H A I !👋
— H A P P Y R E A D I N G —
***
Ditengah teriknya matahari, Elodie menyipitkan matanya. Menatap intens sesosok cowok yang tengah duduk dibawah pohon rindang dengan headphone yang menutup akses pendengaran nya. Elodie memiringkan kepalanya, mengerjab beberapa kali sebelum akhirnya mengambil posisi duduk disamping cowok itu, Arxel.
"Fyuh," Elodie meniup sisi kanan wajah Arxel tapi cowok itu masih asik memejamkan matanya sambil menikmati merdu nya alunan musik.
Bibirnya mencebik kesal, Arxel mengapa suka sekali mengabaikan nya?! Padahal diluar sana, banyak sekali yang ingin menculik nya karena terlalu gemas akan kelucuan wajah dan tingkahnya. Tapi Arxel... Agaknya, dia terlalu langka didunia ini karena hanya Arxel yang secara terang-terangan menunjukan ketidak perdulian nya pada Elodie.
Elodie memainkan kakinya sendiri, menggambar abstrak diatas tanah yang dilapisi rerumputan sambil menunggu bulan muncul di siang hari, mustahil, sama seperti menunggu Arxel peka yang hanya akan berakhir sia-sia. Napasnya dia hembuskan dengan sebal.
Menoleh menatap Arxel, Elodie menarik headphone cowok itu hingga atensi Arxel langsung teralihkan seketika. Yang sebenarnya, Arxel telah menyadari kehadiran Elodie disampingnya tapi dia terlalu malas meladeni babi bodohnya yang hanya akan menguras kesabaran setipis tisu seorang Arxel.
"Ngapain sih lo, kerdil?!" Arxel hendak merebut kembali headphone nya tapi Elodie menatapnya segarang mungkin.
Sialnya, bukan merasa takut, Arxel malah merasa geli. Nah kan... Arxel itu aneh, orang-orang pasti akan gemas dengan tingkah Elodie tapi Arxel malah geli. "Kakak, Odie bosan dikelas. Ingin bermain dengan Karto tapi tidak bisa menemukan Karto hingga detik ini,"
Kening Arxel berkerut, "Karto?"
"Hu'um, kadal micin!"
Mata Arxel menyipit, dia menatap ngeri Elodie. "Kadal juga termasuk kaum micin ternyata, ngeri juga anjir!"
"Anjir? Anjir anjir! Apa itu anjir?"
Bukan lagi menyipit, tapi memelotot kaget, "Woi! Lo lahir di zaman apaan sih?! Masa anjir doang kagak tau? Bener-bener babi bodoh!"
Elodie menatap polos nan lugu kepada Arxel, "Lahir?" kepalanya dia miringkan dengan kedua tangan yang terus berhitung, seperti sedang menghitung rumitnya soal fisika.
Lalu, dia menggeleng. "Odie lupa, hehe."
Plak.
Arxel menepuk keningnya sendiri karena frustasi, "Tolol anjing!"
"Ha? Tolol? Apa itu tolol? Anjing? Ih iyaa, Kakak anjing banget!"
Arxel angkat tangan, cowok itu berdiri dari duduknya. "Gue nyerah, sumpah! Gue nyerah, Lod. Aish,"
Wajah cowok itu tampak sekali tertekan setiap kali bersama dengan Elodie, kesabaran nya yang setipis tisu dibagi dua lalu kena air, akan dengan mudah hancur. Apalagi harus dihadapkan dengan spesies sejenis Elodie. Yang salah dilawan sedikit, akan berakhir dengan menangis, benar-benar menguji kesabaran.
Dan Elodie yang ditinggalkan hanya mengangkat bahunya tak acuh, dia pun ikut berdiri dan melangkah menuju kelasnya. Menunggu Piya datang yang katanya tengah ke kamar mandi. Setelah Piya datang, Elodie memamerkan headphone milik Arxel yang masih ada padanya.
"Widih, si bocil punya headphone. Beli dimana lo?" Tanya Piya sembari ingin mengambil headphone itu dari tangan Elodie tapi dengan sigap, Elodie menyembunyikan headphone nya ke belakang tubuh dengan kedua tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasía[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)