39. Syakila Hamil?

5.7K 419 17
                                        

Bismillah

Koreksi typo

Selamat membaca :)

***

Syakila menutup hidungnya mencium aroma menyengat dari bawang yang sedang di goreng. Padahal Syakila sudah berdiri jauh dari dapur agar terhindar dari aroma bawang goreng yang tidak mengenakkan itu, tapi tetap saja aromanya kuat sekali. Syakila ingin muntah sekarang juga.

Fatih melihat istrinya masih berdiri di ambang dapur, tadi saat ia akan pergi keluar Syakila menahannya dan membawanya masuk ke dapur.

"Kamu kenapa sih nutup hidung terus?"

"Bauuuu."

"Ke sini, ini udah abang goreng bawangnya tinggal di ulek aja buat sambalnya."

"Abang tolongin ulek dong, aku gak tahan, bawangnya bau ba—, huek ..."

Syakila menutup mulutnya dengan tangan, dia sudah tidak tahan lagi dan Syakila buru-buru melangkah menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur. Fatih melihat Syakila dengan pandangan bingung dan dia juga ikut menyusul istrinya. Rasa khawatir mulai menyeruak saat mendengar suara Syakila yang sedang muntah-muntah di dalam, Fatih ingin masuk tetapi pintu kamar mandinya terkunci dari dalam.

Di dalam kamar mandi, Syakila mengeluarkan isi perutnya, "Aduh, lemes banget." lirih Syakila bersandar pada pinggiran washtafel setelah mencuci mulutnya. Perutnya masih terasa di aduk-aduk.

Syakila keluar dari kamar mandi wajahnya terlihat sedikit pucat dan lesu. Fatih langsung mendekati Syakila begitu melihat wajah istrinya.

"Sayang kamu kenapa?"

"Abang tunggu."

Fatih menghentikan langkahnya—menatap penuh kebingungan ke arah Syakila yang melarangnya mendekat.
Mengabaikan tatapan suaminya, Syakila melambaikan tangannya bermaksud agar Fatih mundur ke belakang, sedangkan sebelah tangannya sudah hinggap menutupi hidungnya.

"Abang jangan deket-deket aku dulu."kata Syakila menggerakkan tangannya semakin kuat.

Fatih mengabaikan suruhan Syakila, dia semakin melangkah mendekati istrinya. "Kenapa jangan?"tanyanya tidak mengerti.

Syakila menepis tangan Fatih yang akan meraihnya. "Ish, aku bilang jangan deketin aku!" tukas Syakila, perutnya terasa kembali di aduk.

Fatih menatap Syakila gusar, dia tetap berada di dekat istrinya. "Abang khawatir loh sayang, wajah kamu pucat begitu." kata Fatih sebelah tangan mengusap wajah Syakila.

Syakila mendorong tubuh Fatih agar menjauh darinya. "Abang bau bawang."kata Syakila.

"Abang sudah cuci tangan kok."

"Iiiiih, masih bauuu, mau muntah lagi."

Syakila masuk lagi ke dalam kamar mandi dan kembali muntah-muntah.
Fatih menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.

"Sayang ... abang masuk ya?"

"Jangaaaan."

"Kenapa sih?"

AL - FATIH [SELESAI] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang