H A I !👋
— H A P P Y R E A D I N G —
***
"Besok gue jemput, sono tungguin didepan gerbang. Gue males ngeliat muka tembok Bapak lo."
Elodie duduk patuh didepan gerbang mansion dengan sofa tunggal yang Roderick suruh anak buahnya untuk dibawa keluar agar bontotnya tak lelah berdiri. Roderick memang menurut untuk tidak ikut menemani bontotnya menunggu Kakak Ar datang, tapi dia tetap memantau pergerakan Elodie menggunakan teropong miliknya.
Bahkan Roderick telah menyiapkan satu buah senapan untuk menembak mati seseorang yang ditunggu bontotnya jika seseorang itu berniat jahat. Jika kalian berpikir hanya Roderick yang demikian, kalian salah besar. Karena Aakesh tengah memantau Elodie dari kamera pengintai yang dia sembunyikan disetiap sudut mansion bahkan sampai ke depan gerbang utama komplek ini.
Tak hanya memantau dengan kamera, Aakesh juga sudah menugaskan 100 anak buah terbaiknya untuk menyebar kesetiap sudut dimana Elodie masih bisa dijangkau oleh mata. Bukan cuma Aakesh, karena Renzo, Alarick, dan Ethan juga melakukan hal yang sama.
Jangan dibayangkan, berapa banyaknya anak buah dari keempat Abang possessive nya Elodie itu. Sampai tak lama kemudian, Arxel datang bukan dengan sport motorcycle warna hitam yang biasa dia gunakan ke sekolah. Melainkan motor beat berwarna biru tua, lengkap dengan helm honda yang dikenakan nya juga helm bogo bermotif strawberry ditangan kirinya.
Cowok yang hanya mengenakan celana pendek selutut, dipadukan kaos putih polos itu tersenyum kearah Elodie sambil menaik turunkan alisnya. "Permisi, ojek onlineee!"
Mendengar itu, Elodie tertawa girang sambil bertepuk tangan riang, membuat Roderick dan para Abang Elodie yang tengah memantau, ikut tersenyum lega. Roderick pun menurunkan senapan nya, tapi tidak dengan puluhan anak buah nya yang dia suruh untuk mengikuti Elodie diam-diam, jangan sampai gadis itu tau dan akan berakhir ngambek nantinya.
"Idih anjir! Kayak anak autis lo—eh ya Allah, astagfirullah—astaga, maaf ya Tuhan. Gak maksud Arxel buat menistakan, mulutnya aja yang emang kurang ajar."
Elodie semakin tertawa lepas, membuat Arxel tersenyum tipis melihatnya. "Ayo pake! Lo naik didepan, gak percaya gue kalo lo duduk dibelakang. Yang ada terbang kebawa angin,"
Bibirnya mencebik, tapi Elodie tetap patuh, membiarkan Arxel memasangkan nya helm bogo bermotif strawberry lalu menuntun Elodie agar duduk dibagian depan. Tampak seperti seorang Kakak yang tengah membonceng Adiknya, dia sangat hati-hati mengendarai motor beat yang mendadak dia beli semalam.
Anjing, yang mantau banyak amat. Arxel berusaha terlihat biasa saja agar para pengintai suruhan Roderick dan Abang-Abang nya Elodie, tak mencurigai bahwa dirinya telah menyadari kehadiran mereka semua.
Tujuan nya membawa motor beat, salah satunya untuk mengalihkan perhatian musuhnya di dunia pergeng motoran. Dia tak ingin Elodie dijadikan target selanjutnya, jadi lebih baik, dia naik motor beat dengan membonceng Elodie yang duduk didepan. Ini jauh lebih menyenangkan, untungnya Elodie sangat mungil.
Seperti anak SD yang kesasar masuk SMA, "Lo boncel banget sih, bi?"
"Apa itu boncel?"
"Ah goblok!"
Arxel jadi malas bertanya lagi, dia pun fokus mengendarai motor beatnya sampai atensi nya terhenti pada serangkaian pedangang kaki lima. "Lo mau jajan gak, bi?"
"Jajan?"
"Hooh, noh, banyak makanan."
Mata Elodie mengikuti kemana mata Arxel memandang yang membuatnya seketika, menatap berbinar pada banyaknya makanan yang dijual, terutama yang berbau strawberry. "Mau! Ayo jajan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasy[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)