukanya Queen gak sih?" Tanya Vaska penasaran. Sejauh ini mereka hanya mengenal sosok Queen dari nama panggil dan plat nomor milik gadis yang dipanggil Queen itu. Sejauh ini juga mereka tidak pernah menemukan motor dengan plat yang sama tiap kali berkendara.
Identitas Queen sangat disembunyikan dengan alasan yang mereka pun tidak tahu kenapa.
"Gimana kalo menang, taruhannya si Queen-Queen itu buka maskernya trus jadi pacar trial lo Al, sebulan aja." Ide Reno yang disetujui Saka dan Vaska. Al yang mendengar ide itu spontan melihat kearah Raka yang sepertinya tidak setuju dengan ide itu.
Sejujurnya Ia ragu menerima tantangan para sahabatnya, namun entah mengapa hatinya berteriak seolah mengijinkan Al untuk menerima tantangan dari teman-temannya.
"Fine, gua terima ide lo." Balas Al menyetujui usulan Reno. Semoga pilihannya tidak salah.
***
Tepat malam minggu, atau lebih tepatnya tengah malam ini, kedua kubu dari masing masing lawan sudah siap di sirquit. Namun menunggu tepat jam 12 malam, King berkumpul dengan sahabatnya, begitupun dengan Queen.
Dalam sirquit balap disini, siapapun yang tidak terkalahkan akan menjadi king apa bila Ia pria, dan Queen apa bila Ia wanita. Keduanya memiliki posisi yang bertahan turun temurun.
Al sebagai King dan lawannya Queen dengan identitas yang tidak diketahui. Pertarungan ini akan sangat sengit dengan taruhan yang diberikan.
"Aju taruhan. King, mau apa?" Tanya seorang wanita berbaju ketat yang menunjukan lekuk tubuhnya.
"Saat gua menang, gua pengen Queen buka maskernya buat tunjukin identitas dia. Trus kita pacaran trial 1 bulan." Ujar Al lantang. Baru pertama kalinya Ia mengajukan taruhan bukan dengan motor atau mobil impiannya, namun dengan ide entah cemerlang atau tidak dari salah satu sahabatnya.
Queen yang mendengar taruhan itu meneguk silvanya susah payah. Al bukan lawan yang mudah untuk di kalahkan, walau Ia pernah menang melawan Al, nyatanya Ia lebih banyak kalah dibanding menang.
"Queen, ingin mengajukan taruhan apa?" Tanya wanita itu kembali.
"Al turutin 3 keinginan gue." Singkat, padat dan jelas. Ia masih bisa berfikir Ia ingin apa. Dari pada langsung mengajukan keinginannya secara spontan seperti itu.
Dua gadis yang berdiri dibalik tembok dengan motornya masing masing bergidik ngeri membayangkan betapa menegangkannya balapan malam ini.
"Tidak ada yang ingin di ubah kan? kalau begitu kalian bisa mengambil posisi di belakang garis start." Jelasnya yang kemudian mengambil bendera pendek.
Ready?
1
2
3
Start!
Bendera yang dilemparkan keatas langsung disambut dengan deruman motor yang saling sahut menyahut melewati tiap tikungan yang ada. Belokan yang di tutup dengan ban-ban besar itu membuat tikungan tajam yang harus dilewati Queen dan King ini. Kecepatan yang sambil beradu diatas 80 Km/Jam itu terus meningkat.
Dingin malam tidak mempengaruhi fokus keduanya. Bahkan terus menambahkan kecepatan saat dilihat garis finis didepan mata. Al yang sampai lebih dulu di sambut dengan tepukan meriah. Asap mengelilingi motornya karena peraduan aspal dan ban yang dipaksa berhenti serentak membuat garis lingkaran didepan garis finis.
Queen yang baru saja tiba mengumpat dalam hati. Hari ini identitasnya akan terbongkar, karena kesialannya kalah hari ini.
Al melangkah menuju motor Queen dengan helm kebanggannya ditangan kanannya.
"Can i open your mask, hm?" Tanya Al sambil tersenyum. Hatinya benar-benar tidak sabar melihat siapa orang dibalik sosok Queen yang pernah mengalahkannya 3 kali dari 14 kali balapan. Ralat, di tambah ini jadi 15.
"Ya." Balas Queen pasrah. Ini sudah kesepakatan bukan?
Al mulai mengambil helm yang dikenakan gadis itu. Kemudian mengangkat masker yang menutupi seluruh kepalanya.
Deg!
Kaget? Tentu saja. Jantungnya berdegub kencang, bahkan darah keduanya berdesir saat saling bertatapan. Partner Queennya, ternyata musuhnya sendiri.
"Lo queen?" Tanya Al memastikan.
"Seperti yang lo lihat." Jawab Anara santai.
"Jadi ini sosok yang bisa kalahin gua 3 kali?" Ujar Al meremehkan.
"Gak usah sombong dengan 15 kemenangan itu. Liat aja nanti gua yang bakal menang lebih banyak dari lo!" Sinis Anara yang merasa egonya tersentil.
"Oke, kita pacaran trial 1 bulan sesuai perjanjian."
"Fine."
***
Jangan lupa votenya brodi, see u next part!!

KAMU SEDANG MEMBACA
HATE OR LOVE
أدب المراهقين"Gue benci deh sama lo." "Iya, gue tau lo cinta sama gue." "HALU NAJIS!" Sepaket kisah penuh teka teki, takdir yang mempertemukan untuk sebuah perpisahan? atau takdir perpisahan dengan awal sebuah pertemuan yang indah? Kisah yang indah namun rumit...