Cerita pertama gan, maaf ya kalo ada typo. kalau ada kesamaan tokoh ataupun alur, baca dulu sampai abis baru nyimpulin ya, thank you manis.
*****
Romeo save me I've been feeling so alone
I keep waiting, for you but you never come
Is this in my head? I don't know what to think
He knelt to the ground and pulled out a ring and said,
"Marry me, juliet you'll never have to be alone
I love you and that's all i really know
I talked to your dad, go pick a white dress
It's a love story, baby just say 'yess'"
*****"Al."
"Hm?"
"Coklat?"
"Kamu udah makan segitu banyak loh."
"Mau lagi."
"Nggak bagus, sayang."
"Ya udah, bakso deh."
"Oke."
Al yang sedang rebahan ganteng diatas kasur langsung mengambil jaket dan dompet serta ponselnya. Anara yang melihat itu tersenyum bahagia. Tanpa basa basi, gadis itu langsung mengikuti Al dari belakang.
Perjalanan yang hanya menempuh waktu lima menit dari kediaman Banuraga itu diisi dengan celotehan tidak jelas Anara. Bahkan belum sampai diwarungnya saja gadis itu sudah membayangkan betapa nikmatnya kuah bakso dipadukan dengan sambal yang kalian pasti tau gimana.
"Kamu duduk aja, nanti aku yang pesenin."
"Aku dua porsi ya."
"Iya."
Anara melangkah menuju salah satu meja yang kosong dipojok kanan. Tangannya bergerak menyalakan ponsel, membuka kodenya, melihat beranda, kemudian mematikannya lagi. Kurang kerjaan memang, tapi entahlah hanya kebiasaan.
Tak lama kemudian Al datang di susul dengan tiga mangkuk bakso komplit. Anara menatap bakso-bakso itu penuh minat. Tangannya mengambil sendok sambal dan mulai menumpahkan cairan berwarna merah itu kedalam mangkuknya. Sampai-sampai...
'BISA BANGKRUT INI AING TEH!!' Jerit abang tukang bakso yang melihat cara Anara mengambil sambal dalam hati. Tidak mungkin lah dengan lantangnya Ia berteriak seperti itu. Bisa kabur pelanggannya.
"Jangan banyak-banyak, Anara."
"Ini dikit."
"Dikit kamu meresahkan."
"Beneran dikit ini, mau nyoba?"
"Gak sayang, gak usah. Kamu makan aja." Nyari mati mungkin kalau mau makan sambal dengan bakso. Eh maksudnya bakso dengan sambal sebanyak itu. Mungkin sehabis ini Ia akan langganan kamar mandi.
Anara tersenyum bahagia. Mulutnya dengan lahap menyantap dua porsi bakso didepannya nikmat. Bahkan dalam sekejap, kedua mangkuk baksonya sudah habis lebih dulu dari pada Al. Sangat-sangat, Ah sudahlah.
"Kamu masih laper?" Tanya Al yang sudah selesai dengan baksonya.
"Udah Al."
"Ya udah, ayo pulang." Al menggenggam tangan Anara menuju gerobang bakso, kemudian memberikan selembar uang berwarna merah.
"Kembaliamnya ambil aja bang." Ujar Al santai.
'Alhamdulillah balik modal sambal.' Batin abang bakso menatap kepergian dua remaja itu.
"ANARA!"
Anara yang merasa dirinya dipanggil pun menoleh. Matanya menatap sinis Bella yang rupanya tidak jadi sekolah diluar negeri.
"Eh ada turis, kenapa ya?"
"Karna lo! Perusahaan bokap gue bangkrut!"
"Tau dari mana lo, itu karna gue?"
"Lo itu sumber masalah dalam hidup gue Nar!"
"Sampah masyarakat punya sumber masalah?"
Al memilih untuk tidak ikut campur. Tontonan didepannya terlalu disayangkan untuk disia-siakan.
"Anjing lo! Lo yang sampah masyarakat. Bukan gue!"
"Bahkan lo aib buat bokap lo sendiri Bel, lo gak sadar?"
"Maksud lo apaan ngomong gitu!"
"Karna sifat jablay lo, banyak kolega bokap lo batalin kontraknya, lo gak tau kan? Pengeluaran lo aja sebanyak itu, gimana bokap lo mau sanggup? Mikir yuk kalo ngomong. Sumber masalah dan sampahnya siapa, yang disalahin siapa. Situ sehat?"
"Mulut lo kaya orang gak disekolahin Nar!"
"Gimana sama mulut lo yang udah dicicip banyak orang?"
"CEWEK GILA!"
"Lebih gila mana sama cewek yang udah pernah hamil diluar nikah trus gugurin kandungannya?"
skakmat.
Lidah Bella seakan kelu untuk menjawab. Bagaimana bisa Anara mengetahui ini? Bahkan kasus ini sudah Ia tutup serapat mungkin.
"Bingung gue tau dari mana?
---Denger Bel. Informasi bakal dateng ke orang baik tanpa dia minta." Ujar Anara yang langsung memilih pergi dari sana. Sejujurnya Ia sudah malas berurusan dengan tikus kecil yang mudah dihancurkan seperti Bella dan keluarganya. Namun sepertinya membalas sedikit ucapannya dengan aib sendiri cukup menyenangkan.
Al yang berjalan mengikuti Anara merangkul pundak gadisnya gemas. Ia merasa sangat bangga atas ucapan Anara tadi. 'Lo baik, ya gue baik. Lo jahat, gue bisa lebih jahat lagi.' Benar begitu bukan?
"Hebat kamu!"
"Enggak ya."
"Kok kamu tau dia hamil diluar nikah?"
"Liat aja cara jalannya."
"Aku gak bisa bedain."
"Makanya latihan dimarkas."
"ENGGAK!"
"Santai ih, jangan ngamuk."
"Eh tapi Nar,"
"Hm?"
"Bukannya tadi kita naik motor ya? kok sekarang jalan kaki?"
"AL, MOTORNYA KETINGGALAN!"
*****
jan lupa vote yaww, see u next part!

KAMU SEDANG MEMBACA
HATE OR LOVE
Teen Fiction"Gue benci deh sama lo." "Iya, gue tau lo cinta sama gue." "HALU NAJIS!" Sepaket kisah penuh teka teki, takdir yang mempertemukan untuk sebuah perpisahan? atau takdir perpisahan dengan awal sebuah pertemuan yang indah? Kisah yang indah namun rumit...