H A I !👋
- H A P P Y R E A D I N G -
***
"Kenapa kalian diam terus sih?"
Bibir mungil Ony mengerucut kesal kala 3 orang gadis, dan 3 orang laki-laki hanya duduk diam di sofa tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sejak mereka tiba diruangan Ony beberapa menit lalu.
3 orang gadis itu adalah Visya, Veila, dan Cherry yang masih dengan wajah lebam nya. Hanya saja, darah diwajah mereka tadi sudah dibersihkan, juga baju mereka sudah diganti. Sedangkan 3 orang laki laki itu adalah Zegran, dan kedua Kakak Ony yang juga dirawat dirumah sakit itu.
Visya dan Zegran sama sama menampilkan raut datar nya, kedua Kakak Ony menampilkan raut sendu nya, sedangkan Veila dan Cherry hanya menampilkan raut penuh rasa bersalah mereka saat melihat kondisi Ony saat ini
Kepala nya yang kembali diperban, juga sudut bibirnya yang masih membiru. Tanpa bertanya pun, mereka berenam pasti sudah tahu tentang apa yang terjadi pada Ony. Hanya saja, mereka tidak bisa bertindak gegabah, karena lawan mereka bukan dari pihak biasa.
Menghembuskan napas nya kasar, lantas Ony segera membaringkan tubuh nya dengan membelakangi keenam manusia itu. Ony terlalu kesal, karena sejak tadi dia selalu diabaikan, atau memang mereka berenam yang terlampau pendiam? Sampai-sampai mirip dengan patung.
Aduh, Ony rindu Mamih lagi nih. Ony membatin dengan tatapan sendu nya kala wajah Eliana yang tak sengaja melintas di pikiran nya.
Veila dan Cherry saling tatap seakan memberi isyarat untuk mereka segera membuka suara, dengan kompak kedua gadis itu mengangguk lalu segera berjalan mendekat ke arah Ony yang masih berbaring membelakangi mereka.
"Clava," Panggil Veila tapi Ony tak bergerak sedikit pun yang malah membuat mereka berpikiran negatif.
Apa Clava-nya sakit lagi?
Apa Clava-nya pingsan?
Apa ...
"Clava!" Panggil Veila sedikit meninggi yang berhasil membuat Ony tersentak kaget karena terlalu asik melamun.
Dengan tidak santainya, Cherry mengeplak kening Veila yang luka basah nya masih terlihat hingga berhasil membuat Veila berdecak kesal karena rasanya benar-benar nikmat!
"Bego! Lo lupa sama apa yang Tante Gene bilang?" Bisik Cherry pada Veila.
Mendengar itu, Veila meringis pelan. Dia baru mengingat tentang ucapan Eugene beberapa menit lalu, atau tepatnya sebelum mereka masuk menemui Ony diruangan gadis mungil itu.
"Girls, putriku mengalami hilang ingatan, jadi jangan terlalu membuatnya merasa terbebani dengan kenangan dimasa lalu. Apalagi kenangan buruk yang tanpa sengaja kalian ceritakan."
Ketiga gadis itu tanpa sadar meneguk saliva mereka dengan susah payah, "A-apa karena kejadian waktu itu?" Tanya Cherry yang langsung diangguki oleh Eugene.
"Ya, jadi mulai sekarang, panggil dia Ony bukan Clava."
Setelah mengingat kembali percakapan mereka dengan Eugene beberapa menit lalu, kini Veila kembali menatap punggung Ony dengan tatapan sendu nya. Dia sangat merasa bersalah akan kejadian tempo lalu.
"Ony," Panggil Cherry dengan nada lembutnya yang berhasil membuat Ony berbalik dan menatap polos kedua gadis itu.
"Iya? Kakak panggil Ony?" Tanya Ony seraya mengerjab-ngerjab polos, yang berhasil membuat kedua gadis itu mengepalkan tangan mereka erat, menahan rasa gemas agar tidak kelepasan mencubit pipi chubby itu.
Veila tersenyum manis, "Iya. Kamu kenal kita?" Tanya Veila dengan nada lembut nya yang berhasil membuat Cherry mendengus.
Aneh sekali gadis satu itu, biasanya juga berucap dengan nada yang sangat menjengkelkan, tapi kenapa sekarang malah sok lembut saat berhadapan dengan sosok bayi mungil itu? Cherry berdecak, lalu mencoba menetralkan rasa kesal nya pada Veila.
Dengan polosnya, Ony menggelengkan kepala. "Tidak, nama Kakak berdua memang nya siapa?" Tanya Ony dengan lugu nya.
"Nama ku, Raveilla Lizianne Edgarsyah panggil nya Veila aja, oke?" Ucap Veila.
"Kalo aku namanya, Cherryane Calluela Fauvel panggilnya Cherry aja." Sambung Cherry, tidak lupa dengan senyum manis nya.
Ony mengangguk-ngangguk mengerti, "Oke deh! Kakak Ila sama Kakak Ela!" Pekik Ony dengan riang yang berhasil membuat Veila serta Cherry saling tatap satu sama lain.
"Ila? Ela?" Beo keduanya.
"Iya! Ony mau panggil Veila dengan nama Ila, terus Cherry dengan nama Ela, yeay!" Jelas nya yang malah membuat bibir kedua gadis itu berkedut menahan senyum.
"Kenapa tidak panggil nama Veila aja? Juga kenapa gak panggil pake nama Cherry aja?" Tanya Veila yang masih mengharapkan sesuatu kalimat.
Seperti ini contohnya, "Karena itu panggilan sayang dari Ony!" Ya, kedua gadis itu berharap kalau Ony akan berucap demikian, tapi realita tak seindah ekspetasi.
"Peila susah untuk Ony sebutkan, terus kalau Ceri kan nama buah. Gimana kalau Ony ingin makan buah Ceri? Masa Ony makan Ela, kan tidak asik!" Jelas nya yang berhasil membuat kedua gadis itu tersenyum masam.
"Sayang nya Ila, sebutnya Veila bukan Peila." Ucap Veila masih dengan setengah kesabaran nya.
"Tuh kan, Ony salah sebut! Maka dari itu, biarkan Ony memanggil kalian Ila sama Ela!" Ucapnya yang diangguki pasrah oleh Veila juga Cherry.
"Ony, kenapa bahasa Ony baku banget?" Tanya Cherry yang berusaha menyuarakan apa yang sedang dia pikirkan.
"Tidak tahu. Tapi kata Miss Inna, Ony harus jadi diri Ony sendiri dan lakukan apa yang biasa Ony lakukan, juga biasakan untuk tidak meniru. Jadi Ony memang seperti ini," Jelas Ony yang berhasil membungkam kedua gadis itu.
Miss Inna? Setau gue, disekolah gak ada tuh guru yang namanya Inna. Batin kedua nya kompak.
Tanpa ketiga gadis itu sadari, dibelakang mereka atau tepatnya disofa, ada 4 manusia lainnya yang tengah menahan rasa iri. Mereka iri karena Veila dan Cherry bisa ngobrol dengan Ony, tapi mereka tidak bisa karena masih segan setelah apa yang mereka perbuat beberapa waktu lalu.
Tentu Zegran terkecuali. Zegran memang iri melihat kedekatan kedua gadis itu saat mengobrol bersama Ony, gadisnya. Tapi dia tak bisa mendekat, karena disini bukan hanya ada dirinya dan dua gadis itu. Tapi masih ada Visya, dan dua Kakak dari Clava.
Zegran ingin mendekat lalu memeluk erat tubuh Ony tapi dia tak bisa melakukan itu, karena kedatangan nya bersamaan dengan datangnya 5 manusia itu. Jadi mau tak mau, dia harus menunggu 5 manusia itu pergi, agar dia bisa memeluk Ony sesukanya.
Ya... Kalau Ony tidak menolak, sih.
Zegran menggeleng, mana mungkin gadisnya menolak saat dirinya ingin memeluk gadis mungil itu? Ya, positive thinking saja, kalau Ony tidak akan pernah menolak nya. Positive thinking dahulu saja.
"Ila, Ela, mereka yang duduk terus seperti patung itu siapa?"
Hening.
Siapa yang berani menyebut 4 kulkas itu dengan sebutan patung? Tentu hanya Ony seorang!
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasy[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)