22 | Cute Girl

58.7K 5.3K 391
                                        

H A I  !👋

— H A P P Y  R E A D I N G —

***

This section is specifically about his birthday flashback🎂🎉

[Bagian ini khusus tentang kilas balik ulang tahunnya🎂🎉]

.
.
.

04/10/16 | 15:30 WIB

Pandangan gadis kecil itu menatap lurus kearah depan dengan pandangannya yang menyendu. Dihadapannya, ada sebuah keluarga bahagia yang sedang tertawa bahagia. Mereka terlihat begitu harmonis dengan canda tawa yang saling menular.

Elony menunduk, menatap kedua kakinya yang dia ayunkan. Hingga kepalanya harus kembali mendongak kala sebuah suara yang tak asing terdengar ditelinga nya. Gadis kecil itu tersenyum miris saat melihat dua orang yang saling merangkul dengan erat.

"Tuhan, apa aku bisa bahagia? Aku ingin bahagia, walau hanya dihari ulang tahunku."

Tangan mungilnya terangkat lalu mengusap kasar air mata nya yang menetes tanpa izin. Kepalanya kembali tertunduk saat dua orang itu melirik sekilas kearahnya. Elony malu, malu kalau mereka sampai berhasil melihat air matanya.

Elony bangkit dari duduknya lalu berjalan tanpa arah. Dia ingin pulang, lalu mendengar ucapan selamat ulang tahun dari keluarganya, tapi... Apakah dia bisa merasakan hal yang tak mungkin dia rasakan?

Langkah kecilnya membawa dia kesebuah rumah kecil tak jauh dari perumahan elit. Menekan knop pintu yang sudah berkarat itu, lalu melangkah masuk menemui seseorang yang kini tengah meringkuk kedinginan diatas tanah yang hanya beralaskan kardus bekas.

"Bibi," panggilnya dengan suara pelan.

Mau sepelan apa pun suaranya, itu berhasil mengganggu tidur sosok wanita dihadapan nya hingga wanita itu langsung terduduk dengan tatapan yang menatap penuh kelembutan pada sosok gadis kecil dihadapan nya.

"Oh, Auri-ku!" wanita itu bangkit lalu segera memeluk erat tubuh mungil itu.

"Selamat ulang tahun, Auri-ku. Bersabarlah sedikit, karena kebahagiaan sedang menunggumu." Tubuhnya kotor, banyak debu, tapi Elony tak perduli, yang dia butuhkan saat ini adalah sebuah pelukan hangat.

Wanita itu langsung menarik pelan tangan Elony lalu membawanya untuk duduk diatas kardus bekas itu. Keduanya sama sama diam sebelum akhirnya Elony membuka suara.

"Bibi, Papih jahat." lirihnya dengan kepala yang tertunduk.

Senyum wanita itu belum memudar, "Iya tau." Jawabnya singkat.

"Bibi, Papih bawa Tante jahat kerumah Mamih." Lirihnya lagi dengan air mata yang mulai menetes dengan deras.

"Bibi, Mamih selalu menangis ditiap malam. Mamih selalu nangis sambil lempar-lempar foto Papih. Bibi, kasihan Mamih." Sambungnya dengan isak tangis yang mulai terdengar.

Wanita itu mendongak, menahan air mata yang terus memaksanya untuk dikeluarkan. Dia sedih, dia sakit, dia merasa tak berguna saat melihat sosok gadis kecil rapuh yang kini tengah menangis terisak. Menangis meratapi betapa kejamnya dunia ini.

"Bibi, Abang pergi dibawa Papih. Papih jahat! Papih udah buat Mamih masuk tempat terkutuk itu! Papih jahat sama aku dan Mamih, hiks." sambungnya dengan tangan mungil nya yang terus memukul dadanya yang terasa sesak.

"Aku benci Papih!"

"Jangan membenci Ayahmu, sayang. Dia juga manusia, ada kalanya, dia lelah dan bosan. Biarkan dia mengejar kebahagiaan nya walau harus merelakan kebahagiaan mu." Ucap wanita itu dengan nada lembutnya.

Precious Cute Girl [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang