Cerita pertama gan, maaf ya kalo ada typo. kalau ada kesamaan tokoh ataupun alur, baca dulu sampai abis baru nyimpulin ya, thank you manis.
****
"Do you want to be mine?"
Anara mengeratkan pegangannya pada kedua ujung hoodienya. Kebahagiaan terpancar jelas dimatanya. Bahkan kondisi hatinya tidak dapat dideskripsikan. Jantungnya berdetak sangat kuat, bahkan perutnya seperti ada ribuan kupu-kupu yang siap untuk keluar.
"Al, g-gue."
Anara yang menahan ucapannya membuat Al gemas sendiri. Musuhnya yang satu ini memang harus dikasih tau. Kalau Anara cuma punyanya Alfikra.
"Gue?" Tanya Anara mengulang ucapan Anara. Hatinya benar-benar tidak sabar mendengar jawaban yang akan terlontar dari bibir gadis itu.
"Gue gak bisa Al." Jawaban Anara membuat senyuman diwajah Al memudar. Matanya menatap mata Anara dalam. Ada rasa sakit yang tidak bisa didefinisikan didalam hatinya. Seperti,
"Gak bisa nolak maksudnya." Lanjut Anara yang langsung memeluk Al menyembunyikan rona merah di pipinya.
Al yang langsung dipeluk seperti itu mengalami kemacetan otak. Seperti masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi, namun tak urung tangannya perlahan naik membalas pelukan gadisnya. Benar bukan? kan udah resmi.
Pacaran maksudnya, bukan nikah.
Saat sedang memeluk Al, Anara terkejut saat melihat banyak orang menatap mereka berdua. Apa lagi tiba-tiba ada seorang pria datang memainkan gitar didekatnya dan Al.
.....
Sendiri aku di sabtu ini.
Pandangi bintang, dampingi bulan,
Terdengar sayup angin bernyanyi.
Ketika hening malam telah datang,
Aku menanti, sebuah harapan
Perubahan,
Di dalam hidupku.
Dengarlah oh dengarlah,
Pinta hati kecilku,
Agar aku, raih bahagia.
Tuhan berikan aku kekasih,
Yang terbaik untuk,
Hidupku yang bisa,
Menerimaku, apa adanya.
Tunjukan aku kisah cinta yang, lama kau tunda,
Jadi sebuah anugerah, anugerah terindah,
Dalam hidupku.
Suara tepukan tangan menggema saat Satria selesai bernyanyi. Cukup banyak orang disini, termasuk anggota Bragos dari luar smabun yang pernah Anara lihat saat penyerangan dadakan disekolahnya beberapa hari lalu.
"PEJE DONG PEJE." Itu suara Raka. Anara merutuki dirinya sendiri saat ingat perkataannya di grup chat savionara waktu itu. Ini bisa menjadi salah satu ejekan yang akan Raka lontarkan kepadanya.
"When cowok gengsi bersatu sama cewek kepala batu ya?" Vaska yang berjalan dari belakang Anara cukup mengejutkan gadis itu.
"Liat aja, iya gak Nar?" Tuhkan! Sudah Anara bilang ini akan jadi hal yang meresahkan.
"Liat aja, apa Rak?" Tanya Al yang tidak mengeri maksud ucapan Raka.
"Kaga Al, Gue sama Anara lagi main kata 'Liat aja'" Jawab Raka yang sepertinya tidak ingin berbagi ledekan dengan para sahabatnya.
"Lo Anara?" Tanya Satria menghampiri couple double A milik smabun itu.
"Iya bang, kok lo bisa tau gue?"
"Kita seumuran, gak usah pake bang. Gua Satria, temennya Al dari SMP." Ucapnya memperkenalkan diri.
"Lo cewek pertama yang bisa jadi pacarnya, dan cewek pertama juga yang Al bawa kesini buat dikenalin kesemua club skateboard Bragos." Jelasnya membuat Anara tersipu.
"Pertama dan terakhir Sat." Tambah Al kemudian melingkarkan tangannya pada kedua bahu Anara.
"Seriously?" Tanya Satria kurang percaya. Kisah SMA terlalu diragukan untuk bisa bertahan sampai akhir.
"Apa yang udah jadi milik seorang Al, gak akan bisa terlepaskan semudah itu. Kalaupun masa depan gak ijinin buat bareng, Kalo bisa di terbos, why not?" Al menatap Anara dalam. Tatapan tulus pertama kali yang Al berikan pada seorang wanita selain bundanya.
Anara yang mendengar itu memilih menggerakan sedikit badannya. Mungkin berusaha mencari topik lain agar Ia bisa berhenti salah tingkah.
"Sat, bisa pinjem skateboard lo?" Tanya Anara berusaha berbaur. Dari pada canggung seperti ini mending bermain kan? mumpung ada para proplayernya.
"Boleh lah. Apa yang kaga buat ibu negara sih." Jawab Satria yang langsung mengambil skateboardnya kemudian memberikannya Anara.
Gadis itu meletakan skateboard itu dipinggir kolam cekung yang biasanya digunakan oleh para pemain skate profesional.
Satria yang melihat itu cukup panik karena cekungan disini berbelok, tidak lurus seperti biasanya. Berbeda dengan Al yang melihat gadisnya mulai menaiki skateboard tersebut dengan kaki kiri, diletakan ditengah, kemudian mulai menekan kaki bagian depannya.
Dengan lincah gadis itu turun dari ujung cekungan, kemudian menekan lututnya saat berbelok. Bahkan saat melompat dari skateboard tersebut, papan skatenya berputar sempurna.
Saat berada diujung cekungan yang satunya lagi, Anara membawa berat badannya ketumpuan kakinya, melompat sekaligus membelokan papan skatenya untuk kembali kedalam cekungan.
Saat sudah sampai didalam cekungan, Anara langsung menurunkan kaki kanannya yang berada diatas skateboard untuk menghentikan permainannya, kemudian berjalan keluar dari dalam cekungan.
Semua orang yang melihat Anara melakukannya berdecak kagum. Satria yang awalnya meragukan Anara sampai membuka mulutnya seperti orang mangap.
"Gimana?" Tanya Anara pada mereka semua.
"Bagus anjir! Gue aja masih jatoh kalo main." Jawab Saka. Ia menggeleng tidak percaya, padahal Ia tadi melihat langsung.
Beberapa dari mereka bertepuk tangan dan menganggap permainan Anara tadi luar biasa. Walau menurut mereka atraksi seperti itu sudah biasa, dan tentu saja mereka bisa. Tapi ini cewek boss, beda lagi.
Al menggelengkan kepalanya melihat Anara tersenyum manis. Tangannya terangkat mengelus rambut Anara.
"Cabut woi, gua traktir!"
****
Jan lupa vote ges, see u next part!!

KAMU SEDANG MEMBACA
HATE OR LOVE
Teen Fiction"Gue benci deh sama lo." "Iya, gue tau lo cinta sama gue." "HALU NAJIS!" Sepaket kisah penuh teka teki, takdir yang mempertemukan untuk sebuah perpisahan? atau takdir perpisahan dengan awal sebuah pertemuan yang indah? Kisah yang indah namun rumit...