47 | Cute Girl

9.6K 964 26
                                        

H A I  !👋

— H A P P Y R E A D I N G —

***

Di Negara lain tepatnya Itali, baik Galen maupun wanita didepannya sama-sama diam membisu. Sampai pada akhirnya, pertanyaan Galen membuat tubuh wanita itu terdiam kaku tak mampu bergerak.

"Siapa anak kecil itu?"

Karen berusaha tenang, berusaha untuk tak menimbulkan banyak asumsi pada Galen. Dia pun pindah posisi kesamping Galen, memeluk cowok itu dari samping dengan manja. "Bukan anak aku, Ilo bukan anak aku! Masa kamu gak percaya?"

Suatu kejutan baru, pernah dengar kata CINLOK? cinta lokasi? Yaps, itu yang mereka alami. Terbiasa bersama sesuai intruksi Aakesh, membuat keduanya sama-sama menaruh rasa. Membuat Galen menyatakan perasaan nya disaat pesawat mengudara dan Karen yang menerima pernyataan cintanya dengan senang hati. Entah bagaimana perasaan Renzo jika dia tau hal ini.

"Lalu?"

Karen mencebik, dia berusaha meminta Galen untuk menunduk, menyatukan bibir keduanya. Ciuman panas itu pun terjadi, Galen tak segan mendorong bahu wanitanya hingga terjatuh keatas sofa dengan dia yang berada diatas tubuh Karen. Keduanya begitu jarang menghabiskan waktu berdua karena kesibukan Galen dalam tugasnya.

Juga Karen yang terlampau sibuk menjadi Ibu asuh untuk bocil tampan nya—Ilo. Tapi hari ini, secara mendadak, Karen mendatangi Galen untuk memberi kejutan. Mereka pun melanjutkan ciuman panas itu hingga ke ranjang. Mengeluarkan banyak peluh keringat atas kenikmatan yang keduanya cari bersama-sama.

Setelah puas, Karen berbalik menghadap Galen disampingnya yang tengah memejamkan mata mengatur napas. "Huft, Ilo itu anak yang sangat malang jika kamu mau tau. Dan, kalau aku sebut siapa orang tuanya, kamu juga pasti akan sangat terkejut."

Kelopak mata Galen yang terpejam, langsung terbuka sempurna. "Siapa?" Tanya Galen seraya menarik pinggang Karen agar tak ada jarak diantara keduanya.

"Wildan."

Deg.

"Seriously?"

Karen mengangguk, "Aku juga kaget pas tau dari Kakek tua. Katanya, Ilo itu salah satu anak pelacur nya Wildan yang syukurnya selamat. Tapi Ibunya udah meninggal karena bunuh diri sehabis melahirkan Ilo. Aronaldy yang kasian, meminta aku buat jagain Ilo dalam beberapa waktu, eh Aronaldy nya malah mati."

"Jadi, Ilo itu Adik nya Renzo? Mereka satu Ayah?"

Karen kembali mengangguk, itulah yang membuatnya dengan sengaja terus membawa Ilo bertemu dengan Renzo. Karena mau bagaimana pun, mereka satu Ayah, tapi Karen belum berani untuk jujur karena belum ada intruksi. "Lalu kelanjutan nya bagaimana?"

"Entahlah,"

"Sayang, come on! Tidak mungkin kan jika dia terus bersama kamu? Kita akan segera menikah dan memiliki anak kita sendiri, cepatlah buat keputusan."

Pada akhirnya, Karen hanya mengangguk tanpa menjawab. Dia sudah terlanjur menyayangi Ilo, mana mungkin tega membiarkan bocil lucu itu tinggal dipanti asuhan? Karen tau rasanya hidup yatim piatu, itu sungguh tak mengenakan.

***

Ingat Nazifa? Dia, gadis yang pernah menjadi bawahan seorang Elodie dalam kekacauan beberapa waktu silam. Sekarang, gadis itu tersenyum pada Raveena seraya tertawa pelan. Mencoba mencari perhatian pada wanita paruh baya yang bernotaben, Ibu kandung laki-laki yang dicintainya. Nazifa memiliki prinsip baru, jika apapun yang dia inginkan, harus dia dapatkan.

Precious Cute Girl [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang