H A I !👋
— H A P P Y R E A D I N G —
***
DE CLAESH ...
Siapa yang tidak mengenal dua penggal nama sebuah marga satu itu? Marga yang dikenal sebagai si Raja bisnis diseluruh pelosok negara, bahkan benua.
Sebuah marga keluarga yang memiliki ciri khas berlambang ukiran 'DC' disetiap bahu si keturunan asli DC. Mereka yang memiliki tato dibahu dengan lambang khas DC akan diakui oleh dunia sebagai penerus si Raja Bisnis.
Selain terkenal sebagai Raja nya bisnis, DC juga dikenal sebagai keluarga yang harmonis, disiplin, dan juga kejam. Mereka tak akan segan-segan untuk menghabisi lawan yang sudah berani mengusik diri mereka sendiri atau pun keluarga mereka.
Perusahaan bermarga DC sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu dengan marga yang sama. Itu artinya, DC Company benar-benar cocok mendapat julukan sebagai Raja Bisnis didunia ini. Dari tahun ke tahun, nama DC Company semakin dikenal dengan pemimpin yang senantiasa berganti disetiap puluhan tahun nya.
Diantara banyak nya keturunan DC, Roderick Rédjevik De Claesh dikenal sebagai pemimpin DC Company yang paling muda disepanjang sejarah keluarga DC. Diusia nya yang baru 15 tahun, Roderick sudah mulai memimpin perusahaan menggantikan sosok Ayah nya yang memilih pensiun dan menghabiskan waktu bersama istrinya.
Pria berparas tampan dengan segala prestasi nya itu dikenal sebagai sosok yang dingin, kejam, dan juga cuek. Tak hanya pada orang luar, pada keluarga dan istrinya pun begitu. Roderick sudah terbiasa dengan sifat dingin dan cuek nya, jadi agak sulit untuk menghapus sifat itu dari dirinya.
Disini, diruangan megah nan mewah yang terletak dilantai 3 mansion utama DC ada Roderick dan anak-anak nya, tentu ada Eugene juga disana. Mereka duduk saling berhadapan dengan Roderick yang duduk disamping Eugene.
"Dad, kenapa memanggil kami?" Laki-laki dengan pakaian casual yang hendak berangkat kuliah namun terurung itu bertanya pada sang Ayah yang masih setia menatap mereka datar.
Roderick, pria itu menghembuskan napas nya kasar lalu menatap kedua putra nya satu per satu. "Kalian tahu apa kesalahan kalian, boys?"
Nada suara Roderick terdengar tak bersahabat karena nada dingin juga tatapan tajam nya yang terus menghunus keduanya, hingga kedua laki-laki itu meneguk saliva nya dengan susah payah. Aura seorang Roderick memang tak bisa diragukan lagi.
Sehari sebelum kejadian buruk menimpa Clava, Roderick sedang berada di Surabaya karena urusan pekerjaan nya, dan tentu ditemani oleh Eugene. Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka disana hingga tak mengetahui tentang apa yang Clava alami siang dikeesokan hari nya.
Bahkan Roderick baru mengetahui tentang keadaan Clava kala sehari setelah Clava dikabarkan hilang. Clava menghilang tepat dihari kedua saat Roderick masih di Surabaya, itu artinya Clava hilang atau masih terkurung didalam gudang sekolah selama sehari semalam.
Bodyguard yang Roderick tugaskan untuk memantau putri nya ternyata sudah lalai hingga membuat Clava hilang bahkan terluka. Clava ditemukan oleh anak buah Roderick disebuah pinggiran hutan ujung jalan terlarang, karena jalan itu sangat curam dan juga licin.
Karena jalan yang tak memungkinkan mereka untuk menaiki kendaraan, mereka memilih menaiki helikopter untuk bisa tiba dengan selamat disana. Bahkan, Roderick merasa kaki nya lemas bukan main saat dia melihat tubuh bersimbah darah Clava dengan keadaan yang sangat memperihatinkan.
Terbaring ditepi jalan dengan wajah yang mulai membiru walau tertutup oleh darah, Roderick tetap bisa melihat kebiruan itu dengan mata tajam nya. Hal yang membuat Roderick semakin lemas tak berdaya adalah saat matanya terpaku pada perut Clava yang terus mengeluarkan darah.
"Siapa yang berani melukai, Putriku?!"
Ucapan atau lebih tepatnya pertanyaan dari Roderick terdengar menggema tapi dari puluhan anak buah nya yang hadir, tak ada satu pun yang membuka suara.
Tanpa menunggu lama lagi, Roderick pun segera menggendong tubuh mungil Putrinya dan segera membawa nya kerumah sakit. Setiba nya dirumah sakit, Roderick kembali pergi untuk mencari siapa yang sudah melukai putri nya.
"Putriku koma selama sebulan, dan kalian tau apa kesalahan kalian?"
Kedua laki-laki itu menunduk dalam, merenungi kesalahan mereka yang sangat fatal itu. Sebagai Kakak, mereka merasa telah gagal menjaga adik perempuan mereka satu-satu nya tapi mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur.
"Dad..." Laki-laki berseragam khas Sekolah Menegah swasta itu terdengar ragu untuk berucap.
"Hm? Ucapakan!" Tegas Roderick yang berhasil membuat laki-laki itu mengepalkan tangan nya erat menahan rasa gugup dan juga takut nya pada aura sang Ayah.
"Ka—ah maksud ku, mereka tidak melukai Clava dibagian perut." Ucap laki-laki berseragam sekolah itu seraya mengingat kembali tentang kejadian yang sudah berlalu.
Dahi Roderick mengernyit lalu berubah menjadi biasa saja dalam hitungan detik, "Kalian tau siapa pelaku itu?" Tanya Roderick dengan nada tenang nya.
"Kami."
Roderick terkekeh sinis menatap kecewa kedua Putranya yang dia banggakan itu, Putranya yang dia harapkan agar bisa menjaga Clava tapi apa yang terjadi? Mereka sendiri yang membuat Putri kesayangan nya harus terluka, baik fisik maupun mental.
"Gerbang Redjvik, jam 11 malam!" Tegas Roderick yang semakin membuat kedua laki-laki itu mengeluarkan keringat dingin juga tangan nya yang sedikit bergetar.
Gerbang Redjvik atau nama lain dari sebuah bangunan mewah yang terlihat elegan dari luar tapi menyeramkan didalam. Bangunan yang bisa disebut rumah itu adalah tempat anak buah Roderick yang dikenal mematikan. Mereka tak segan segan melukai satu sama lain kala nafsu membunuh mereka sudah memuncak.
Itu artinya, kedatangan kedua laki-laki itu akan sehat tanpa lecet sedikit pun tapi ketika keluar dari bangunan itu, satu hal yang paling ringan mereka dapatkan adalah patah tulang yang membuat mereka harus istirahat dirumah sakit. Ya, mereka akan menjadi titik pemuas nafsu membunuh anak buah terpilih milik Roderick.
Tatapan kedua remaja laki-laki itu beralih pada sang Ibu yang menatap mereka datar. Seseorang yang bisa membantu mereka terbebas dari kurungan neraka ternyata tidak peduli dengan mereka.
"Hukuman tetap hukuman, Mommy tidak pernah mengajarkan kalian untuk menjadi lelaki pengecut yang menghindari hukuman. Hukuman kalian termasuk ringan, tidak sebanding dengan apa yang Putriku dapatkan dari kebodohan kalian!"
Kini sudah tidak ada lagi tatapan lembut dari manik mata Eugene, yang ada hanya tatapan dingin yang menghunus tajam penuh kekecewaan pada kedua Putranya. Dia merasa kecewa karena gagal mendidik anak-anak mereka agar tetap saling menjaga.
Kedua laki-laki itu hanya pasrah dengan nasib mereka seminggu kedepan yang sudah pasti jauh dari kata baik-baik saja. Berdoa saja, semoga mereka bisa kembali dengan keadaan sedikit lebih baik.
Setelah menyelesaikan pembicaraan yang sedikit menegangkan itu, Roderick dan Eugene pun segera berlalu menuju rumah sakit karena mereka tak tenang kalau harus meninggalkan Ony sendirian.
Sekarang hanya tersisa kedua anak laki-laki Roderick, mereka masih menunduk sebelum si laki-laki dengan pakaian casual mendongak menatap kosong ke depan.
"Gue... Gue bodoh," lirih nya yang berhasil membuat sang Adik menoleh.
"Bukan cuma lo, Bang, gue juga bodoh dan goblok."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasía[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)